Nelson Sitompul, SE, MM, Penasihat Hatopan Raja Toga Sitompul Se-Jabodetabek Banten: Mewujudkan Obsesi Sejak Masih Kecil dengan 63 Jam Mengelilingi Bumi

JAKARTA, DNT News – Dua kata ini “Keliling Dunia” itulah salah satu obsesi saya sejak masih kecil. Boleh dikatakan khayalan itu sudah ada sejak sebelum duduk di bangku sekolah. Kemudian obsesi itu menjadi detail setelah duduk di bangku kelas 6 SD, ketika belajar ilmu bumi yang pada saat itu disebut Ilmu Falak.

Hal inilah yang dikatakan Nelson Sitompul SE MM, Penasihat Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boruna Se-Jabodetabek Banten, ketika berbincang-bincang dengan dalihannatolunews.com, Minggu 08 April 2018, di Gedung Mulia, Jakarta Timur.

“Atlas dibagi satu-satu dan diawali membaca peta bumi datar dengan titik sentral Kepulauan Nusantara atau Indonesia. Betapa luasnya dunia ini ternyata, pulau Sumatera dimana saya berada terlihat sangat kecil. Sementara keinginan untuk menginjak kota Pematangsiantar saja saat itu belum tercapai. Alangkah hebatnya kalau bisa menjelajahi seluruh tempat di muka bumi yang ada di atlas ini,” ceritanya mengenang masa itu.

Nelson Sitompul SE MM hendak shopping di sebuah Mall di Argentina
Nelson Sitompul SE MM di sebuah tempat wisata Buenos Aires
Nelson Sitompul SE MM di sebuah tempat wisata Honolulu Hawaii

Kemudian setelah duduk di bangku kelas 1 SMP, kebetulan pelajaran yang pertama sekali didapatkan adalah ilmu falak. Sang guru membawa masuk ke dalam kelas sebuah Globe yang besar dan sepotong kayu bulat kecil sepanjang sekitar 1 meter. Diletakkannya Globe di atas meja dan memutar untuk mengarahkan posisi Indonesia menghadap para murid. Lalu melangkah ke samping 3 langkah dan dengan tongkat kayu yang di tangannya menunjuk posisi Pulau Sumatera.

“Kita sekarang berada di sini, demikian beliau memulai. Lalu dijelaskanlah tentang pulau-pulau di Indonesia dan semua benua yang ada di dalam bola dunia itu. Kemudian bagaimana terjadinya siang dan malam ketika bumi ini berputar dalam porosnya, dan seterusnya. Pelajaran berakhir terasa sangat cepat, karena pelajaran ini sangat menarik bagi saya,” katanya.

Sejak itulah obsesi Ketua Pembina “Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul” ini semakin kuat untuk suatu saat akan mengelilingi bumi. Sampai saat ini dia selalu mempunyai Globe, baik di rumah maupun di kantor. “Memandang Globe memberikan kesadaran bagi saya bahwa diri saya ini sangatlah kecil,” tandasnya.

Pada liburan akhir tahun lalu yakni libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, dia menggenapi obsesi “mengelilingi bumi” dalam satu trip. Proses mengelilingi bumi ini dilakukan total terbang di udara selama 63 jam. Sudah barang tentu jumlah waktu tersebut tidak secara terus menerus. Ada singgahnya, bahkan 2 hingga 3 malam di satu tempat. Sehingga total perjalanan adalah 13 hari. Berangkat dari Jakarta tanggal 23 Desember 2017 dan kembali mendarat di Jakarta tanggal 04 Januari 2018.

Nelson Sitompul SE MM dengan latar Kapal USS Missouri Pearl Harbour-Honolulu
Nelson Sitompul SE MM di Guam Island sebuah pulau milik USA di daerah Asia
Nelson Sitompul SE MM di depan Patung Kristus Penebus Rio de Janeiro Brazil

Jalur penerbangan memakan waktu di udara 63 jam. Jakarta-Dubai 8 jam 15 menit. Dubai-Rio de Janeiro (Brazil) 14 menit 40 jam. Rio de Janeiro-Buenos Aires (Argentina) 3 jam 15 menit. Buenos Aires-Houston (USA) 10 jam 25 menit. Houston-Honolulu Hawaii (USA) 8 jam 15 menit. Honolulu Hawaii-Guam Island (USA) 7 jam 50 menit. Guam Island-Hongkong 5 jam 5 menit. Hongkong-Jakarta 4 jam 45 menit.

“Dalam 8 kali penerbangan ini, waktu tempuh terpanjang adalah dari Dubai ke Rio de Janeiro Brazil selam hampir 15 jam. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya menyetel monitor peta penerbangan pada setiap penerbangan jarak jauh. Kadang-kadang juga saya lakukan pada penerbangan jarak dekat,” katanya.


Pada akhir perbincangan, Nelson Sitompul SE MM yang merupakan Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan walaupun Emirates adalah penerbangan milik negara Arab, tetapi penumpang ditawarkan minuman beralkohol, anggur atau wisky. “Pilihan saya adalah anggur merah sambil memutar film pilihan. Coba minum yang agak banyak supaya bisa tidur lagi. Lalu tertidur lagi,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Ketika lampu dinyalakan dan jendela diminta dibuka, kursi ditegakkan, itulah tanda waktu mendarat sudah dekat. Maka setelah menempuh waktu penerbangan 15 jam penuh, dia pun menginjakkan kaki di negeri sepakbola, negerinya Pele, Brazil.

“Penerbangan Dubai-Rio de Janeiro adalah salah satu penerbangan dari delapan penerbangan yang saya lakukan dalam rangka mengelilingi bumi ini. Perjalanan ini membuktikkan juga bahwa bumi itu adalah bulat, bukan datar sebagaimana kata para penganut bumi datar,” pungkasnya. (HTN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel