Robert Paruhum Siahaan, SH, Kuasa Hukum dan Ketua Tim Litigasi YPDT: Empat Orang Saksi Fakta Aquafarm Memberikan Keterangan Tidak Sesuai Fakta

JAKARTA, DNT News – Gugatan kami adalah menggugat izin usaha Aquafarm yang berbudi daya ikan di Danau Toba, dimana perairan Danau Toba itu termasuk kelas satu. Mana bisa budi daya ikan di perairan kelas satu? Keempat saksi fakta yang dihadirkan Aquafarm tidak signifikan memberikan keterangan terkait gugatan YPDT.

Hal ini dikatakan Robert Paruhum Siahaan SH, Kuasa Hukum dan Ketua Tim Litigasi YPDT dalam percakapannya setelah sidang lanjutan Gugatan YPDT melawan BKPM dan PT Aquafarm Nusantara, Rabu 31 Januari 2018, di PTUN Jakarta. “Apa yang disampaikan keempat saksi fakta dari Aquafarm tidak sesuai dengan fakta sebenarnya,” katanya.

Pada sidang itu Aquafarm menghadirkan empat orang saksi fakta yang memberi keterangan tidak sesuai fakta. Mereka adalah Marno Wandi Bakara (Kepala Desa), Julianto Manik (supir kapal boat), Marasi Ridwanto (bekerja di perusahaan PT Centra Proteina Prima Tbk sebagai pemasok pelet ikan), dan Charles Situmorang (Ketua Pengembangan Pariwisata Danau Toba). Sementara pihak BKPM tidak jadi menghadirkan ahlinya.

Drs Maruap Siahaan MBA (Ketua Umum YPDT) berbicara dengan hadirin terkait gugatan YPDT melawan BKPM dan Aquafarm

Beberapa keterangan keempat saksi fakta yang tidak sesuai fakta. Pertama, semua saksi fakta Aquafarm (Tergugat II Intervensi) mengatakan bahwa air Danau Toba sampai sekarang masih dapat diminum secara langsung. Padahal saksi fakta Penggugat pada sidang yang lalu menyatakan air Danau Toba tidak dapat lagi diminum langsung dan harus dimasak jika ingin diminum.

Kedua, beberapa saksi fakta Aquafarm mengatakan bahwa semua pakan ikan (pelet) milik Aquafarm mengambang dan habis dimakan ikan tanpa sisa. Padahal saksi fakta Penggugat membuktikan tidak semua pelet mengambang dan banyak yang tenggelam ke dasar Danau Toba berdasarkan pengakuan Larry Holmes Hutapea yang menyelam sampai ke dasar danau menemukan banyak pelet ikan dari KJA Aquafarm.

Ketiga, beberapa saksi fakta Aquafarm menyatakan bahwa Danau Toba tidak tercemar. Hal ini tidak sesuai dengan kenyataan fakta sesungguhnya yang banyak dipublikasikan media-media bahwa Danau Toba sudah tercemar.

Suasana sidang lanjutan Gugatan YPDT melawan BKPM dan Aquafarm, Rabu 31 Januari 2018, di PTUN Jakarta

Hal seperti inilah opini yang dibangun Hotman Paris Hutapea dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar air Danau Toba yang tidak tercemar dan pelet ikan bukan sumber yang dapat mencemari Danau Toba.

Opini tersebut cerdas dimentahkan Robert Paruhum Siahaan. Ketika salah satu saksi fakta yang bekerja di perusahaan pembuat pelet ikan ditanyakannya, apakah pelet ikan tersebut dibuat untuk budi daya ikan di kolam perairan atau di danau? Saksi fakta itu menjawab bahwa pelet ikan itu untuk makanan ikan yang diternakkan di kolam perairan, tidak cocok di danau.

Sidang dipimpin Majelis Hakim antara lain Wenceslaus SH MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi SH MH (Hakim Anggota I), dan M Arief Pratomo SH MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP). Sidang akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan Rabu, 07 Februari 2018, dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi Fakta dan Ahli dari Aquafarm.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 129/Februari 2018

Hadir dari Tim Litigasi YPDT sebagai Kuasa Hukum YPDT, Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua) dan Deka Saputra Saragih SH MH (Anggota). Sementara dari pihak Tergugat (BKPM) menghadirkan 3 orang Kuasa Hukumnya dan dari pihak Tergugat II Intervensi (Aquafarm) diwakili Kuasa Hukumnya Dr Hotman Paris Hutapea dan rekan.

Dalam sidang terlihat hadir Drs Maruap Siahaan MBA (Ketua Umum YPDT yang berada di meja Penggugat selaku Prinsipal), Pdt Marihot Siahaan (Sekretaris YPDT), Jerry RH Sirait (Pengawas YPDT), Drs Berlin Situngkir MBA (Tim Ahli YPDT), Johansen Silalahi (Tim Ahli YPDT), Jhohannes Marbun SS MA (Sekretaris Eksekutif YPDT), dan rombongan puluhan pemerhati Danau Toba yang tertarik dengan perjuangan pemulihan Danau Toba. (SP)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel