Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, MTh: Pada Masa Natal Mari Mengarahkan Pandangan kepada Allah dengan Meningkatkan Persahabatan Sebagai Tanda Kerukunan di Antara Umat Beragama

JAKARTA, DNT News – Keindahan pelangi justru keluar karena keberagaman warnanya. Sementara itu sebagai ciptaan Tuhan, manusia diciptakan di dalam kesetaraan status. Status manusia ini setara atau sama kedudukannya di mata Tuhan karena semua manusia berharga di mata-Nya. Maka kemajemukan yang ada di dalam kehidupan kita adalah kemajemukan yang setara.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiun HKBP, dalam surat eletroniknya yang diterima dalihannatolunews.com, di Jakarta. “Fungsi agama dalam meningkatkan moral bangsa. Berarti agama adalah pengikat, pemersatu para penganutnya, loyalitas terhadap ajaran, nabi, upacara ritual hari raya keagamaan, dan segala yang menyangkut agama itu. Fungsi pemberi arah tujuan pada kehidupan manusia,” katanya.

Disampaikannya, dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus di dunia ini, kedua orang tua-Nya tak mendapat sedikit pun penginapan. Terpaksa pasutri muda Maria dan Yosef menumpang di kandang hewan. Betul, sebuah tempat bagi binatang yang kotor, bau, lembab, dan tak terurus. Yesus lahir di tempat itu, bayi Yesus dibungkus dengan kain lampin, dan dibaringkan di dalam palungan.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana mungkin seorang Raja dan Tuhan Penyelamat manusia lahir dalam palungan? Ini suatu tanda yang jelas, bahwa Allah mau solider dengan kehidupan manusia. Yesus menghadirkan Allah yang berbelas kasihan kepada orang yang miskin, papa, tertindas, teraniaya, terlupakan, bahkan ditolak sama sekali oleh masyarakat.

“Gereja menyadarkan kita bahwa peristiwa Natal adalah anugerah Allah yang terbesar. Allah Bapa yang penuh belas kasihan menampakkan diri-Nya dalam rupa bayi Yesus yang kecil nan mungil yang dilahirkan oleh perawan Maria dalam kuasa Roh Kudus. Rasul Yohanes merenungkan peristiwa ini secara mendalam. Kasih Allah dinyatakan di tengah kita yaitu bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya,” ujarnya.


Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh mengungkapkan, kodrat manusia yang sakit membutuhkan dokter, yang tinggal dalam kegelapan merindukan kedatangan sinar, yang tertawan merindukan seorang penyelamat, yang terbelenggu membutuhkan seorang pelepas, dan lainnya.

“Bukankah itu hal-hal yang cukup berarti dan penting untuk menggerakkan Allah, sehingga Ia turun bagaikan seorang dokter yang mengunjungi kodrat manusiawi, setelah umat manusia terjerat dalam situasi menyedihkan? Itulah sebabnya, berita kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat diwartakan kepada para gembala yang menjaga kawanan ternaknya di padang pada waktu malam,” urainya.

Nampaknya, para gembala itu resah, galau, dan ketakutan. Sebab, tiba-tiba muncul di hadapan mereka, Utusan Allah yang menyampaikan nuansa sukacita surgawi tak terperikan. Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.


Di tengah suasana yang bingung itu, para gembala bersukacita dalam Tuhan. Karena Allah telah menggenapkan janji-Nya untuk mengutus seorang Penyelamat dan Penebus dari perbudakan dosa dan maut. Kendati anugerah keselamatan Allah dalam kelahiran Yesus Kristus ditujukan kepada semua manusia, tetapi Tuhan menyatakan kepada orang yang kecil, sederhana, polos, dan bersahaja.

Allah telah mengaruniakan damai sejahtera. Damai yang bukan buatan manusia dan bukan berasal dari dunia. Tetapi damai sejahtera yang berasal dari atas, dari surga, dari Allah. Damai sejati hanya dapat dialami oleh semua orang yang rela untuk mengenal Yesus dan mengambil bagian dalam sengsara dan kebangkitan-Nya.

“Tanpa itu semua, segala akan sia-sia dan kita masih berada dalam kegelapan tanpa akhir. Pada masa Natal ini, mari kita mengarahkan pandangan kita kepada Allah yang memberikan anugerah besar kepada kita dan meningkatkan persahabatan sebagai tanda kerukunan di antara umat beragama,” pungkasnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel