Nelson Sitompul, SE, MM: Melelang Ulos untuk Diserahkan kepada Tokoh yang Berjasa Menyelesaikan Tugu Raja Toga Sitompul Tahun 1975 di Tarutung

JAKARTA, DNT News – Menghargai jasa seorang tokoh dalam sebuah komunitas merupakan perbuatan mulia yang memiliki nilai sangat penting dan berharga di kehidupan masa depan. Kelak para generasi penerus mengetahui dan ikut merasakan perjuangan atas karya yang menjadi kebanggaan untuk dihargai, merasa memiliki, dan mau merawatnya.

Hal inilah yang dilakukan Nelson Sitompul SE MM, Penasihat Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boruna Se-Jabodetabek Banten, pada Pesta Bona Taon, Minggu 08 April 2018, di Gedung Mulia, Kompleks Mulia Raja, Jln Kebun Nanas No 70, Jakarta Timur.

Pria low profile ini berkenan melelang ulos senilai Rp 25 juta namun bukan untuk dirinya sendiri, tetapi justru diserahkan kepada Ir Bastian Sitompul (Mantan Dirut PTP IX/II) yang merupakan tokoh berjasa menyelesaikan Tugu Raja Toga Sitompul tahun 1975 di Tarutung sebagai bentuk apresiasi atas karyanya tersebut.

Sebelum Ulos itu disematkan, Pendiri dan Ketua Pembina “Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul” ini bercerita sedikit tentang masa remaja di Bona Pasogit yang lahir dan dibesarkan di Desa Sitompul Tarutung, sekarang menjadi Kecamatan Siatas Barita. Di Desa Sitompul inilah lokasi Tugu Raja Toga Sitompul berdiri.

Sabar Sitompul (Ompu Tio) hendak menyematkan Ulos kepada Ir Bastian Sitompul didampingi Nelson Sitompul SE MM, Jansen Sitompul SE SH, dan dr Hulman Sitompul SpOG
Nelson Sitompul SE MM bersama Jansen Sitompul SE SH merangkul Ir Bastian Sitompul dan Ibu setelah Ulos disematkan dengan mengucapkan selamat dan terima kasih

Sampai pertengahan tahun 1975, pembangunan tugu itu belum tuntas dari rencana semula yang pembangunannya dimulai tahun 1962. Berdirinya masih tunggal, tidak terdapat pagar, dan sekitar tugu masih tanah belukar tidak terurus.

“Pada tahun itu, 1975 saya berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMP. Tahun itu tidak bisa saya lupakan karena pada saat itulah pembangunan Tugu Raja Toga Sitompul dituntaskan. Bukan Hatopan dari Jakarta yang menyelesaikan, bukan Sitompul yang di Bona Pasogit, tetapi Punguan Sitompul dari kota Medan yang memprakarsai penyelesaian ini,” urainya.

Pada saat itulah dia mendengar sebuah nama yakni Ir Bastian Sitompul yang menjadi tokoh kunci dalam penyelesaian tugu tersebut, yang ditunjuk Punguan Sitompul Medan menjadi Ketua Umum Penyelesaian Pembangunan Tugu Raja Toga Sitompul di Desa Sitompul, Tarutung. “Pada saat itu begitu populernya nama Ir Bastian Sitompul di marga Sitompul keseluruhan, khususnya di Sumatera Utara dan terlebih di Desa Sitompul,” kenangnya.

Penampilan Style Voice feat Nelson Sitompul SE MM dengan lagu top Batak “Holong na so Tarputik” mampu memukau hadirin dan mengguncang gedung

Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini melanjutkan, ketika tokoh kunci ini datang meninjau langsung tugu yang mangkrak tersebut, semakin kagumlah dia melihat tongkrongannya yang ternyata memang di atas rata-rata orang Batak. Pantas seandainya menjadi bintang film. Tetapi pada saat itu dia tidak berani mendekat, apalagi bersalaman. Hanya melihat dari kejauhan. “Perbincangan yang saya dengar pada saat itu. Setelah selesai pembangunan tugu ini, maka akan dilaksanakan pesta peresmian. Pesta peresmian itu panitianya adalah Sitompul yang ada di kota Tarutung,” katanya.

Setelah selesai pembangunan tugu, mulailah dibentuk panitia di kota Tarutung. Tapi lewat tahun 1975 pesta belum terlaksana. Maka bulan awal tahun 1976 punguan kota Medan menanyakan kapan pesta akan dilaksanakan? Karena tidak ada titik terang, maka punguan kota Medan pun mengambil ahli kepanitiaan pesta peresmian Tugu Raja Toga Sitompul. “Sudah bisa ditebak, Ir Bastian Sitompul ditunjuk lagi sebagai Ketua Umum pesta peresmian tersebut,” ujarnya dengan senyuman.

Pada akhir sambutannya, Nelson Sitompul SE MM menyampaikan bahwa Juli 1976 berlangsunglah pesta yang sangat meriah selama 3 hari 3 malam, dan bintangnya pada pesta itu tentu adalah Ir Bastian Sitompul. Mundur sedikit pada proses sebelum hari H, bahwa Ir Bastian Sitompul membentuk beberapa tim untuk menelusuri asal usul, daerah asal (original) dari marga Sitompul. Termasuk daerah asal Hula-hula Raja Toga Sitompul beserta Hula-hula anak-anaknya. Tim ini bekerja berbulan-bulan yang memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

“Jadi Ir Bastian Sitompul saat itu berbuat dan bekerja keras tanpa banyak kata-kata. Itulah hasil maksimum yang dapat dilakukan oleh seluruh tim pada tahun 1976 itu,” serunya.


Dia pun menyarankan, kalau ada seseorang atau pihak yang saat itu berkata-kata banyak tetapi tidak berbuat apa pun, bisa mengkritik pekerjaan orang lain tanpa bisa menyumbang apa pun kepada Sitompul, belum pernah terlihat hasil karyanya, sebaiknya melakukan introspeksi diri.

“Ulos yang saya lelang ini adalah akan diuloskan kepada Ir Bastian Sitompul sebagai tanda atau simbol ucapan terima kasih saya secara pribadi atas perhatiannya kepada marga Sitompul, khususnya Tugu Raja Toga Sitompul,” pungkasnya.

Dengan rasa haru penuh kekeluargaan dan diiringi tepuk tangan hadirin, atas permintaan Nelson Sitompul SE MM, ulos tersebut disematkan Sabar Sitompul (Ompu Tio) kepada Ir Bastian Sitompul. (HLJ)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel