RAJA MANURUNG tu Tuan Sogar Manurung dohot Pomparannya “MULAK MA OGUNG tu SANGKE NA”

JAKARTA, DNT News – Suku Batak diikat oleh kelompok kekerabatan yang disebut sebagai marga. Kegiatan menelusuri silsilah garis keturunan marga disebut tarombo. Hingga kini, suku yang berdomisili di wilayah Tapanuli meliputi Toba, Silindung, Humbang, dan Samosir ini masih menjaga tradisi marga dan tarombo. Namun, tidak sedikit orang yang malah tidak mengenali anggota keluarga besarnya sendiri.

Hal inilah yang mendasari Prof Dr Adler Haymans Manurung MCom ME SH, menulis buku “RAJA MANURUNG tu Tuan Sogar Manurung dohot Pomparannya: MULAK MA OGUNG tu SANGKE NA.”

Melihat judul buku ini, sudah jelas menggambarkan ke arah mana isinya ditulis karena penulisnya juga merupakan bagian dari Tarombo yang ditulis. Buku ini menjelaskan tentang cerita kelahiran Raja Toga Manurung sebagai raja di Sibisa dan mempunyai keturunan yang cukup banyak.

Raja Toga Manurung mempunyai 3 orang anak laki-laki yang lahir dari dua istri, dan 2 orang perempuan. Ketiga anak laki-laki itu adalah Hutagurgur Manurung, Hutagaol Manurung, dan Simanoroni Manurung. Kedua anak perempuan itu adalah Pintahaomasan (menikah dengan Marga Tambun) dan Anian Nauli (menikah dengan Siraja Turi). Sementara Tuan Sogar Manurung merupakan salah satu anak keturunan dari Hutagurgur Manurung.

Tuan Sogar Manurung mempunyai kedudukan yang cukup terkenal dan disegani serta mempunyai anak 10 orang dari delapan istri yang dinikahi berselang waktu. Dia sangat terkenal dengan keberanian dan bisa mengobati orang sakit. Istrinya itu didapatkan karena mengobatinya dengan bayaran dijadikan sebagai istri.

Buku ini lebih banyak bercerita tentang Tarombo keturunan Tuan Sogar Manurung yang merupakan keturunan Banuluhung Manurung yang terpencar di Janjimatogu, Gala-gala Pangkailan, Narumambing, Jangga, Doloksanggul, dan lainnya.

Prof Dr Adler Haymans Manurung MCom ME SH kelahiran Narumonda, Kabupaten Tobasa, 17 Desember 1961 ini, menamatkan studi Sarjana Muda Statistik dari Akademi Ilmu Statistik-BPS (1983), Sarjana Ekonomi dari Program Ekstensi FE-UI (1987), Master of Commerce dari University of Newcastle-Australia (1995), dan Magister Ekonomi dari FE-UI (1996). Gelar Doktor bidang keuangan dengan predikat Cum Laude diraih dari FE-UI (2002). Sarjana Hukum bidang Hukum Ekonomi dari FH-UKI (2007). Dikukuhkan menjadi Profesor dalam bidang Investasi, Pasar Modal, Keuangan dan Perbankan (2008).

Dalam dunia akademis, dia menjadi dosen S3 di DMB-IPB, Pascasarjana FE-UI, DMB-UNPAD, serta mengajar S2 di MM UBINUS. Saat ini dia Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara (FE-UBINUS).

Dalam dunia kerja, dia menjadi konsultan Go Publik dan konsultan keuangan (restrukturisasi dan riset keuangan). Pernah menjadi Direktur Fund Management PT Nikko Securities Indonesia dan mengelola dana hingga Rp 2,2 triliun, pengasuh kolom Investasi pada Harian Kompas Minggu, Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter KADIN Indonesia, serta Asessor BAN-PT. Dia telah menyelesaikan pendidikan Kepemimpinan Nasional, PPSA-XX Lemhanas RI (Nopember 2015). (Hutanta)

Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 124/September 2017

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel