Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Yang Menang dalam Setiap Pertikaian Bukanlah Keperkasaan atau Kekerasan Melainkan Kesabaran

JAKARTA, DNT News – Kesabaran tampak sepele tetapi sampai hari ini dunia luput dari malapetaka nuklir berkat kesabaran yaitu dua kepala negara adidaya yang sabar berunding ketika terjadi krisis perang dingin. Dalam skala kecil pun kesabaran diperlukan dimana persaudaraan, perusahaan dan organisasi bisa selamat dari perpecahan jika ada kesabaran.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surat elektoniknya ke dalihannatolunews.com tentang yang menang dalam setiap pertikaian bukanlah keperkasaan atau kekerasan melainkan kesabaran. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan. Sumber kesabaran adalah Allah sendiri. Dia adalah Allah penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. Kita harus belajar sabar,” katanya.

Disampaikannya, oleh sebab itu Allah mengaruniakan kesabaran. Kesabaran adalah karunia Roh Allah. “Kita harus belajar sabar. Belajar menjadi sabar tidak bisa terjadi dalam sehari. Seumur hidup kita masih terus belajar sabar,” urainya.

“Kita belajar terbuka terhadap kemajemukan dengan kepedulian terhadap sesama. Terbuka terhadap kemajemukan atau pluralisme tidak terjadi begitu saja. Keterbukaan itu kita pelajari melalui aneka cara yaitu pengalaman, teladan, buku, media masa, atau kegiatan belajar yang disengaja,“ sambungnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini menguraikan artinya keterbukaan terhadap pluralism. Ciri utamanya adalah jika merasa aman dan nyaman berada di antara orang-orang yang berbeda usia, gender, budaya, etnik, agama, dan ideologi politik. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang berbeda-beda. Namun Ia tidak membeda-bedakan. Semua orang sama-sama dikasihi-Nya.

Setelah melalui perkembangan pemahaman, Rasul Petrus mengakui, ”Sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang”. Artinya, Allah tidak pilih kasih. Allah tidak hanya mengasihi sekelompok orang. Allah tidak hanya mengasihi orang Kristen. Lebih dari itu Allah menerima semua orang, tanpa memandang bangsa atau agama. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.


“Karena itu, kita juga tidak boleh memandang orang lain, siapa pun dia, dengan apriori atau berprasangka buruk. Jangan memusuhi orang lain, atau menganggap siapa pun sebagai musuh namun hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Berusahalah hidup damai dengan semua orang, oleh karena Yesus sendiri mengatakan, Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah,” urainya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengingatkan, bagaimana membawa damai di tengah masyarakat yang majemuk. Gereja perlu terlibat dalam “Advokasi Kebijakan Publik” yakni tindakan untuk mempengaruhi publik, orang, kebijakan, struktur, dan sistem sampai terjadi perubahan. Sehingga nilai-nilai yang terdapat di dalam kekristenan (seperti perdamaian, keadilan, dan kebenaran) dapat terwujud di setiap aspek dalam kehidupan sehari-hari.


Perintah oleh Yesus Kristus, ”Kasihilah sesama manusia” dalam bahasa Inggris adalah “love your neighbor”, kasihilah tetanggamu”. Tuhan Yesus menyadari bahwa kasih adalah suatu konsep yang abstrak. Tetapi konsep itu menjadi terlihat dalam tindakan yang nyata di dalam pekerjaan diakoni.

“Demikian juga dalam sebuah negara demokrasi. Konsep majemuk dan setara adalah konsep yang abstrak dan tidak nyata. Tetapi dalam sebuah persahabatan dapat diatasi karena ada komitmen di antara orang-orang yang terlibat. Persahabatan sebagai perekat kemajemukan. Saling tolong menolong dengan prinip gotong royong. Kemajemukan dimanfaatkan  untuk kemajuan,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel