Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, MTh: Makna dan Relevansi Kenaikan Tuhan Yesus Ke Surga

JAKARTA, DNT News – Hari raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah hari raya yang biasanya sepi-sepi saja. Memang ada kebaktian. Namun demikian, kebaktian itu toh tidak mampu menyembunyikan kesan dan kenyataan, bahwa hari raya Kenaikan adalah hari raya Kristen yang paling sepi dan paling tidak berkesan.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surat elektoniknya kepada dalihannatolunews.com. “Hari raya Kenaikan itu memperingati apa? Memperingati saat ketika Tuhan Yesus meninggalkan kita. Dia meninggalkan kita kok diperingati. Kan ya mestinya disesali. Tuhan mengapa sih Engkau pergi juga? Kok tega-teganya sih Tuhan, Engkau meninggalkan kami. Peristiwa itu adalah peristiwa yang menyedihkan yang membuat dada sesak. Harus kita sesali, bukan kita peringati. Begitulah pendapat beberapa orang,” katanya.

Disampaikannya, peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga memang bukan untuk dirayakan secara beramai-ramai. Tidak perlu ada Ascension Dinner atau Ascension Eve atau Ascension Party. Tidak! Namun demikian ingin dikatakan adalah secara teologis dan dari sudut pandang penghayatan iman kita, hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga itu penting sekali, menentukan sekali, relevan sekali.

Persitiwa itu adalah suatu watershed yang bagi orang Kristen sebenarnya justru jauh lebih langsung ada sangkut-paut dan relevansi ketimbang yang lain. Paling tidak, sama pentingnya, tidak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan yang lain seperti Natal, Jumat Agung, Paskah, dan lainnya.


“Inti kenaikan Tuhan Yesus ialah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan sebuah tonggak batas yang membedakan antara periode sebelum Kenaikan dan periode setelah Kenaikan; antara Pre-Ascension dan post-Ascension; antara masa Pra-Kenaikan dan masa Pasca-Kenaikan,” ujarnya.

Pertama, sekalipun tidak terlalu tepat benar tetapi secara sederhana kita dapat membedakan masa Perjanjian Lama sebagai masa Allah Bapa, masa Perjanjian Baru khususnya masa keempat Injil sebagai masa Allah Anak, dan setelah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga sebagai masa Roh Kudus.

Kedua, kita juga dapat mengatakan bahwa sebelum Kenaikan, titik berat dari kesaksian Alkitab adalah apa yang Allah lakukan atau kerjakan untuk manusia. Setelah Kenaikan titik beratnya adalah apa yang manusia lakukan atau kerjakan untuk Tuhan.

Ketiga, sebelum Kenaikan dapat kita sebut sebagai masa pendidikan, masa penggemblengan, masa pembinaan untuk murid-murid itu tiba saatnya untuk turun gunung, terjun ke masyarakat ramai, mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. Masa edukasi telah berakhir, masa untuk misi, masa untuk aksi telah mulai.

Keempat, sebelum masa Kenaikan merupakan masa kehadiran Tuhan Yesus secara fisik, secara tubuh, secara jasmani. Setelah Kenaikan, jangan sekali-kali berpikir bahwa Tuhan Yesus meninggalkan kita begitu saja! O, tidak! Ia masih menyertai kita.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 145/Juni 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 145/Juni 2019

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta mengingatkan yang tertulis dalam alkitab. ”Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu” (Yoh. 14:18). “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).

“Jadi, Yesus tetap menyertai kita. Hanya saja setelah kenaikan-Nya ke surga, penyertaan-Nya itu tidak lagi secara fisik, tetapi secara rohani. Itu yang terjadi bila antara dua orang terjadi hubungan cinta yang amat mendalam. Keduanya bisa terpisah jauh secara fisik. Yang satu di Kutub Utara, yang lain di Kutub Selatan. Tidak bisa saling menyentuh. Tetapi kalau saling mencintai, mereka akan selalu merasa dekat. Masing-masing merasakan kehadiran yang lain. Di mana pun mereka berada. Dalam keadaan apa pun dan bagaimanapun,” urainya. (FAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel