Robert Paruhum Siahaan, SH, Ketua Tim Litigasi YPDT: Saksi Fakta Aquafarm Kembali Memberikan Keterangan yang Inkonsisten pada Sidang di PTUN Jakarta

JAKARTA, DNT News – Saksi fakta dari PT Aquafarm Nusantara (disingkat Aquafarm) lagi-lagi memberikan keterangan yang terlihat inkonsisten. Ditambah lagi, ada keterangan saksi fakta yang mengatakan bahwa Keramba Jaring Apung (KJA) Aquafarm bentuknya bulat bukan petak atau persegi empat.

Hal ini disampaikan Robert Paruhum Siahaan SH, Ketua Tim Litigasi YPDT, dalam siaran pers yang diterima dalihannatolunews, Jumat 09 Februari 2018 sore, di Jakarta. “Ini jelas bertolak belakang dengan keterangan saksi fakta sebelumnya pada Rabu 31 Januari 2018 lalu,” katanya.

Keterangan tersebut disampaikan merujuk keterangan saksi fakta Aquafarm dalam Sidang lanjutan Gugatan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) melawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai Pihak Tergugat dan PT Aquafarm Nusantara sebagai Pihak Tergugat II Intervensi pada Rabu 07 Februari 2018, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Kuasa Hukum Aquafarm, Hotman Paris Hutapea, menghadirkan dua orang saksi fakta dan satu orang ahli. Salah satu saksi fakta tersebut bernama Yosep Yohanes adalah seorang yang berwarga negara Belanda, tetapi Pihak Penggugat (YPDT) menolaknya karena ia tidak dapat menunjukkan KITAS (Kartu Ijin Tinggal Sementara). Jadi hanya satu saksi fakta yang diperbolehkan Ketua Majelis Hakim, yaitu Periana br Hutagaol.

Dalam keterangannya sebagai saksi fakta ini mengatakan. Pertama, saksi fakta ikut masuk dalam persidangan di PN Balige dan mengetahui bahwa YPDT mencabut gugatannya. Namun, saat Penggugat bertanya dari mana saksi fakta mengetahui bahwa YPDT mencabut gugatannya padahal pada saat itu masih Sidang Tahap Mediasi yang tertutup, belum masuk Sidang terbuka. Saksi fakta menegaskan bahwa ia masuk dalam tahap mediasi itu. Tampak jelas bahwa saksi fakta terkesan inkonsisten dengan jawabannya.

Drs Maruap Siahaan MBA (Ketua Umum YPDT), pemerhati Danau Toba, dan lainnya menghadiri sidang dengan membentangkan spanduk
Drs Maruap Siahaan MBA (Ketua Umum YPDT), Tim Litigasi YPDT, dan lainnya menghadiri sidang dengan membentangkan spanduk

Kedua, saat ditanya apakah saksi fakta mengenal Ketua Umum YPDT, Drs Maruap Siahaan MBA? Kepada Majelis Hakim dan Kuasa Hukum Aquafarm, saksi fakta menyatakan tidak kenal. Ketika Kuasa Hukum Penggugat, Deka Saputra Saragih SH MH bertanya kepada saksi apakah kenal dengan bapak di sebelahnya (sambil menunjuk Ketum YPDT) saat mengikuti persidangan di PN Balige. “Kenal. Saya kenal dengan pimpinan kalian,” jawab saksi fakta.

Ketiga, terkait soal jenis KJA, saksi fakta mengatakan bahwa KJA milik Aquafarm berbentuk bulat. Ini berbeda dengan apa yang disampaikan saksi fakta sebelumnya pada Rabu 31 Januari 2018.

Keempat, terkait soal pelet (pakan) ikan. Saksi fakta memberikan keterangan yang sama dengan saksi fakta Rabu lalu bahwa pelet-pelet milik Aquafarm terapung atau mengambang dan langsung habis dimakan ikan. Namun, ada sedikit kelucuan yang disampaikan saksi fakta. Saksi fakta menyampaikan bahwa ada juga pelet-pelet tersebut dimakan ikan yang berada di luar KJA milik Aquafarm. “Apakah Ikannya masuk ke keramba?” tanya Penggugat. “Tidak, ikannya di luar,” jawab saksi. “Peletnya di dalam keramba, tetapi ikan yang di luar keramba bisa memakan pelet yang di keramba?” selidik Penggugat. “Iya,” jawab saksi dengan percaya diri. “Oh gitu? Apa ikannya melompat ke dalam keramba?” lanjut Penggugat. “Gak kutengok,” ujar saksi.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 129/Februari 2018

Setelah saksi fakta selesai, Aquafarm mengajukan seorang ahli menyelam bernama Amir Husein. Namun, menurut Kuasa Hukum YPDT mengatakan bahwa keterangan ahli tidak ada kaitannya dengan izin usaha yang digugat YPDT, sehingga tidak relevan antara menyelam dan kualitas air kelas satu Danau Toba. Sidang akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan dua minggu ke depan Rabu 21 Februari 2018.

Sidang tersebut dipimpin Majelis Hakim, antara lain Wenceslaus SH MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi SH MH (Hakim Anggota I), dan M Arief Pratomo SH MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP). Dari Tim Litigasi YPDT Kuasa Hukum yakni Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua) serta anggota yakni Deka Saputra Saragih SH MH, FX Denny S Aliandu SH, dan Antonius Triyogo Whisnu SH MH. Sementara dari pihak Tergugat (BKPM) menghadirkan 2 orang Kuasa Hukumnya dan dari pihak Tergugat II Intervensi (Aquafarm) diwakili Kuasa Hukumnya Dr Hotman Paris Hutapea dan rekan. (SP)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel