Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Selamat Hari Natal! Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang

JAKARTA, DNT News – Orang lain adalah neraka: menjengkelkan dan menyebalkan. Namun sebaliknya, orang lain juga bisa menjadi surga: menyenangkan dan membahagiakan. Itu bergantung pada apakah hubungan kita dengan dia bermusuhan atau bersahabat. Bersahabat bukan sekedar berkenalan, bergaul, atau berbaikan. Bersahabat memerlukan kematangan dan kebesaran jiwa. Kita belajar bersahabat dari sahabat yang paling baik, yaitu Kristus.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surat elektoniknya ke dalihannatolunews.com terkait Selamat Hari Natal! Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. Kamu adalah sahabat-sahabatku jika kamu melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu (Yoh 15:14).

“Jadi, apa yang perlu kita lakukan untuk menjadi sahabat Yesus dan mempertahankan persahabatan itu? Orang kaya banyak sahabatnya. Pernyataan ini menyimpulkan kecenderungan manusia yang tidak sempurna menjalin persahabatan dengan atas dasar apa yang dapat diperoleh, bukannya apa yang dapat diberikan,” katanya.

Disampaikannya, banyak orang Kristen abad pertama itu telah mengenal Yesus secara pribadi atau melihat dia setelah kebangkitanNya. Tentu, yang sekarang tidak punya kesempatan istimewa itu. “Kalau begitu, bagaimana kita dapat menjadi sahabat Kristus di Indonesia ini?” tanyanya.


Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini menyampaikan bahwa ketika Republik Indonesia lahir, kalimat Mpu Tantular yang berusia ratusan tahun “Bhinneka Tunggal Ika” diambil alih menjadi semboyan. Maksudnya jelas. Republik Indonesia terdiri atas ribuan pulau dengan ratusan etnik serta budaya dan agama yang berbeda-beda, namun mengaku diri mempunyai satu keinginan, yakni membuat republik ini menjadi tempat yang aman dan makmur bagi tiap penduduknya.

Diuraikannya, pada masa itu wilayah Majapahit sangat luas. Selain meliputi Indonesia, juga mencakup sebagian wilayah yang kini merupakan Malaysia dan Singapura. Di Kerajaan Majapahit itu terdapat ratusan etnik dengan ratusan bahasa. Penduduknya yang menganut agama Buddha, Hindu, dan ratusan macam agama suku hidup berdampingan dengan damai.


Kerukunan Majapahit itu berbuah kemakmuran dan kemajuan perdagangan, termasuk dengan negara-negara tetangga seperti Tiongkok, India, dan Persia. Lalu apa arti “Bhineka Tunggal Ika? Arti harfiahnya adalah “berbeda itu, satu itu”. Terjemahan bebasnya adalah ”Berbeda-beda, tetapi satu juga”. Berbeda-beda, namun bersatu dan bekerja sama. Lebih tepat, justru karena berbeda-beda kita bisa dan perlu saling bekerja sama dan saling melengkapi.

“Itulah juga pemikiran Rasul Paulus ketika menggambarkan gereja. Di dalam gereja, organ yang besar bukan menekan organ yang kecil melainkan justru melindunginya. Organ yang terkemuka bukan menyepelekan organ yang terhina melainkan justru mempedulikannya,” ujarnya.


Pada akhir suratnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengingatkan bahwa sungguh mengagungkan bahwa Tuhan Yesus menganggap kita sebagai sahabat. “Itu berarti Tuhan menyamakan diri dengan kita, Ia menghargai kita, Ia merasa senang berada dengan kita, Ia merasa dekat dengan kita, dan Ia mengagumkan kita. Bayangkan, Tuhan mau bersahabat! Ia mau bersahabat dengan kita. Ia tersenyum. Ia membelai kita. Ia menepuk kita. Ia mau memeluk dan dipeluk kita. Ia mau mencium dan dicium kita,” uraimya.

Pada kita terdapat sejumlah batu. Apa untungnya batu itu bila dipakai untuk melempari orang? Apa pula gunanya membuat pagar? Bukankah lebih baik batu itu dibuat jembatan? Ya, jembatan persahabatan. Mau menerima dan memberi hadiah. “Bersahabatlah! Batu itu kita buat menjadi tangga. Sehingga persahabatan membawa kita menaiki kesempatan hidup persahabatan kita. Selamat Bersabahat! Selamat Hari Natal!” pungkasnya. (MAR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel