Putra Nababan: Media Konvensional Menghadapi Tantangan Berat

era perubahan

JAKARTA, DNT News – Wartawan harus mampu menyikapi era perubahan karena media konvensional menghadapi tantangan berat. Saat ini media sosial membuka ruang untuk semua orang bisa menjadi Pemred dan pemilik media masing-masing. Karena di era media sosial ini, dari mana pun orang sudah bisa mengakses berita.

Hal ini dikatakan Putra Nababan (Wartawan Senior dan Founder ID Talent) pada “Sharing Pengalaman” digelar DPP Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, Jumat 11 Agustus 2017, di Gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Jln Matraman Raya No 10, Jakarta Pusat.

Dikatakannya, karena saat ini era teknologi informasi dia pun mendirikan perusahaan untuk mengajak masyarakat memahami platform digital ID Talent. Pihaknya dapat menujukkan bagaimana perusahaan mencari pekerja yang berkualitas, serta membantu para pekerja mendapatkan perusahaan sesuai keahlian masing-masing. “Para pencari kerja dapat melakukan wawancara kerja di lokasi manapun tanpa harus datang ke lokasi tertentu,” katanya.

Dia memulai karier dari wartawan media cetak dan pindah ke media elektronik (televisi). Mulai dari reporter hingga menjadi Pemimpin Redaksi. “Merintis karier itu penting. Hanya orang-orang yang istimewa yang bisa menjadi Pemred di media besar. Mahkota tertinggi dari wartawan adalah Pemred,” ujar wartawan senior yang 23 tahun menggeluti dunia jurnalistik ini.

Putra Nababan yang merupakan putera Panda Nababan wartawan senior ini, tak langsung menikmati jabatan tinggi dalam perjalanan kariernya melainkan berjuang gigih untuk mencapai hasil maksimal.

era perubahan
Para peserta terdiri dari pendeta, wartawan dan mahasiswa mengikuti pemaparan pada Sharing Pengalaman.

Diceritakannya, ketika kuliah di Amerika Serikat dia juga bekerja sampingan sebagai satpam agar bisa membatu orang tua membiayai kuliah. “Ketika saya lulus pun, bekerja tak langsung melejit. Semua dimulai dengan menata karier dari bawah. Tidak ada proses dan jalan yang mudah untuk mecapai karier tinggi,” terangnya.

Mantan Pemred Metro TV ini berpesan kepada para wartawan yang hadir, agar benar-benar menunjukkan karya dengan menyikapi perubahan secara benar karena teknologi membuat semua bisa menjadi wartawan.

Menurutnya, tantangan wartawan bukan untuk terkenal tetapi bisa melakukan tugas jurnalistik dengan baik. “Esensi wartawan itu bukan menjadi terkenal. Karena ketika jadi terkenal sudah habis, ruang gerak terbatas, dan tidak bisa lagi melakukan tugas dengan baik,” tegasnya. (Yansen)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel