Persatuan Artis Batak Indonesia: Gelar Live Streaming YouTube Peduli Covid-19 Segmen Ke-6 Terakhir

JAKARTA, DNT News – Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) menggelar Live Streaming YouTube PARBI Official Channel sebanyak 6 segmen. Pada segmen terakhir, Jumat 12 Juni 2020 bertajuk “Menuju New Normal” dari lokasi shooting “Sopo Cafe” mereka menampilkan para artis Batak untuk menghibur pemirsa.

Ketua Umum PARBI H Andi Situmorang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendonasi yang telah berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan para pelaku seni yang terdampak Covid-19. “Semoga menuju new normal, kita berdoa bersama agar kiranya Covid-19 segera berlalu dari tengah-tengah kita,” katanya.

Penasehat PARBI Nelson P Sitompul SE MM pada talk show yang dipandu MC Vanda Hutagalung mengatakan penyelenggaraan Live Streaming YouTube PARBI Official Channel ini merupakan ide luar biasa challenge and respons untuk memenuhi kebutuhan anggota terdampak Covid-19. Dia mendukung acara ini karena memiliki trust terhadap Ketua Umum PARBI, Team Creative, dan Manager Lapangan.

Pendiri & Ketua Pembina Yayasan NPS ini mengaku pada awalnya bercita-cita menjadi seorang penyanyi dengan syarat 3K yakni Kemauan, Kesempatan, dan Kemampuan. “Dalam perjalanan waktu, kita hanya memiliki kemauan besar dan kesempatan luas, namun tidak didukung kemampuan. Kita bersyukur, walau tidak menjadi penyanyi namun bisa menjadi penasehat dan dekat dengan Ketua Umum PARBI,” katanya.

Pasangan suami istri Alex Hutajulu dan Novita Dewi dengan sebuah lagu barat yang merupakan bring back to memory atas dukungan orang Batak kepada mereka
Penyanyi kondang Hutauruk Sister personil kakak beradik yakni Tarida, Bornok, dan Rugun memukau pemirsa dengan lagu “Dengar Tuhan” dan “Dirimu Satu”
Artis pria senior Richard Damanik dengan suara tinggi yang khas membawakan lagu “Sai Anju Ma Ahu dan “Dekke Jair” dipadu versi Barat

Sementara Maulina Silaen produser PT. Cahaya Musik Perkasa (CMP Record) mengatakan acara Live Streaming ini sangat positif dimana bisa menghibur pasombul sihol melihat dan mendengar artis Batak dengan selalu berada di rumah. “Beberapa kali kami ikuti dan berdonasi, karena kami merupakan bagian dari artis Batak. Konsen kami ada 2.000 lebih lagu dan 90 persen merupakan lagu Batak,” katanya.

Pada acara ini tampil artis wanita senior Eva Manurung dengan genre pop tampil menawan membawakan sebuah lagu Barat dan “Karena Rupiah” ciptaannya sendiri. Setelah itu artis pria senior Richard Damanik pemilik suara tinggi dan khas dengan lagu “Sai Anju Ma Ahu” ciptaan Tigor Gipsy Marpaung dan “Dekke Jair” dipadu versi Barat ciptaan Yan Sinambela.

Kemudian penyanyi kondang Hutauruk Sister personil kakak beradik yakni Tarida, Bornok, dan Rugun memukau pemirsa dengan dua lagu ciptaan Tarida Hutauruk yakni “Dengar Tuhan” dan “Dirimu Satu”. Atas penampilan ini, Rudolf Hutauruk berkenan memberikan donasi Rp 1 juta. Alex Hutajulu pemilik suara slow rock tampil dengan dua lagu ciptaannya sendiri “Dang Sian Rohakku” dan “Ingkon Ho”.

Vanda “Gomes” Hutagalung yang sering membawakan lagu-lagu golden memories dengan apik mengumandangkan lagu “Amor, Amor, Amor” dipadu versi Batak ciptaan German Hernandez dan pada penampilan kedua dengan lagu “Il Mundo” ciptaan Carlo Pes. Disusul penampilan kompak Anju Trio personil Ridwan Sibagariang, Rizal Nainggolan, dan Pandi Rajagukguk dengan lagu “Nalao Salpu Do Sude” ciptaan Dakka Hutagung dan “Mana Mungkin Mendua Hati” yang dipopulerkan Pance Pondaag & Deddy Dores.

Artis wanita senior Eva Manurung dengan genre pop tampil menawan membawakan sebuah lagu Barat dan “Karena Rupiah” ciptaannya sendiri
Anju Trio personil Ridwan Sibagariang, Rizal Nainggolan, dan Pandi Rajagukguk kompak lagu “Nalao Salpu Do Sude” dan “Mana Mungkin Mendua Hati”
Para penari dari Sanggar Tari dan Gondang PARBI menampilkan tortor yang diikuti All Artist dan seluruh pendukung pada penghujung acara

Selanjutnya tampil Novita Dewi pemilik karakter suara serak khas dan teknik bernyanyi matang dengan prestasi tertinggi juara pertama Astana Song Festival 2005 di Kazakhstan dengan lagu “Buni Di Ate-Ate” ciptaan Dakka Hutagalung dan “Nungga Lao” ciptaan NN. R2A (Ro Two A) personil Sudi Simbolon, Andio Sianturi, dan Irwan Sidabutar tampil kompak dengan lagu “Asal Ma Olo Ho Di Au” ciptaan Dakka Hutagalung dan “Didia Holong Mi” ciptaan Lans Hutabarat.

Tak ketinggalan Ketua Umum PARBI Andi Situmorang tampil apik dengan lagu “Cinta dan Permata” ciptaan Benny Panjaitan. Sebagai pamungkas, tampil luar biasa pasangan suami istri Alex Hutajulu dan Novita Dewi dengan sebuah lagu barat yang merupakan bring back to memory atas dukungan orang Batak kepada mereka.


Pada kesempatan itu tampil penari dari Sanggar Tari dan Gondang PARBI. Pada awal acara membawakan “Tortor Lima Puak” meliputi Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan, dan Pakpak Dairi. Pada pertengahan acara dipertunjukkan “Tortor Cawan” yang merupakan tarian sakral dengan gerakan sangat unik dan cukup sulit serta mempunyai nilai seni tinggi. Pada penghujung acara ditampilkan tarian berupa tortor yang juga diikuti All Artist dan seluruh pendukung.

Penampilan para artis selama 3 jam itu sangat menghibur pemirsa YouTube dengan diiringi pemusik Rafael Sitorus (keybord), Nico Nainggolan (Saxophone), dan Putra Situmorang (gitar). Juga pemusik tradisional Nardi Simamora (gondang), Sabar Rajagukguk (hasapi), Manogar Sinaga (sarune), dan Manogang Siahaan (seruling). Pada acara tersebut terkumpul dana donasi yang berasal dari Alumnus Tarutung ’79 di antaranya Ir Sanggam Hutapea MM Rp 5 juta, dan lainnya.

PARBI mengucapkan terima kasih atas dukungan pemirsa berupa donasi pada Live Streaming YouTube PARBI Official Channel yang berlangsung selama 6 (enam) segmen sebagai bentuk Peduli COVID-19. Mereka mengutip kata bijak “Cintailah hidup yang kamu jalani dan jalanilah hidup yang kamu cintai”. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel