Presiden RI Joko Widodo: Melantik Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Periode 2018-2023

JAKARTA, DNT News – Visi-misi ini jelas. Pertama, 100 hari pondasi terhadap mempelajari tentang ketenagakerjaan karena Sumatera Utara sangat berharap tentang itu. Kedua, pendidikan dengan segera mencari tahu dan pasti akan melangkah ke depan.

Hal ini dikatakan Edy Rahmayadi seusai dilantik Presiden RI Joko Widodo terkait program prioritas pada 100 hari pertama menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2023, Rabu 05 September 2018, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. “Kita memprioritaskan masalah ketenagakerjaan dan pendidikan,” katanya.

Selain itu dia juga memprioritaskan tiga program lainnya. “Ketiga adalah kesehatan yang harus pasti dan harus sehat. Keempat, infrastruktur yang sebagian sudah diketahui orang Sumatera Utara. Kelima, Sumatera Utara sebagai provinsi agraris harus segera dikembalikan ke pertanian,” urainya.

Presiden Joko Widodo berpesan kepada Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, agar mengejar keterlambatan pembangunan di Sumut. “Segera kejar keterlambatan pembangunan di Sumut,” kata Gubernur Edy Rahmayadi menirukan pesan Presiden seusai pelantikan.

Dilanjutkannya, berarti Sumut sudah terlambat untuk pembangunan makanya harus dikejar. Pesan Joko Widodo ini, merupakan atensi sekaligus tantangan yang mesti dijawab bersama wakilnya, Musa Rajekshah selama memimpin Sumut lima tahun mendatang. “Segera kami akan susun konsep untuk menjawab hal tersebut,” katanya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 136/September 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 136/September 2018

Presiden Joko Widodo melantik 9 (sembilan) pasangan gubernur dan wakil gubernur di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan itu berdasarkan Keppres RI No 152/P-154/P dan 156/P tertanggal 28 Agustus 2018, 157-158/P tertanggal 29 Agustus 2018, dan 159-162/P tertanggal 4 September 2018 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2018-2023.

Setelah pembacaan keppres, Presiden Joko Widodo kemudian mengambil sumpah jabatan para pejabat tersebut didampingi oleh para rohaniwan. “Demi Allah saya bersumpah (Islam)/Demi Tuhan saya berjanji (Katolik/Protestan)/Om Atah Paramawisesa saya bersumpah (Hindu), bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ucap Presiden diikuti oleh para pejabat yang dilantik.

Selanjutnya, para gubernur dan wakil gubernur serta Presiden Joko Widodo melakukan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur masa jabatan 2018-2023.


Selain pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, juga Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan), Ali Mazi dan Lukman Abunawas (Sulawesi Tenggara), Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah), I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali), Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Papua), serta Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat).

Dalam pelantikan itu terlihat hadir Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI-Perjuangan), Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN), Oesman Sapta Odang (Ketua Umum Partai Hanura), Hary Tanoesoedibjo (Ketua Umum Perindo), Romahurmuziy (Ketua Umum PPP), dan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB). (TAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel