Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Kiat Meningkatkan Karier Profesional dari Segi Budaya Batak

JAKARTA, DNT News – Dalam membangun human relation di perusahaan dan institusi lainnya adalah pendekatan yang bijak, jika mengaktualkan nilai kekerabatan dalam falsafah “Dalihan Na Tolu”.

Hal ini dikatakan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master & Motivator Nasional, ketika berbincang dengan dalihannatolunews.com, terkait meningkatkan karier dari segi budaya Batak. “Dalam pesta perkawinan adat Batak, khususnya puak Batak Toba terdapat empat pihak yang selalu terbangun hubungan kekerabatan yang harmonis yakni Hula-hula, Dongan Tubu, Boru, dan Situan Na Torop,” katanya.

Menurutnya, prinsip nilai “Dalihan Na Tolu” sangat relevan jika diterapkan dalam membangun hubungan yang harmonis dalam lingkungan pekerjaan.

Pertama, Hula-hula dengan pinsip hubungan ”Somba Marhula-hula”. Hula-hula dalam lingkungan pekerjaan adalah pimpinan (atasan). Bangunlah selalu hubungan yang baik dan harmonis dengan atasan. Hormatilah dalam semua keadaan. Dukunglah atasan dengan totalitas. Hindarkan sikap yang mendiskreditkan atasan dalam keadaan apapun.

Kedua, Dongan Tubu dengan prinsip hubungan ”Manat Mardongan Tubu”. Dongan Tubu dalam lingkungan pekerjaan adalah yang setara dengan jabatan anda. Misalnya anda Manajer Pemasaran, maka Manajer Produksi, Manajer Sumber Daya Manusia, dan Manajer Keuangan adalah dongan tubu atau mitra kerja yang sederajad. Ketika seorang Manajer Pemasaran menyusun program promosi dan penjualan hendaknya terlebih dahulu men-dialog-kannya, dengan manajer unit lain.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 127/Desember 2017

Ketiga, Boru dengan prinsip hubungan “Elek Marboru”. Boru dalam lingkungan perusahaan adalah para staf atau karyawan operasional. Bangunlah selalu hubungan yang harmonis dan produktif dengan para staf. Berikanlah penghargaan dan pujian ketika berhasil dalam pekerjaan. Berikanlah arahan ketika melakukan kesalahan dan kekeliruan.

Keempat, Situan Na Torop yang dalam lingkungan perusahaan adalah para pelanggan eksternal. Artinya masyarakat yang membutuhkan dan menggunakan produk perusahaan. Hubungan dengan atasan, rekan kerja, dan staf sudah sangat baik. Tetapi hubungan dengan pelanggan juga sangat penting untuk dijaga.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia (IMAS)” ini mengatakan perlu menyadari fungsi utama bekerja adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Sebab kelangsungan bisnis perusahaan ditentukan tingkat kepuasaan pelanggan. Jika pelanggan merasa sangat puas, maka dia akan loyal membeli produk atau jasa anda, akan tetapi jika pelanggan kecewa maka pelanggan akan pergi.

“Oleh karenanya, hindarkan berdebat dan konflik dengan pelanggan tetapi tetaplah rendah hati, ramah, penuh persahabatan, dan fokus pada kebutuhan para pelanggan perusahaan. Teruslah membangun hubungan yang harmonis baik kepada atasan, rekan kerja, staf, dan pelanggan. Sebab sikap itu merupakan bagian dari kunci sukses peningkatan karier anda,” pungkasnya. (Fantoro)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel