Pdt. Abednego Sitompul, M.Th: Ada Pikiran, Kekuatan, Uang, Sarana dan Prasarana Menjadi Sia-Sia Kalau Tidak Ada Skill dan Pengetahuan

SIATAS BARITA, DNT News – Pada zaman era revolusi industri 4.0 yang menghasilkan “pabrik cerdas” sekarang ini, yang dibutuhkan adalah hasil bukan proses. Pada era revolusi industri 1.0 hingga 3.0 dibutuhkan proses untuk mencapai hasil. Tapi di zaman 4.0 sekarang, yang dibutuhkan ada hasil. Ini sudah menjadi zaman transaksional.

Hal ini dikatakan Pdt Abednego Sitompul MTh dalam kotbahnya yang dikutip dari nats alkitab Lukas 8:4-11 topik “Perumpamaan Tentang Seorang Penabur” pada ibadah “Doa Bersama Pendirian YAPPSI” yang digelar Jumat 16 Agustus 2019, di area Tugu Raja Toga Sitompul, Desa Sitompul, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara.

Acara tersebut mengambil tema “Menabur Benih Sebanyak Mungkin” dengan sub-tema “YAPPSI sebagai Tugu Na Mangolu mengemban tugas pelayanan sosial, pendidikan, dan peningkatan sumber daya manusia putra putri Indonesia khususnya pomparan ni Raja Toga Sitompul”.

Disampaikannya, di zaman sekarang harus peka dan menguasai teknologi informasi. Kecepatan menangkap informasi membuat orang jadi langsung gale dang mula ulaon (lemah dan tidak mau bekerja). “Karena kecepatan informasi ini, semua orang berlomba-lomba untuk mengetahui situasi,” katanya.

Ibadah “Doa Bersama Peresmian YAPPSI” liturgis Bibelvrouw Ny Astria Sitompul br Sinaga, Pengkotbah Pdt Abednego Sitompul MTh, dan pendoa syafaat St Halomoan Sitompul
Pdt Abednego Sitompul MTh (kedua kiri) bersama keturunan Raja Toga Sitompul dari perantauan ketika penutupan Turnamen Catur Antar Pelajar Se-Tapanuli Utara yang digelar Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul (YNPS)

Abad XXI merupakan rezim humanisme dimana pengetahuan manusia menjadi mengatur manusia. Dulu jika ada orang sakit, selalu berdoa. Kalau sekarang, sudah pergi ke dokter karena pengetahuan telah berkembang. Setelah mau mati dan mati, pendeta baru dipanggil. “Gabe hira dang ringkot be tu Debata alani parbinotoan. Nuaeng kekuatan ma na mandondoni hita,” ujarnya.

Pdt Abednego Sitompul MTh yang merupakan Praeses HKBP Distrik XXXI Medan Utara ini menguraikan, pendiri YAPPSI (Yayasan Putra Putri Sitompul Indonesia) melihat agar keturunan Raja Toga Sitompul di bona pasogit dan perantauan tidak tertinggal. Karena sekarang sudah zaman online bukan lagi off line. On line sudah bisa melihat masa depan anak, cucu, dan bangsa ini. Pendirian YAPPSI bertujuan memikirkan masa depan untuk kemajuan putra putri Sitompul di mana pun berada.


“Sebenarnya dari dulu kita sudah on line, tapi karena kurangnya kebersamaan dan kesatuan hati jadi off line. Ada pikiran, kekuatan, uang, sarana dan prasarana menjadi sia-sia kalau tidak ada skill dan pengetahuan. Sama seperti, ada pulsa tapi tidak ada signal. Dalam hal ini YAPPSI melihat pemikiran, budaya, dan sosial namardongan tubu,” urainya.

Untuk itu dia mengingatkan agar penempatan bantuan harus kepada orang yang tepat dengan melihat tantangan untuk meningkatkan taraf hidup. “Molo menabur ingkon do gabe marparbue,” tegasnya.


Pada akhir kotbahnya, Pdt Abednego Sitompul MTh mengingatkan bahwa untuk bisa berbuah seratus kali lipat harus memahami Kolose 4:2. Pertama, tekun dalam doa karena nafas kehidupan utama adalah iman yang bisa menghempang iblis. Kedua, berjaga-jaga dengan waspada karena tantangan sangat berat. Ketiga, mengucap syukur karena yang selalu berdoa dan waspada akan mampu bersyukur.

“Sekarang kita menabur untuk masa depan anak-anak. Semoga bantuan yang diberikan kelak bertumbuh dan berbuah. Sehingga hidup ini menjadi saluran berkat. Ketika kita menabur, Tuhan menginginkan. Dihalomoon Debata do halak na olo mangalehon. Tuhan memberkati YAPPSI,” tutupnya.

Dalam ibadah yang berlangsubg khusuk dan khidmat itu, liturgis diperankan Bibelvrouw Ny Astria Sitompul br Sinaga. Sementara doa syafaat dipanjatkan St Halomoan Sitompul dan song leader oleh NHKBP Sitompul. (TON)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel