Pdt. Marihot Siahaan, STh, Pendeta Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB): Kini Tugas Kita Membawa Gereja Batak Menjadi Berkat Bagi Dunia 100 Tahun ke Depan

JAKARTA, DNT News – Hari ini Dr Ingwer Ludwig Nommensen genap 100 tahun meninggal (23 Mei 1918-23 Mei 2018). Dr IL Nommensen lahir di Nordstrand, Denmark (kini Jerman), 06 Februari 1834, meninggal di Sigumpar Toba Samosir pada usia 84 tahun, dan dimakamkan juga di Sigumpar.

Hal ini dikatakan Pdt Marihot Siahaan STh, Pendeta Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB), kepada dalihannatolunews.com, Rabu 23 Mei 2018 pagi, di Jakarta. “Ia yang digelari Rasul Batak itu mempersembahkan sepenuh hidupnya kepada Tuhan demi keselamatan orang Batak. Matinya juga menjadi persembahan harum,” katanya.

Lantas Pdt Marihot Siahaan STh menyampaikan pertanyaan. “Apa kini yang layak kita katakan?” Hendaklah kita berkata: “Terpujilah Tuhan. Haleluya!” Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang sudah memetik buah pekerjaannya?

“Kini tugas kita membawa Gereja Batak menjadi berkat bagi dunia 100 tahun ke depan mulai dari sekarang. Itu baru namanya bersyukur. Firman Tuhan ini cocok kita camkan, Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan (Mazmur 118:17),” katanya.

Pdt Marihot Siahaan STh

Menurutnya, membawa Gereja Batak menjadi berkat bagi dunia 100 tahun ke depan merupakan tugas berat. Tapi dengan mengandalkan Tuhan, tiada yang mustahil. “Mari kita ingat kondisi Tanah Batak dan orang Batak dulu zamannya Ompui Dr IL  Nommensen. Tentu punya tantangan berat, tetapi berhasil. Kenapa? Ini yang harus menjadi renungan mendalam untuk mendapat jawaban yang benar,” serunya.

Sampai sekarang Kristen Batak masih menunjukkan kegembiraan berkat masuk Injil di Tanah Batak. Injil holistik membawa hasil, yakni hamajuon. Kemajuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Kisah kemajuan ini terutama bisa didengar dari para keturunan Pendeta Zending dan Guru Zending.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 133/Jui 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 133/Juni 2018

“Inilah yang menjadi evaluasi bagi Gereja Batak dan para tokoh dan pemimpinnya hari ini. Sampai di mana peranan kita dalam memajukan kehidupan masyarakat? Apakah Geraja Batak benar-benar ikut serta memajukan pertanian, kesehatan, dan pendidikan? Belum lagi bidang sosial lainnya. Atau, bagaimana peranan dan aktivitas Gereja Batak kini dalam memberitakan Injil ke dalam dan ke luar?” tanyanya.

Pdt Marihot Siahaan STh yang juga Sekretaris Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) ini mengingatkan jka hidup Nommensen dalam kondisi dulu telah mampu membuat kemajuan dan kebanggaan 100 tahun setelah kematiannya, seharuslah orang percaya memikirkan apa yang menjadi tugas 100 tahun ke depan dari hari ini. Akan hal ini, pemimpin-pemimpin visioner dibutuhkan.


Pemimpin visioner adalah yang bukan hanya memikirkan dirinya 5 tahun, tetapi yang memikirkan gereja dan dunia untuk 100 tahun ke depan supaya menjadi berkat. “Itulah tandanya bahwa kita benar bersyukur atas karya Allah melalui Ompui DR IL Nommensen, keluarga, dan misionaris lain,” tandasnya.

“Nah, seraya bersyukur dan bergairah, mari Gereja Batak mulai tugas besar ini dari titik nol. Syalom dan horaaas!” pungkasnya. (LNR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel