Prof. Dr. Laurence A. Manullang: Bangso Batak Terberkati Karena Mempunyai Falsafah Dalihan Na Tolu Sebagai Pemersatu Dalam Satu Kekeluargaan Yang Solid

JAKARTA, DNT News – Dalihan Na Tolu diciptakan nenek moyang Batak seyogianya berlandaskan kasih sayang yaitu somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru. Sejarah telah membuktikan, apabila ada salah pengertian antar kelompok marga di tanah Batak walaupun tidak dapat didamaikan secara hukum tetapi reda didamaikan oleh semangat Dalihan Na Tolu.

Hal ini dikatakan Ketua Dewan Pembina Persatuan Guru Besar Indonesia (PERGUBI) Prof Dr Laurence A Manullang sebagai Keynote Speaker pada “Pra Horja Bolon LABB 2019” bertajuk “Girgir Holong Masihaholongan Dohot Harentaon”, Kamis 05 Desember 2019, di Auditorium Universitas Mpu Tantular, Jakarta Timur.

“Memang kasih itu dahsyat. Bisa membuat kita sehat secara jasmani dan rohani. Secara gamblang di 1 Korintus 13:1-12 diuraikan ternyata kasih itu adalah sumber kesehatan,” katanya.

Dia pun mengutip hasil penelitian Dr Masaru Enato dalam bukunya “Healing and Covering Power of Water” yang menguraikan bahwa kasih itu tidak dendam (hosom). “Dendam itu bisa mengakibatkan kolestrol, stress, penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Sudah dapat dipastikan bahwa Jokowi dan Prabowo Subianto akan tambah sehat sebab setelah selesai pertarungan yang dahsyat, mereka menyatu tanpa ada dendam,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Persatuan Guru Besar Indonesia (PERGUBI) Prof Dr Laurence A Manullang (kiri) bersama Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu dan Marsda TNI (Purn) JFP Sitompul
Ketua Dewan Pembina PERGUBI Prof Dr Laurence A Manullang (berdiri kedua kanan) pada “Pra Horja Bolon LABB 2019” bertajuk “Girgir Holong Masihaholongan Dohot Harentaon”
Dari ka-ki: Djalan Sihombing SH, Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM, Robinson Hutagalung, Prof Dr Gimbal Doloksaribu, dan Drs Togap Silalahi MSi

Prof Dr Laurence A Manullang memaparkan berbagai peranan kasih. Kasih itu tidak dengki (late) yang bisa mengakibatkan serangan sesak nafas dan penyakit paru-paru. Kasih itu tidak membesar-besarkan diri (teal) yang mengakibatkan daya memori dan adaptasi menurun serta diserang prostate. Kasih itu tidak cemburu (elat) yang bisa mengakibatkan impotensi. Kasih itu tidak pemarah yang bisa mengakibatkan tubuh lemah.

“Kasih itu tidak sombong, tidak emosi, tidak tersinggung, tidak menganggap rendah dari yang lain, tidak menganggap sepele dan merasa gampang, tidak merasa khawatir, tidak berpikir negatif, tidak selalu bersedih dan rendah diri, tidak merasa takut berlebihan, tidak membuat kebingungan, tidak pemarah, tidak pernah kesepian. Kasih itu mengatasi stress yang kalau dibiarkan akan mengganggu pencernaan,” urainya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 151/Desember 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 151/Desember 2019

Dari semua pemaparan kasih tersebut, Prof Dr Laurence A Manullang menyimpulkan bahwa bila somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru dengan kasih seperti diamanatkan Dalihan Na Tolu maka akan terhindar dari yang disebut hotel yaitu hosom, teal, elat, dan late. Hidup akan saling senang memberi yang membuat terjaga kesehatan badani jasmani dan rohani dengan selalu prima dan panjang umur.

“Itulah landasan Dalihan Na Tolu yang merupakan diagnose sangat mujarab bagi kesehatan kita orang Batak. Maka benarlah bangso Batak terberkati karena mempunyai falsafah Dalihan Na Tolu sebagai pemersatu dalam satu kekeluargaan yang solid. Inilah Visi LABB yaitu mewujudkan bangso Batak yang bersatu, beriman, cerdas, sejahtera, beradat, beradab, dan beridentitas,” pungkasnya.



Acara “Pra Horja Bolon LABB 2019” yang dirangkai dengan perayaan satu tahun berdirinya LABB itu berlangsung meriah dan sukses. Pada saat itu dilakukan sidang komisi dan sedang pleno. Setelah itu pelantikan Dewan Pengawas/Penasihat, penyerahan SK Ketua Sosialisasi dan Pemantauan Pelaksanaan Ruhut-Ruhut Adat Batak Se-Jabodetabek. Pada akhir acara dilakukan acara manortor bersama dan penyerahan buku “Ruhut-Ruhut Adat Batak Toba” kepada ketua punguan marga.

Dalam acara tersebut terlihat hadir Ir Sintong M Tampubolon (Ketua Umum BATAK CENTER), Drs Jerry R Sirait (Sekjen BATAK CENTER), Prof Dr Gimbal Doloksaribu (Ketua Umum PERGUBI), Edison Manurung SH MM (Ketua Umum KDT), Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM (Pembina KDT), Djalan Sihombing SH (Sekjen FBBI), Drs Togap Silalahi MSi (Mantan Birokrat), Robinson Hutagalung (Pemerhati Budaya Batak), dan lainnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel