Naposo Sitompul dohot Bere: Pentaskan Drama “Si Ose Padan” pada Pesta Bona Taon Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boru Se-Jabodetabek Banten

JAKARTA, DNT News – Umumnya pada acara pesta bona taon yang dilakukan adalah kebaktian, kata sambutan, pelantikan pengurus baru, manortor, lelang, hiburan artis, dan penarikan undian doorprize. Namun hal berbeda terlihat pada Pesta Bona Taon Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boru (HRTSB) Se-Jabodetabek Banten yang menampilkan pementasan drama.

Pada pesta bona taon yang digelar Minggu 01 Maret 2020, di Gedung BritAma Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara itu sebanyak 18 (delapan belas) orang generasi muda yang tergabung dalam Naposo Sitompul dohot Bere (Nature) mementaskan drama berjudul “Siose Padan”.

Pementasan drama yang terinspirasi dari lagu berjudul “Si Ose Padan” ciptaan Tilhang Gultom ini mendapat perhatian dari 3.000 jiwa hadirin yang memenuhi ruangan gedung. Keseriusan pementasan ini tak tanggung-tanggung. Mereka menggunakan penataan panggung megah serta tambahan sentuhan teknologi modern berupa sound system, lighting, maupun backdrop dengan layar LED besar.

Dalam pementasan drama “Si Ose Padan” ini dikisahkan seorang pemuda bernama Tigor yang berasal dari luat Pahae Tapanuli Utara pergi merantau untuk kuliah ke Jakarta. Dia indekost di sebuah rumah keluarga sederhana dan sering telat membayar uang kost. Namun keluarga tersebut begitu sabar terhadap Tigor karena dia baik, rajin, dan penuh semangat untuk berjuang menyelesaikan kuliahnya.

Tigor (tengah) menyampaikan kesulitannya membayar uang kuliah dan uang kost yang tertunggak selama ini kepada orang tua Rosmaida
Orang tua Rosmaida malu kepada para kerabat karena pernikahan yang sudah dipersiapkan batal akibat ulah Tigor yang pergi begitu saja
Para panortor diperankan 10 (sepuluh) orang gadis remaja menggerakkan badan gemulai dengan iringian lagu “Si Ose Padan”

Keluarga tempat tinggal Tigor ini memiliki seorang putri bernama Rosmaida. Tigor dan Rosmaida pun sering berkomunikasi satu sama lain dari hal-hal sepele sampai curhat-curhatan. Rasa saling mencintai pun tumbuh di antara mereka tanpa diketahui kedua orang tua Rosmaida. Selama Tigor berada di rumah itu, Rosmaida begitu perhatian kepada Tigor pujaan hatinya.

Pada saat Tigor sudah dalam tahap akhir menyelesaikan perkuliahan, orang tuanya di Pahae berada dalam kesulitan ekonomi karena gagal panen. Sementara adik-adiknya di kampung juga membutuhkan uang sekolah. Sehingga kiriman uang kepada Tigor terhenti. Tigor pun mendapat surat dari orang tuanya yang meminta berhenti kuliah dan pulang membantu bertani di luat Pahae.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 154/Maret 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 154/Maret 2020

Seiring perjalanan waktu, Tigor harus keluar dari rumah itu karena telah selesai kuliah dan menjadi Sarjana. Tapi apa yang terjadi? Sebelum wisuda, dia harus membayar uang kuliah dan uang kost yang tertunggak selama ini. Hingga pada akhirnya, Tigor dan orang tua Rosmaida sepakat membuat perjanjian (padan dalam Bahasa Batak) dimana Tigor harus menikahi Rosmaida setelah wisuda agar bisa membayar uang kuliah dan bebas dari tunggakan uang kost. Janji itu pun disetujui dan langsung diiyakan oleh Tigor karena dia sudah tidak punya pilihan lagi.

Namun apa yang terjadi? Setelah Tigor diwisuda, dia berubah pikiran dan merasa malu menikahi Rosmaida yang hanya berpendidikan sampai SMP. Di satu sisi, Tigor dilirik banyak gadis yang di matanya lebih cantik dari Rosmaida. Akhirnya tanpa pikir panjang, Tigor kabur dari rumah tersebut tanpa memperdulikan janji yang pernah disepakatinya dengan orang tua Rosmaida.

Tigor sudah ingkar janji (si ose padan) pada keluarga Rosmaida dan membuat malu keluarga tersebut. Hingga pada akhirnya pernikahan yang sudah dipersiapkan batal akibat ulah Tigor yang pergi begitu saja.


Pembaca narasi pementasan drama “Si Oe Padan” diperankan Penasehat HRTSB Se-Jabodetabek Banten, Nelson P Sitompul SE MM. Sutradara Parlin Sihombing dan Veronica Hasibuan. Para pemain Andreas Sitompul sebagai Tigor, Lilis Sitompul sebagai Rosmaida, Januari Sitompul sebagai Ayah Rosmaida, Resti Sitompul sebagai Ibu Rosmaida, Yosafat Sitompul sebagai Tamu Ayah-1, Mario Sitompul sebagai Tamu Ayah-2, Tri Indah Sitompul sebagai Tamu Ibu-1, dan Titi Sendi Sitompul sebagai Tamu Ibu-2.

Para panortor (penari) diperankan 10 (sepuluh) orang gadis remaja dengan iringan lagu “Si Ose Padan”. Mereka adalah Tri Indah Sitorus, Celli Pramka Sitompul, Fenny Rolida Sitompul, Vialita Purba, Renatha Ully Sitompul, Cici Sitompul, Debora Pasaribu, Titi Sitompul, Margaretha Aritonang, dan Dewi Sitompul. (AAN)

======================================
SIOSE PADAN
Lirik Lagu Batak
Ciptaan: Tilhang Gultom
=======================================
Ito naung leleng hinaholongan
Ala ho manoppang di jabu ni damang
Dang targarar ho be uang makan
Ala so tuk be nimmu na tua-tuam

Hamu tu damang i marparjanjian
Saut ma ho hela na molo monang
Ido umbaen na hita martunangan
Parsingkolaan ipe dipaujung damang

Reff*:
Manang aha didokho hu oloi do
Manang aha di roham husarihon ho
Manjaga sotung marsak ma ho roham
Na gabe manundati sita-sitam
Hape dung tammat ho sian sikkolam
Janjimi di ose ho

Marpungu ma sude natua-tua
Dohot tondong naeng udur lao tu gareja
Hape dinalaho paborhat hita
Gabe asing hatam roham be nungga muba

Reff**:
Ai aha do namasa ito haholongan
Tung sopanagaman gabe muba roham
Behama pangandunghu di ho amang
Pangalaho ni na bernit nanaeng helam
Dang be tarhasuhatan hinailaon
O amang parsinuan
======================================

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel