Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, MTh: Renungan Paskah! Menang Bersama Kristus, Menang Karena Kristus, dan Menang di Dalam Kristus

JAKARTA, DNT News – “Syukur kepada Allah, yang memberikan kepada kita kemenangan oleh Kristus, Tuhan kita”. Paskah sudah dirayakan Gereja jauh sebelum Natal dikenal. Sudah sejak abad kedua, Paskah adalah perayaan Kristen yang paling penting. Bagaimana dengan Paskah dewasa ini? Bukanlah Hari Raya Paskah agak dianaktirikan oleh kita?

Hal ini disampaikan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiun HKBP, melalui surat elektroniknya ke dalihannatolunews.com. “Dibandingkan dengan perayaan Natal maka perayaan Paskah seringkali sepi-sepi saja. Mengapa? Karena banyak orang tidak memahami kekayaan dan kedalaman makna Pakah bagi hidup manusia,” katanya.

Dikatakannya, peristiwa Paskah adalah sumber dan titik tolak iman Kristen. Seluruh kitab Injil dan seluruh kitab Perjanjian Baru ditulis karena adanya peristiwa Paskah. Paskah adalah dasar dan pusat iman Kristen. Rasul Paulus berkata: ”Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah segala pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”

“Seluruh hidup dan pekerjaan Tuhan Yesus selama 33 tahun itu, hanya dapat kita mengerti kalau kita memahami makna peristiwa Paskah. Begitu senteralnya peranan Paskah dalam kehidupan Kristen, sehingga dapat dikatakan bahwa sebenarnya tiap Minggu adalah hari perayaan Paskah. Inilah asal-usul Gereja berbakti pada hari Minggu,” ujarnya.


Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh menanyakan, bagaimana menghayati makna Paskah sekarang ini dalam tahun politik? Ciri khas di dalam tahun politik ini adalah persaingan. Persaingan yang ketat, keras, dan sering kali amat kejam terjadi  antar pribadi, antar kelompok, antar partai, bahkan memakai cara-cara yang tidak benar dan tidak baik. Misalnya dengan berita hoaks dan fitnah.

“Kata kunci dalam persaingan adalah menang. Kalau Anda menang, maka melesat maju. Kalau Anda kalah, maka akan tersingkir. Sebab itu, Anda mesti menang! Mesti menang! Tidak boleh kalah! Sesungguhnya hidup persaingan ini amat berat. Banyak stress. Yang menang stress, karena mesti menang terus. Yang kalah, apa lagi. Ketika semua orang adalah saingan yang mesti dikalahkan, ada jauh lebih banyak penjilat dan penghianat dari pada sahabat,” cetusnya.

Masyarakat mendukung sistem demokrasi karena memperhatikan dan menghargai suara dari tiap rakyat. Hak bersuara dari tiap rakyat sama. Tetapi janganlah tutup-mata terhadap bahaya demokrasi. Suara terbanyak sebagai suara manusia dapat juga menutupi kebenaran. Manusia-manusia yang merupakan mayoritas dalam sesuatu tempat bisa saja sepakat mengadakan sesuatu yang merusak kebahagiaan umum. Golongan terkecil di suatu daerah bisa saja tertindas oleh demokrasi.


“Apa yang kita anjurkan? Yang selalu kita sokong ialah bentuk pemerintahan demokrasi yang menjamin kebebasan beragama dan kebebasan memilih agama bagi tiap rakyat, serta pemerintahan yang membawa masyarakat adil dan makmur. Inilah pengertian kita sebagai orang Kristen. Oleh karena itu demokrasi di Indonesia yang berdasarkan Pancasila harus kita pertahankan,” katanya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan Dosen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (PPS-UKI) Jakarta ini mengungkapkan dalam iman Kristiani, kemenangan itu juga penting bahkan amat penting. Peristiwa Paskah adalah peristiwa kemenangan. Salam Paskah yang paling tua adalah “Christos Victor” artinya Kristus menang! Menurut Rasul Paulus orang percaya adalah orang yang lebih daripada orang yang menang. Karena itu, sekali lagi kemenangan itu penting. Tetapi kalau Alkitab berbicara tentang kemenangan, ia berbicara tentang kemenangan yang sama sekali lain. Yaitu kemenangan bersama Kristus, menang karena Kristus, dan menang di dalam Kristus.

“Artinya, kita menang tetapi jangan sombong. Jangan membanggakan diri, lebih-lebih jangan sok, mentang-mentang, dan menang-menangan. Pada 2 Korintus 4:7 Paulus mengatakan: Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami,” tutupnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel