Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Kemerdekaan Kristen Adalah Kebebasan Hidup Sebagai Hamba Allah

JAKARTA, DNT News – Kemerdekaan Kristen adalah kebebasan hidup sebagai hamba Allah, melakukan apa yang Allah kehendaki, bukannya keleluasaan untuk berbuat sekehendak sendiri sambil menuruti hawa nafsu yang berdosa dengan alasan bahwa hal itu ‘diperkenankan’. Bebas tetapi taat. Kebebasan tanpa ketaatan adalah perbudakan hawa nafsu, sedangkan ketaatan tanpa kebebasan adalah penindasan.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surat elektoniknya ke dalihannatolunews.com terkait kemerdekaan Kristen adalah kebebasan hidup sebagai hamba Allah. Ini disampaikan sebagai renungan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-75.

“Tanggung jawab adalah kedua-duanya. Ketaatan di dalam kebebasan, dan kebebasan di dalam ketaatan. Itulah manusia sebenarnya. Bebas. Kristus sudah memerdekakan kita. Tetapi itu tidak berarti kita lalu sekarang dapat berbuat semau kita, mentang-mentang kita sudah bebas. Tidak!” katanya.

Disampaikannya, Dietrich Bonhoeffer dengan sangat indah dan tepat mengatakan bahwa ada kaitan yang amat erat antara kebebasan dan ketaatan. Bahwa kebebasan dan ketaatan itu adalah ibarat dua muka dari satu mata uang dimana yang satu tidak dapat ada tanpa yang lain. Ketaatan tanpa kebebasan adalah perbudakan. Tetapi, kebebasan saja tanpa ketaatan, disamping kesewenang-wenangan sebenarnya juga adalah perbudakan.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020

“Padahal dalam Galatia 5:22-23 salah satu buah roh adalah penguasaan diri, kontrol diri. Karena itu indah sekali Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 9:19, Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba semua orang supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Roh Kudus, bebaskan dan murnikan kami. Artinya hidup dalam kebebasan, tetapi juga hidup dalam kemurnian. Tidak hanya hidup dikendalikan hawa nafsu kita,” ujarnya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan bahwa pedoman hidup di dalam masyarakat adalah dengan menghormati semua orang, mengasihi saudara, takut akan Allah, dan menghormati raja. Dihormati sebab Kristus telah mati untuk mereka dan peta Allah dapat dipulihkan di dalam mereka.

“Pada pihak lain ada hubungan kasih yang khusus di dalam persaudaraan Kristen. Takut akan Allah, berarti mendekati Allah hendaknya dengan pemujaan dan terhadap raja dengan penuh hormat,” urainya.


Kesediaan untuk menderita melakukan yang baik adalah pertanda hidup yang kudus. Jadi intinya nampak pada 1 Petrus 2:20-21, ”… Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya”. Meninggalkan teladan, supaya mengikuti jejak-Nya? Teladan apa? Bersedia menderita, berarti menderita untuk melakukan yang baik dan yang benar.

Pada akhir suratnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini menyampaikan renungan sebagai motivasi melakukan yang baik, karena Allah telah memilih kita menjadi bangsa atau umat-Nya. Sikap yang baik bukan hanya dalam arti kualitas, namun harus menjadi daya pikat kepada masyarakat, agar mereka mengenal Allah yang mengasihi dunia ini.

“Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaaan ke-75 Tahun bangsa kita Indonesia, mendorong seluruh orang Kristen melakukan yang baik dalam rangka misi di dunia ini, ‘kita diberkati untuk menjadi berkat’. Roh Kudus yang menuntun dan menolong kita untuk mampu tetap hidup dalam sikap yang baik. Karena dalam hidup kita dilahirkan hidup kasih, damai, sukacita, kesabaran, kemurahan yang dikerjakan melalui penyerahan hidup pada Tuhan,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel