Punguan Borsak Mangatasi Nababan Kota Medan: Memberangkatkan Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus sebagai Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara

MEDAN, DNT News – Saya terlahir dari marga Nababan. Kami punya janji suci dengan marga Sitorus Pane. Apabila ada dua boru (perempuan) kesusahan yakni Nababan dan Sitorus Pane, maka saya wajib lebih dulu menolong Sitorus Pane. Sihar pun akan melakukan begitu sebaliknya. Karena antara marga Nababan dan Sitorus Pane adalah marpadan (bersaudara) “Si sada anak dan si sada boru”.

Hal ini dikatakan Ir Leo Nababan, Politisi Senior Partai Golkar, ketika Punguan Borsak Mangatasi Nababan Kota Medan memberangkatkan pasangan bakal calon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Minggu 28 Januari 2018, di Jalan AR Hakim, Gang Pendidikan, Kecamatan Medan Denai, Medan. “Makanya saya secara pribadi mendukung Djarot-Sihar, karena di dalamnya ada adik kami Sihar Sitorus Pane,” katanya.

Pada kegiatan tersebut hadir Himler Nababan (Ketua Borsak Magatasi Nababan Kota Medan), Dr Abiran Nababan (Penasihat), dan sejumlah pengurus lainnya. Selain marga Nababan juga turut hadir warga etnis Jawa yang berada di sekitar Gang Pendidikan.

Djarot-Sihar datang tepat pukul 12.00 WIB dan langsung disambut alunan musik khas etnis Batak dan tarian tortor. Masyarakat yang sudah menunggu pun langsung riuh ketika Djarot turun dari mobil. Mereka semua langsung mengajaknya berswafoto.

Pasangan ini diberangkatkan di Posko Pemenangan, tepat di depan gereja yang juga rumah Ir Leo Nababan. Pemberangkatan ditandai dengan pemberian ulos, upa-upa, dan doa pemberangkatan.

Ir Leo Nababan mengaku tetap sebagai politisi Partai Golkar dengan tidak membawanya dalam dukungan. Dia yakin Djarot-Sihar mampu memperbaiki Sumut yang 25 tahun lalu terbaik ketiga di Indonesia namun sekarang melorot jauh ke urutan 27 dari 34 provinsi. Apalagi mengingat pengalaman Djarot dua periode menjadi Bupati Blitar, mendampingi Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan terakhir menggantikan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Diungkapkannya, masyarakat Sumut terdiri dari multi etnis dan agama tapi sangat harmonis dalam kerukunan. Sehingga kepemimpinan Djarot yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila pantas memipin Sumut. “Bagi Djarot, Sumut akan lebih transparan. Dia akan lebih gigih membangun Sumut seperti kegigihan Presiden Jokowi membangun Indonesia,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan terima kasih kepada warga Nababan yang mendukungnya. Dia berharap agar dukungan bukan saja datang dari marga Nababan, tapi juga marga lain dan seluruh etnis dan agama yang ada di Sumut. Dia juga ingin dipilih masyarakat yang riil secara nurani, karena tulus ingin membaktikan diri untuk masyarakat Sumut.

“Sudah saatnya masyarakat Sumut mendarma baktikan diri untuk Sumut bangkit kembali. Saya harus mengayomi semua suku yang ada di Sumut, termasuk orang Batak yang sangat peduli kepada anak-anaknya sampai berhasil dalam pendidikan,” katanya.

Sementara Sihar Sitorus mengatakan optimis menang karena semua masyarakat bisa bersatu. Pihaknya berjanji akan mengangkat ranking Sumut mendekati ranking 2 Indonesia. “Djarot-Sihar adalah sahabat semua suku dan agama yang ada di Sumut. Mari kita bergandengan tangan. Kita yakin, Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk masyarakat Sumut,” ujarnya. (TN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel