Pdt. Samuel Christian Sitompul, S.Th: Persatuan Sangat Mahal Karena Menghasilkan Kesatuan Hati, Pikiran, dan Sukacita yang Bisa Dilakukan Setiap Orang

JAKARTA, DNT News – Kata persatuan (hasadaon) sesuai sila ke-tiga Pancasila. Persatuan itu sangat mahal karena dapat menghasilkan kesatuan hati, pikiran, dan sukacita yang bisa dilakukan setiap orang. Persatuan sangat penting di tengah komunitas, keluarga, dan bangsa. Tanpa persatuan akan sulit mengerjakan sesuatu yang diinginkan.

Hal ini disampaikan Pdt Samuel Christian Sitompul STh dalam kotbahnya pada kebaktian Pesta Bona Taon Hatopan Raja Toga Sitompul dohot Boru (HRTSB) Se-Jabodetabek Banten, Minggu 01 Maret 2020, di Gedung BritAma Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Liturgis diperankan Pdt Mei Marulak Siahaan STh dan doa syafaat dipanjatkan Pdt Panuturi Sitompul STh. Sementara organis Ruth br Sitompul, solist Akuline br Sihombing, serta song leader Ny Farida Sianturi br Sitompul dan Ny Evelyn Hutabarat br Sitompul.

“Dampak persatuan sangat positif dan indah sekali. Parohon haulion dohot hadengganon. Na borat hian boi gabe ringan. Persatuan menurut pikiran manusia diikat gotong royong tekad kebersamaan yang dapat diakukan pada pekerjaan di tengah kehidupan setiap hari. Setiap orang yang memahami adanya persatuan, maka Tuhan Yesus berdoa supaya semua menjadi satu,” katanya.

Pdt Samuel Christian Sitompul STh mengutip nats Alkitab dari Johannes 17:20-21 “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka. Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”.

Pdt Samuel Christian Sitompul STh dan pendeta na martohonan lainnya menutup kebaktian Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten
Suasana Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten berlangsung meriah di Gedung BritAma Arena, Mahaka Square Jakarta
Suasana Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten berlangsung meriah di Gedung BritAma Arena, Mahaka Square Jakarta

Disampaikannya, pertanyaan yang muncul adalah: Boa do asa jumpang hasadaon? Ingkon adong na masijangkonon, masijoloan, dohot masimaafan. On do na tahaporluon, alai olo sering tahalupaon. Ta ulaon alai dang tahangoluon. Alani masijolo-joloani ma hita partupa na denggan jala tahalupaon di hahurangan ni dongan.

“Kita orang Batak, marga Sitompul yang sudah dikuduskan (diparbadiai) Tuhan Yesus. Kita telah diperbaharui melalui kematian Tuhan Yesus. Mengenal Kristus yang telah membaharui kita, akan memiliki sifat sepikiran dan sama-sama memiliki (rap manghaporluon). Sehingga persatuan itu terlihat nyata melalui kehidupan yang dijalani setiap hari,” sebutnya.

Persembahan pujian dari Koor Lumbandolok/Tuan Nagani (POROS) “Martua Na Sa Bagas” pada kebaktian Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten
Persembahan pujian dari Koor Ama Raja Toga Sitompul “Gok Las Ni Rohangki” pada kebaktian Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten
Persembahan pujian dari Koor Sektor Cipayung/Cilangkap “Nunga Tangkas” pada kebaktian Pesta Bona Taon HRTSB Se-Jabodetabek Banten

Diingatkannya, dalam kehidupan tidak ada yang kebetulan. Semua dalam rancangan Tuhan termasuk parungkilon dohot hamaolon. “Itu semua proses pendewasaan. Unang hita mabiar alai lam pos ma rohanta tu Debata. Kemajuan pun membawa banyak perubahan yang terkadang bisa membuat kita lebih ‘mempercayai’ teknologi dari pada Tuhan. Kemajuan adalah berkat, tapi sumber berkat itu hanya berasal dari Tuhan Yesus sendiri,” tegasnya.

Pada akhir kotbahnya, Pdt Samuel Christian Sitompul STh yang merupakan pendeta ressort yang melayani di HKBP Kramat Jati Jakarta Timur ini memberikan pesan tiga hal kepada generasi muda yakni memiliki iman, pengetahuan, dan kepedulian. “Sehebat-hebat manusia tidak bisa kembali ke masa silam. Dia hanya bisa mengingat, yang dapat dilakukan melalui reuni. Semoga kita diingat orang yang menjadi berkat bagi sesama. Punguan ini akan kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak,” pungkasnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 154/Maret 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 154/Maret 2020

Pada kebaktian itu berkumandang lagu rohani “O Debata Tung Longang do rohangku”, “Somba ma Jahowa”, “Jahowa Siparmahan Ahu”, “Ale Amang Asi RohaM”, “Aha pe Masa di Ngolumon”, “Hagogoon dohot Apul-apul”, “Oh Tuhan Togu-togu Ma Ahu”, “Gok Las Ni Roha”, dan “Di Pardalanan Jesus di Jolongku”. Selain itu persembahan pujian dari Koor Lumbandolok/Tuan Nagani (POROS) “Martua Na Sa Bagas”, Koor Ama Raja Toga Sitompul “Gok Las Ni Rohangki”, dan Koor Sektor Cipayung/Cilangkap “Nunga Tangkas”.

Pada kebaktian itu hadir pendeta na martohonan yakni Pdt Ridoi Batubara STh MPdk, Pdt Asman Sitompul STh, Pdt Victor Saut H Sitompul STh, Pdt Sintong Sitompul STh, Pdt Losse N Sitompul STh, Pdt Simon Petra Sihombing STh, dan Pdt Tetty Dorinda Sitompul STh. Dengan iringan lagu rohani “Gok Las Ni Roha” terkumpul persembahan sebesar Rp 10.014.500,- yang diserahkan kepada dua gereja di bona pasogit yakni HKBP dan GKPI Pangaloan, Pahae, Tapanuli Utara. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel