Pdt. Nurni br. Siahaan, STh: Pimpin Ibadah Pesta Parningotan Ari Hamamate Ni Tuhan Yesus “Jumat Agung” di Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur

JAKARTA, DNT News – Huria ni Kristus. Di Ari Parningotan Hamamate ni Tuhan Jesus sadari on, itahalashon do balga ni holong ni roha na binasabasahon ni Tuhanta tu hita. Ai rade Ibana mate di hau pinarsilang laho mamorsan dosanta. Ibana do mual ni ngolunta. Sipangolu tondinta. Alani i, bongot ma hita tu bahalNa marhitehite hamauliateon.

Panggilan ibadah inilah yang mengawali Pesta Parningotan Ari Hamamate Ni Tuhan Jesus “Jumat Agung” dengan tema “Panotnoti Jala Haposi Ma Jesus Na Tarsilang i” Jumat 30 Maret 2018, pukul 08.30-11.00 WIB, di Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas, Distrik VIII DKI Jakarta. Ibadah itu dipimpin Pdt Nurni br Siahaan STh sebagai pengkotbah dan liturgist diperankan St Ny Sianturi br Panjaitan.

Peringatan Jumat Agung yang merupakan Hari Jumat sebelum Minggu Paskah adalah hari peringatan Penyaliban Jesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Untuk mengenang kejadian tersebut, para jemaat mengikuti ibadah dengan mengenakan pakaian warna nuansa gelap.

Pendeta dalam kotbahnya mengutip sesuai tema perayaan dari nats Johannes 19:28-37. Ditanyakannya, mengapa orang Kristen harus memperingati Jumat Agung? Jawabnya, karena Yesus Kristus disalibkan pada hari Jumat serta untuk mengenang penderitaan Kristus di kayu salib.

Sebelum Kristus disalibkan banyak proses penderitaan yang dihadapi yakni dihina, dipukul, dicambuk, dan disangguli simanjujung. Berbagai penderitaan itu dialami Kristus secara beruntun sebelum mati di kayu salib. Kristus ingkon manaon na hansit, andorang so marujung ngoluNa. “Namun tragisnya, Kristus disalibkan dan mati di kayu salib bukan karena kesalahan atau kelalaianNya tetapi untuk menyelamatkan umat manusia dari perbuatan kejahatan dan dosa,” katanya.

Pdt Agustinus Nainggolan STh dan Pdt Nurni br Siahaan STh melayani Perjamuan Kudus di Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas
Para jemaat mempersiapkan diri mengikuti ibadah “Jumat Agung” di Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur
Para jemaat mempersiapkan diri mengikuti ibadah “Jumat Agung” di Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur

Dikatakannya, Kristus datang dengan kasih dan sukacita menggantikan posisi manusia yakni dalam menanggung penderitaan dan kematian. Kristus menggantikan manusia dalam penderitaan di kayu salib. “Namun ujungnya bukan kematian semata, tetapi untuk menyelamatkan manusia. Na ingkon mate anak ni jolma humongkop pardosa,” ujarnya.

Mengenal Kristus tidak akan lengkap kalau tidak mengetahui hubunganNya dengan salib dan kalau tidak mengetahui penderitaanNya di kayu salib. Pernahkah kita mengenang penderitaan Kristus di kayu salib? Penderitaan yang dialami Kristus adalah untuk mempermuliakan umat yang dikasihiNya. Penderitaan Kristus itu terlihat dari keberadaan (hadirion) Nya sebagai manusia.

“Karya penyelamatan jauh hari sebelumnya sudah direncanakan oleh Tuhan. Walau Kristus sudah tahu akan mengalami penderitaan tetapi Dia tidak pernah lari, menghindar atau mengelak. Karena Dia tahu untuk melayani BapaNya. Karena Dia tahu untuk menyelamatkan manusia. Karena Dia tahu untuk menebus dosa manusia,” urainya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018

Pada akhir kotbahnya, Pdt Nurni br Siahaan STh yang merupakan pendeta fungsional di HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur ini mengatakan, setelah itu “Nunga marujung”. Apa yang berakhir? Sudah berakhir penderitaan Kristus. Namun akhir penderitaan itu bukanlah kematian, tetapi keselamatan umat manusia.

“Kita mampu melihat Kristus dalam penderitaan yang sudah memberi pengampunan dosa. Untuk itu kita harus selalu mengingat Kristus untuk memuliakan, mengucap syukur, berterima kasih, mengagungkan, dan memuji dalam kehidupan baik suka maupun duka. Karena Dia telah menebus kita. Amin,” tutupnya.

Seusai ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus (ulaon na badia) yang dipimpin Pdt Agustinus Nainggolan STh pendeta ressort HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas. Kedua pendeta itu melayani jemaat secara bersamaan dimana Pdt Agustinus Nainggolan STh memberikan roti sebagai “tubuh Kristus” dan Pdt Nurni br Siahaan STh memberikan anggur sebagai “darah Kristus”.

Gereja HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas, Pulogadung, Jakarta Timur melaksanakan dua kali ibadah Jumat Agung. Pada ibadah kedua pukul 12.00 WIB dilakukan juga ulaon na hohom sebagai peringatan kematian Yesus Kristus. (YN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel