Pemilihan Legislatif 2019: Menakar Peluang Caleg DPR-RI Berdarah Batak Dapil Jawa Barat VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta)

JAKARTA, DNT News – Proses demokrasi di Indonesia selalu berlangsung semarak terutama saat Pemilu Legislatif (Pileg) yakni Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Salah satu bukti terlihat dari banyaknya jumlah Calon Legislatif (Caleg) dalam Pemilu 2019 ini. Pileg tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Pemilu Presiden (Pilpres) Indonesia.

Pada Pileg yang diselenggarakan Rabu 17 April 2019 akan memilih 575 anggota DPR-RI di 80 daerah pemilihan (Dapil) periode 2019-2024. Untuk Dapil Jawa Barat VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta) terdapat 145 Caleg pada 16 Parpol. Dari seluruh Caleg tersebut terdapat sekitar 8 Caleg berdarah Batak. Mereka akan memperebutkan 10 kursi di Senayan.

Para Caleg ini akan bertarung dengan Caleg lain yang memiliki nama besar. Termasuk bertarung dengan legislatif incumbent hasil Pileg 2014 silam. Dari 10 legislatif incumbent DPR-RI di Dapil Jawa Barat VII sebanyak 8 orang mencalonkan kembali. Sedangkan 2 legislatif incumbent lainnya tidak terdaftar lagi sebagai Caleg di Dapil Jawa Barat VII.

Untuk mengetahui seberapa besar peluang Caleg berdarah Batak di Dapil Jawa Barat VII dapat dilihat dan membandingkan dengan para pesaing legislatif incumbent dan Caleg yang memiliki nama besar.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 143/April 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 143/April 2019

Inilah ke-8 Caleg DPR-RI berdarah Batak di Dapil Jawa Barat VII yang berjuang keras memperebutkan kursi. PDI-P menempatkan Daniel Lumban Tobing (nomor urut 2), Adityawarman Ginting (nomor urut 4), dan Ir Alexander Doloksaribu (nomor urut 8). GOLKAR menempatkan Drs Jenri MP Panjaitan MH (nomor urut 5).

NASDEM menempatkan Dr Niru Anita Sinaga SH MH (nomor urut 7) dan Drs Linggom FL Toruan (nomor urut 9). PSI menempatkan Nelly Maria Samosir MPd (nomor urut 7). HANURA menempatkan Tumiur Suriaty S (nomor urut 1).

Saingan berat Caleg berdarah Batak pada dapil ini adalah para legislatif incumbent yakni Hj Evi Fatimah SAg MAP (PKB nomor urut 3), Rieke Diah Pitaloka MHum (PDI-P nomor urut 1), Drs Dadang S Muchtar (GOLKAR nomor urut 3), drg Putih Sari (GERINDRA nomor urut 1), Ir H Hari Kartana MM PhD DSc (DEMOKRAT nomor urut 3), Daeng Muhammad SE MSi (PAN nomor urut 1), dan Dra Wardatul Asriah (PPP nomor urut 1). Sedangkan dua legislatif incumbent lainnya Dr H Mardani MEng (PKS) dan Dr H Ade Komarudin MH (GOLKAR) tidak menjadi Caleg lagi dari Dapil Jawa Barat VII pada Pileg 2019 ini.


Selain itu terdapat nama sudah sangat dikenal masyarakat yang menjadi pesaing berat bagi para Caleg incumbent dan Caleg berdarah Batak di antaranya Dedi Mulyadi SH (GOLKAR nomor urut 1), Saan Mustopa MSi (NASDEM nomor urut 1), Ahmad Syaikhu (PKS nomor urut 1), Angel Lelga SE (PERINDO nomor urut 3), Hj Vera Febyanthy (DEMOKRAT nomor urut 1), dan lainnya.

Sementara Caleg berdarah Batak yang berpeluang terpilih karena merupakan legislatif incumbent adalah Daniel Lumban Tobing (PDI-P nomor urut 2). Selain itu memungkinan terpilih Tumiur Suriaty S (HANURA nomor urut 1), Drs Jenri MP Panjaitan MH (GOLKAR nomor urut 5), dan lainnya.

Dengan melihat kekuatan para Caleg pada Jawa Barat VII, pertanyaan yang muncul: “Mampukah Caleg berdarah Batak meraih kursi DPR-RI di Senayan Jakarta?” (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel