Pemerintah Kabupaten Toba Samosir: Gelar Forum Diskusi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah Bersama Elemen Masyarakat

BALIGE, DNT News – Kami siap menerima saran dan masukan dari semua pihak, tapi kami tidak suka difitnah. Kami tidak anti kritik dari elemen masyarakat demi perbaikan Tobasa ke depan. Namun kalau bisa, kami juga diberi masukan berupa solusi atas masalah yang disampaikan.

Hal ini dikatakan Ir Darwin Siagian, Bupati Toba Samosir (Tobasa), pada Forum Diskusi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tobasa Bersama Elemen Masyarakat, Kamis 26 April 2018, di Ruang Panatapan Rumah Dinas Bupati Tobasa, Balige.

Diskusi Publik tersebut dipimpin Ir Darwin Siagian (Bupati Tobasa) bersama Ir Hulman Sitorus MM (Wakil Bupati), didampingi Sabam Simanjuntak (Mewakili Masyarakat Tobasa), Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM (Mewakili Anak Rantau), Bram Situmorang (Mewakili Unsur Pers). Moderator diperankan Drs Robert Pardede dan pengantar acara (MC) Tulus Hutabarat (Kabag Humas Tobasa).

Suasana Forum Diskusi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tobasa Bersama Elemen Masyarakat
Anak rantau Dr Manahara Pardosi, Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM, Ir Risman Simanjuntak, Jurnal Effendi Siahaan SH MSi, Ir Parlin Sianipar MT, dan Drs Robert Pardede bersama Tulus Hutabarat (Kabag Humas Tobasa)

Pada diskusi itu terlihat hadir anak rantau di antaranya Ir Parlin Sianipar MT, Jurnal Effendi Siahaan SH MSi, Ir SM Tampubolon, Dr Manahara Pardosi, Soy M Pardede SE, Ir Mangatur Pardede, Drs Robert Pardede, Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM, Ir Risman Simanjuntak, Soltan Simangunsong, Drs Ricardo Pardede SH, dan lainnnya.

Bupati mengundang elemen masyarakat untuk memberikan masukan kepada Pemkab Tobasa sekaitan arah pembangunan yang lebih baik. “Selama dua tahun menjadi bupati dan wakil bupati, kami ingin di sisa waktu pemerintahan ini diberikan masukan positif untuk arah pembangunan Tobasa yang lebih baik lagi,” katanya.

Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan Wakil Bupati Ir Hulman Sitorus MM diabadikan bersama elemen masyarakat termasuk anak rantau
Elemen masyarakat termasuk anak rantau seusai Forum Diskusi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tobasa

Bupati mengakui bahwa dalam dua tahun pemerintahan yang dijalaninya masih ada kekurangan yang perlu ditingkatkan agar lebih maksimal. Untuk itu, dia mengharapkan masukan serta solusi dari elemen masyarakat Tobasa dan yang datang dari perantauan.

“Kita ingin berbuat lebih baik lagi. Untuk itu melalui diskusi publik ini, kita tidak ingin ada ‘penghakiman’ akan tetapi masukan dengan solusi. Sehingga pembangunan di Kabupaten Tobasa bisa lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Pada kesempatan memasuki tahun ketiga Pemerintah Kabupaten Tobasa, Ir Darwin Siagian bersama SKPD memaparkan Indikator Makro, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Per Kapita, Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia, dan Sumber Pembiayaan Pembangunan Kabupaten Tobasa.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 132/Mei 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 132/Mei 2018

Kemudian disampaikan hal menyangkut yang telah, sedang, dan akan dilakukan ke depan dalam berbagai bidang. Pertanian meliputi irigasi populasi produksi peternakan dan perikanan, Pendidikan dengan capaian indikator, Kesehatan dengan keberadaan RSUD Porsea, Infrastruktur jalan, Kondisi pasar dan perdagangan dengan revitalisasi, Energi dan listrik, Industri dan UKM, Investasi, Pendidikan, Pariwisata, dan lainnya.

Selanjutnya tentang Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Tobasa meliputi Ketersediaan Dokumen Perencanaan, Pengembangan Kawasan, KPPN Ajibata, Kawasan Strategis Cepat Tumbuh, Kawasan Adat Terpencil, dan Kawasan Industri BOPKDT.


Berbagai masukan diberikan peserta dengan keinginan untuk mewujudkan “Tobasa Hebat 2020” dengan Tobasa Sejahtera, Tobasa Membangun, Tobasa Sehat, dan Tobasa Cerdas. Masukan berharga itu datang dari Dr Manahara Pardosi, Ir SM Tampubolon, Jhon Pasaribu, Soltan Simangunsong, Galumbang Sibarani, Robert Hutahaean, Edison Manurung SH MM, Timbul Tambunan SH, Drs Ricardo Pardede SH, dan Jurnal Effendi Siahaan SH MSi.

Kehadiran anak rantau dari Jakarta merupakan action plan atas Diskusi Publik yang digelar Jumat 16 Maret 2018 lalu, di Tobok Hall, Huta Ompu Tobok. Jakarta Timur. Hasil rangkuman dan tanggapan yang merupakan saran bagi perkembangan Tobasa ke depan itu sudah ditindak lanjuti Pemerintah Kabupaten Tobasa. (TR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel