Prof. Dr. Laurence A. Manullang: Pembentukan Provinsi Tapanuli atau Provinsi Danautoba dengan Strategi Proaktif

JAKARTA, DNT News – Terkait pembentukan Provinsi Tapanuli atau Provinsi Danautoba harus ditempuh dengan strategi proaktif dan tidak akan terwujud dengan strategi konvensional. Usulan pembentukan Provinsi Tapanuli secara konvensional sudah disampaikan pada saat kepemimpinan Presiden SBY, dan menunggu satu langkah lagi yaitu dicabutnya moratorium dengan menerbitkan Perpu sebagai langkah pelaksanaan UU Nomor 23.

Hal ini dikatakan Prof Dr Laurence A Manullang, ekonom bidang manajemen akuntansi kepada dalihannatolunews.com terkait pembentukan Provinsi Tapanuli atau Provinsi Danautoba. “Namun kendala untuk mencabut moratorium itu sangat besar dan berat dari segi keuangan. Karena banyaknya dana yang digunakan pada pemilihan umum serentak yang baru dilaksanakan dengan menghasilkan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR-RI, DPD dan DPRD,” katanya.

“Setelah itu akan menyusul pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 mendatang. Di samping itu rencana anggaran untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur yang pembangunannya dimulai tahun 2020. Jadi dari sudut anggaran, agak sulit mencabut moratorium pemekaran daerah tahun 2020 hingga 2024,” sambungnya.

Untuk itu dia mengusulkan agar ditempuh strategi proaktif yaitu memanfaatkan momentum khusus untuk mengusulkan pembentukan Provinsi Tapanuli atau Provinsi Danautoba, dengan peluang yang dapat diciptakan seperti di Papua yang akan dimekarkan dengan membentuk provinsi baru.

Prof Dr Laurence A Manullang bersama Presiden Joko Widodo

Menurut Pendiri dan Rektor Universitas Timbul Nusantara (STIE IBEK) ini peluang itu ada.
Pertama, proses permohonan yang sudah lama dan semua persyaratan pisik administratif sudah lengkap oleh Panitia Persiapan Provinsi Tapanuli. Kedua, hanya Tapanuli bekas keresidenan pada zaman Belanda yang belum diresmikan sebagai provinsi. Ketiga, perhatian Presiden Jokowi pada kawasan Danau Toba sangat besar dengan menyediakan dana Rp 3,5 trilliun untuk membangun infrastruktur.

Kemudian Keempat, wilayah yang luas bila diresmikan jadi provinsi akan dapat mewujudkan permerintahan desentralisasi sebab mempertahankan kawasan ini termasuk Provinsi Sumatera Utara akan memperlambat lanjutan pembangunan dan pemeliharaan pembangunan yang sudah digalakkan. Kelima, fokus pemerintah daerah Sumatera Utara lebih berat untuk wilayah timur dan utara. Keenam, tenaga pejabat untuk daerah provinsi baru lebih dari cukup yang memiliki gelar S2 untuk menduduki jabatan kepala dinas.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019

Selanjutnya Ketujuh, kedekatan Menteri Kordinator Kemaritiman dengan Presiden RI merupakan modal yang paling berharga. Kedelapan, keberhasilan PDI-Perjuangan dan Partai Golkar pendukung berat Jokowi meraih suara terbanyak wilayah yang potensial jadi provinsi. Kesembilan, jumlah Pemerintah Daerah Tingkat II telah memenuhi syarat untuk jadi provinsi. Kesepuluh, padatnya penduduk yang bermukim di daerah yang potensial jadi provinsi itu.

Dilanjutkannya, untuk mewujudkan itu perlu memanfaatkan orang pintar di kalangan orang Batak. Jangan terlalu jauh mencari siapa yang akan membantu. Di kalangan orang Batak tersedia lebih dari 2 orang yang bisa mendesain strategi, menembus peluang dan momentum walaupun moratorium belum dicabut. Seperti sekarang ada preseden ketika usul Papua untuk dimekarkan jadi 5 provinsi telah disetujui 2 pemekaran yang baru, padahal moratorium belum dicabut.

Sekarang banyak daerah yang sudah menyusun rencana strategis mengusulkan pemekaran daerahnya jadi provinsi, dan kabupaten yang besar akan dimekarkan jadi beberapa kabupaten. Sedari moratorium dicabut, maka semua proposal itu sudah siap diajukan untuk pemekaran daerah masing-masing.

“Jadi perlu pemikiran memungkinkan untuk mewujudkan Tapanuli jadi provinsi karena memang sudah diperolah persetujuan yang dulu tertunda. Tapi di atas semua itu, perlu dijalin kerjasama dengan berbagai pihak. Karena biarpun ada yang pintar membantu kalau tidak bisa bekerjasama, semua itu akan mubazir,” pungkasnya. (MAR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel