Peniel Panjaitan: Peserta Bermarga Batak Pertama Melanjutkan Kemesraan Lolos dari Babak-18 Besar Golden Memories Volume 2 Indosiar

JAKARTA, DNT News – Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-18 Besar ajang persembahan bakat penyanyi khusus usia lanjut dengan tembang lawas era 70-90an tahap ke-4 sudah berlangsung sejak Jumat 29 September 2017 dalam 6 (enam) group. Seperti diketahui, dalam babak ini terdapat 3 (tiga) peserta bermarga Batak yakni Peniel Panjaitan (Medan), Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara), dan Abdi Siahaan (Tangerang).

Peniel Panjaitan (Medan) merupakan peserta bermarga Batak pertama yang lolos dari Babak-18 Besar. Peniel yang berada di Group 3 berhasil meraih SMS tertinggi dan berhak melaju melanjutkan kemesraan ke babak berikutnya.

Pada Babak-18 Besar Group 3 yang disiarkan live dari Studio 5 Indosiar, Selasa 03 Oktober 2017 malam ini, lolos Peniel Panjaitan (Medan) lagu “Aku Suka Kamu” ciptaan Roma Gia meraih 38,16 persen dan Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara) lagu “Angin Malam” ciptaan A Riyanto meraih 32,26 persen. Sementara Vivi (Manado) lagu “Ingin Kumiliki” ciptaan Harry Kiss & Tohpati hanya meraih 29,58 persen pulang menjadi nostalgia.

Ekspresi Peniel Panjaitan lepas dari ketegangan setelah diumumkan peraih SMS tertinggi pada Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-18 Besar Group 3
Peniel Panjaitan tampil duet dengan Titi Dwijayanti lagu “Aku Suka Kamu” pada selingan acara Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-18 Besar Group 3

Pada babak ini berbeda dari babak sebelumnya. Peserta langsung beryanyi secara berdekatan dengan pemberian tanda lampu tanpa komentar dari Dewan Juri. Setelah ketiga peserta selesai bernyanyi, Dewan Juri dan komentator memberi penilaian kepada masing-masing peserta.

Penampilan Peniel Panjaitan malam ini membawakan lagu “Aku Suka Kamu” cukup menyenangkan. Pembawaannya tetap konsisten dengan gaya rocker sejak Babak-45 Besar lagu “Kau Seputih Melati”, Babak-30 Besar lagu “Rumah Kita”, dan Babak-24 Besar lagu “Kehidupan”. Walau mendapat satu tanda merah dari Titi Dwijayati namum dia mampu memikat hati penonton dengan torehan SMS tertinggi.

Titi Dwijayati mengatakan menghargai semua peserta yang tampil maksimal dan usaha yang juga maksimal. Namun dia mengaku tugasnya sebagai juri dengan jeli melihat kekurangan peserta untuk menjadi perbaikan. “Peniel, ini lagu kan lagu yang happy. Kamu kurang happy, kurang genit, kurang nakal, kurang menuju penonton. Kontrol yang dilakukan kurang lepas dan kurang rileks,” ujarnya.

Hetty Koes Endang menambahkan sopan santun Peniel sudah ok. “Bunda senang, dia tampil dengan improve tidak ada yang fals,” katanya. “Tapi sebagai penyanyi rock, saya menghargai bangat usaha dia,” timpal Iis Sugianto.

Sementara dari komentator, Soimah Pancawati mengatakan Peniel orangnya di rumah tidak romantis yang terlihat dari berbagai pergerakan di atas panggung dengan ekspresi yang masih tegang. “Ketika penari ke belakang jangan dibiarkan begitu saja, harus dipersilahkan. Jadi romantisnya boleh ditambah dan ekspresi lebih santai,” katanya.

Samuel Wattimena mengatakan semua pakaian yang dikenakan peserta, warna dan pilihan bahannya sesuai dengan lirik lagu dan power masing-masing. Dia memberi masukan kepada Peniel, pilihan sepatu dan belt warna hitam terlalu kuat untuk stelan pakaian yang dikenakan.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 125/Oktober 2017. Mau berlangganan???
Hubungi kami segera

Para penonton khususnya pendukung Peniel bersorak sorai menyambut pengumuman lolos dia dari Babak-18 Besar.

Kita nantikan penampilan Peniel Panjaitan peserta bermarga Batak ini pada Golden Memories Volume 2 Indosiar babak berikutnya. Semoga dia melaju hingga ke Babak Final dan berhasil menjadi pemenang. (Fantoro)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel