Nelson P. Sitompul, SE, MM, Penasihat Hatopan Raja Toga Sitompul Se-Jabodetabek Banten: Rumah Batak di Bumi Jerman Didirikan Pastor Matthaus Bregmann Tahun 1978

JAKARTA, DNT News – Melihat rumah Batak di tanah Bona Pasogit adalah hal biasa. Namun melihat rumah Batak di tanah Jerman tentu bukan hal biasa. Saya pertama sekali mengetahui keberadaan rumah Batak di Jerman ini dari media sosial facebook. Seorang teman yang tinggal di Jerman memposting keberadaan rumah ini.

Hal ini dikatakan Nelson P Sitompul SE MM, Penasihat Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boruna Se-Jabodetabek Banten, ketika berbincang-bincang dengan dalihannatolunews.com. “Saat diposting teman itu, memang terlihat sangat indah karena bertepatan dengan musim salju. Sehingga tampak rumah Batak ini seperti berdiri di hamparan awan yang putih dan juga beratapkan salju yang serba putih bersih,” katanya.

Disampaikannya, rasa penasaran pun timbul dan bertekad ingin menginjakkan kaki di situ. Untuk itu dia mencari tahu tentang lokasi, dari kota mana paling dekat untuk mengunjunginya. Rumah Batak ini terletak di kota Werpeloh, kota yang dipimpin seorang Walikota. Terletak di Jerman bagian utara, persisnya bagian barat laut. Dia mencari informasi kepada seorang teman di facebook yang tinggal di Hamburg, Jerman bagian utara.

“Saya menghubungi Musa Sitompul yang sudah pernah mengantarkan saya sampai ke desa tempat lahirnya Dr IL Nommensen di Nordstrand bagian Jerman paling utara. Beliau menyampaikan bahwa Werpeloh itu berbatasan dengan Belanda. Ooh.. informasi yang bagus,” gumamnya.

Rumah Batak di kota Werpeloh yang dipimpin seorang Walikota, terletak di Jerman bagian utara persisnya bagian barat laut
Nelson P Sitompul SE MM diabadikan di dalam gereja yang dipimpin Pastor Matthaus Bregmann, di Werpeloh, Jerman
Nelson P Sitompul SE MM diabadikan bersama saudara Pastor Matthaus Bregmann di depan gereja, di Werpeloh, Jerman

Nelson P Sitompul SE MM pun berencana akan mengunjungi tempat itu nantinya kalau sedang berkunjung ke Belanda. Selanjutnya dia coba mencari sejarah berdirinya Rumah Batak di Werpeloh ini. “Dari searching yang saya lakukan, Rumah Batak itu didirikan seorang Pastor bernama Matthaus Bregmann pada tahun 1978, dengan sumber dana dari yayasan Batakhaus yang beranggotakan masyarakat sekitar dan bantuan dari Pemerintah setempat. Lalu saya mencari informasi tentang latar belakang Pastor Matthaus, kenapa tertarik mendirikan Rumah Batak justru di tanah kelahirannya?” urainya.

Dia pun mencoba menghubungi ketua punguan Batak di kota Hamburg sekitarnya yaitu Paris Rumahorbo yang sudah beberapa kali mendampingi Konsulat Jenderal Indonesia yang berkedudukan di Hamburg untuk berkunjung ke Rumah Batak ini dan pernah menyelenggarakan “Gondang” di area Rumah Batak ini.

Nelson P Sitompul SE MM menghirup udara dan merasakan udara di paru-parunya sudah berganti dengan udara Werpeloh

“Menurut penjelasan beliau, bahwa Pastor Matthaus tidak pernah bertugas di Indonesia. Yang pernah bertugas adalah saudara kandungnya yang juga seorang Pastor di Sumatera Utara. Dari saudaranya inilah saya mendapat cerita tentang Rumah Batak yang unik dan penuh makna,” katanya. Ketika ditanyakan: “Apakah saudaranya itu membawa miniatur Rumah Batak ke Jerman?” Nelson Sitompul SE MM mengatakan: “Jawabannya hanya mungkin.”

Pada bulan Agustus 2017 lalu ada trip dari kantor tempat dia bekerja ke Eropa Barat, mencakup negara Swiss, Perancis, dan Belanda. Perjalanan diawali pada tanggal 03 September 2017 dari kota Zurich Swiss 2 malam, Paris 2 malam dan Amsterdam 2 malam. “Saya buat rencana memanfaatkan trip ini untuk mengunjungi Werpeloh. Maka saya menghubungi teman saya yang tinggal di Den Haag Belanda untuk menemani ke Werpeloh tanggal 07 September 2017 dan beliau menyanggupi,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 132/Mei 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 132/Mei 2018

Kunjungan ke tiga negara dalam trip ini dari awal sampai akhir menggunakan Bus yang sama. Tanggal 07 September 2017 pagi, rombongan meninggalkan kota Paris melalui kota Brussel Belgia dan tiba malam hari di Amsterdam. “Waktu inilah saya manfaatkan dengan memisahkan diri dari rombongan dan melakukan perjalanan lewat jalur udara. Terbang jam 08 pagi, 07 September 2017 dari Paris, 1 jam kemudian sudah mendarat di bandara Schipol Amsterdam. Teman saya sudah menunggu di airport dan kami langsung meluncur dengan mobil Audi milik teman itu. Setelah perjalanan sekitar 3 jam, kami tiba di Werpeloh,” ceritanya.

Nelson P Sitompul SE MM yang merupakan Ketua Pembina “Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul” ini merasakan suatu getaran yang luar biasa setibanya di tempat itu. Memang cukup sederhana, tidak mewah, tapi ini Bumi Jerman. Rumah Batak ini berdiri di kompleks sebuah Gereja yang semasa hidupnya dipimpin Pastor Matthaus. Pada hari kunjungannya ini, dia hanya bertemu salah seorang pekerja dari Gereja itu. Dengan menggunakan bahasa Inggris, dia menjelaskan bahwa kedatangannya dari tanah Batak dimana mereka mendirikan rumah adatnya di areal itu.

“Dengan dibantu temannya saya menggunakan bahasa Belanda, beliau membawa kami ke makam Pastor Matthaus dan menjelaskan bahwa Pastor inilah pemrakarsa pendirian Rumah Batak tersebut. Usai berfoto di makam Pastor, kami ditunjukkan arah di mana lokasi Rumah Batak yang kami tuju berdiri,” katanya.

Pada akhir bincang-bincang, Nelson P Sitompul SE MM yang merupakan Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan menghabiskan waktu sekitar 1 jam di lokasi itu. Dia menghirup udara kota Werpeloh dalam-dalam beberapa kali. Dia merasakan udara di paru-parunya sudah berganti semua dengan udara Werpeloh dan mereka pun kembali ke kota Amsterdam.

“Tahun 2018 ini untuk memperingati 40 tahun berdirinya Rumah Batak ini, akan diadakan perayaan oleh Konsul Jenderal Indonesia yang berkedudukan di Hamburg bertempat di Rumah Batak Werpeloh. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke sana, adalah waktu yang pas jika direalisasikan karena kemeriahan pasti ada di sana,” pungkasnya. (TR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel