Pdt. Marihot Siahaan, STh: Paskah Kristen adalah Paskah Libertis yakni Kebebasan dari Penderitaan dan Maut Akibat Dosa

JAKARTA, DNT News – Paskah orang Kristen bukanlah Paskah Politis, bukan Paskah Elitis, bukan Paskah Pragmatis, bukan Paskah Oportunis, bukan Paskah Selebritis, dan bukan pula Paskah Hedonis.

Hal ini dikatakan Pdt Marihot Siahaan STh, Pendeta Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB), kepada dalihannatolunews.com, Minggu 01 April 2018 malam, di Jakarta. “Paskah Kristen adalah Paskah Libertis yakni kebebasan dari penderitaan dan maut  (kematian) akibat dosa,” katanya.

Disampaikannya, dosa adalah rasa benci, permusuhan, ketidakadilan, ketidakbenaran, kejahatan, kemunafikan dan fitnah. “Kebangkitan adalah kemenangan atas dosa untuk menghadirkan keselamatan, kasih, kebenaran, keadilan, kejujuran, dan damai sejahtera. Menghadirkan Syalom Sorgawi di bumi,” serunya.

Dalam kebangkitan, Yesus Kristus membawa orang percaya melewati jalan salib dan maut dengan pengorbanan untuk hidup dalam kemenangan dan keselamatan (kebebasan). Kini setelah kebangkitan, tugas orang percaya adalah memberitakan Injil keselamatan itu.

“Tugas ‘kita orang percaya’ yang disebut juga ‘orang Kristen’ (orangnya Kristus) bukanlah sekadar arak-arakan dan semarak-semarakan. Tetapi jalan pengorbanan. Kerelaan mengorbankan kepentingan diri sendiri demi orang banyak. Bukan sebaliknya, mengorbankan kepentingan orang banyak demi kepentingan diri sendiri. Bukan demi popularitas, tetapi adalah totalitas berkorban,” tegasnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018

Dilanjutkannya, Yesus mengorbankan kemuliaanNya demi manusia berdosa. Ia telah merendahkan dan mengosongkan diriNya di kayu Salib. Ia dinaikkan ke puncak penderitaanNya dan turun ke dalam dasar maut yang dalam. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama (Filipi 2: 9).

“Ia adalah dan harus menjadi teladan sejati bagi kita. Karena itu hendaklah tidak ada orang Kristen yang menari di atas keterpecahan Gereja dan bangsa. Sebaliknya, hendaklah mau berkorban demi keutuhan tubuhNya (Gereja) dan demi kesatuan bangsa dan negara,” pintanya.

Menurut Pdt Marihot Siahaan STh yang juga Sekretaris Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) ini, jika jujur, Gereja kini sedang mengerang, digerogoti, dan di persimpangan jalan. Gereja dibuat hanya sebagai wayang sehingga kehilangan wibawa sosial dan suara kenabian.

“Maka sebagai anggota tubuh Kristus, marilah kita semua bangkit dan sungguh-sungguh memikirkan masa depan Gereja yang utuh dan kuat serta menjadi berkat bagi dunia ini. Hanya dengan demikianlah kita dapat disebut sebagai pengikut dan orangnya Kristus yang sejati,” imbuhnya.

“Salam Paskah kepada Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang terkasih. Allah Tritunggal, Bapak, Anak, dan Roh Kudus memberkati dan menyertai semuanya. Syalom!” pungkasnya. (LN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel