Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia Kota Medan: Gelar Ujian Kenaikan Tingkat untuk Mengukur Hasil Pelatihan Dilakukan di Dojo

MEDAN, DNT News – Dalam olahraga beladiri karate warna sabuk dipergunakan untuk membedakan antara satu karateka dengan lainnya. Sabuk yang dipergunakan saat mulai berlatih dimulai dari sabuk putih. Secara filosofis, perbedaan sabuk ini didapat melalui ujian kenaikan tingkat untuk mengukur peningkatan kemampuan.

Hal inilah yang dilakukan kepada 46 orang murid Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia Kota Medan dengan mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) mulai dari Sabuk Putih hingga Sabuk Coklat, Minggu 13 Mei 2018, di lokasi SD-SMP-SMA Budi Murni 2, Jln Kapiten Purba, Perumnas Simalingkar Medan.

UKT tersebut diikuti 4 (empat) Dojo antara lain Dojo Ertom dengan pelatih Joan Berlin Damanik SSi MM (DAN III), Dojo Pelita dengan pelatih Immanuel Siahaan (DAN III), Dojo Brigjen Katamso dengan pelatih Iswanta Ginting SPd (DAN II), dan Dojo Nasrani dengan pelatih Saut Marpaung (DAN III).

Ada pun tim penguji pada kegiatan ini antara lain Daniel Haloho (DAN II),  Debora Tampubolon (DAN II), Trias Tampubolan (Dan I), Josep Sihaloho (DAN I), dan Saut Marpaung  (DAN III).

Joan Berlin Damanik SSi MM (DAN III), Immanuel Siahaan (DAN III), Iswanta Ginting SPd (DAN II), Saut Marpaung (DAN III) bersama murid TAKO peserta UKT Kota Medan
Peserta UKT Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia Kota Medan

UKT ini diikuti siswa dengan tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Pelaksanaannya sesuai kurikulum Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia. UKT ini merupakan program untuk mengukur hasil pelatihan yang dilakukan di Dojo.

Latihan di Dojo adalah melatih teknik dasar (fundamental techniques) sehingga setiap teknik memiliki unsur kime yang baik dan benar. Melalui latihan yang dilaksanakan di Dojo secara sistematis dan berkesinambungan diharapkan akan membentuk watak Tri Cita Utama yaitu Perkasa, Rendah Hati, dan Luhur Budi.

Kegiatan UKT ini juga diikuti 2 (dua) atlit muda TAKO Kota Medan yang baru-baru ini meraih prestasi pada Kejurda TAKO Sumut yaitu Rajaindo Damanik Juara 1 Komite/Pa Usia Dini (SD Budi Murni 2 Perumnas Simalingkar), serta Lizi Sitompul Juara 2 Kata Usia Dini/Pi dan Juara 3 Komite Usia Dini (SD Negeri 060922 Jln Kemuning Medan-Sunggal).


Pada kesempatan itu Joan Berlin Damanik SSi MM selaku senioran TAKO dalam sambutannya menjelaskan bahwa TAKO didirikan Drs Syahrun Isa MIAUP pada 24 Januari 1963 di Kota Tebingtinggi. Kepada semua murid TAKO harus mengetahui dan mengingat sejarah TAKO.

Hal ini disampaikan karena rata-rata murid yang mengikuti UKT masih Takowan muda. Dia pun mengingatkan kepada seluruh peserta ujian, agar rajin berlatih untuk bisa berprestasi dalam ajang Kejuaran Daerah, Nasional, maupun Internasional.

“Saat ini atlit TAKO Kota Medan prestasinya terlihat sangat menurun. Sehingga dibutuhkan perhatian para pelatih untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas murid,” imbuhnya. (BK)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel