Sidang Lanjutan di PTUN Jakarta: Ditunda Karena Ketidaksiapan Saksi Ahli dari BKPM dan PT Aquafarm Nusantara

JAKARTA, DNT News – Sidang Lanjutan Perkara Gugatan YPDT (Yayasan Pencinta Danau Toba) melawan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan PT Aquafarm Nusantara (disingkat Aquafarm) kembali dilanjutkan pada Rabu 17 Januari 2018 di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris Eksekutif YPDT, Jhohannes Marbun SS MA mengatakan bahwa Sidang Lanjutan tersebut dibuka pukul 10.15 WIB dan berakhir 10.30 WIB. “Sidang yang rencananya mendengarkan Saksi Ahli dari Tergugat (BKPM), tidak hadir karena pimpinan BKPM belum siap dan menentukan saksi ahlinya,” katanya.

Selain BKPM, Aquafarm (Tergugat II Intervensi) juga mengatakan belum siap memberikan tambahan bukti surat dengan alasan mau memeriksa terlebih dahulu bukti surat yang sudah diajukan oleh Kuasa Hukum sebelumnya. Hal ini disampaikan Hotman Paris Hutapea, pengganti Kuasa Hukum Aquafarm sebelumnya.

Kepada Majelis Hakim, pihak Penggugat (YPDT) menyampaikan bahwa tambahan bukti surat masih dalam perjalanan dari Medan ke Jakarta. Selain itu, Penggugat juga mengatakan akan mengajukan kembali Saksi Ahli HAN (Hukum Administrasi Negara) yang pernah diajukan sebelumnya, namun belum sempat bersaksi.

Hakim menyetujui usul Penggugat karena hal tersebut bukan hal baru dan sudah pernah diajukan sebelumnya.

Kuasa Hukum YPDT Robert Paruhum Siahaan SH dan Deka Saputra Saragih SH MH diabadikan dengan para pemerhati Danau Toba

Jelang akhir Sidang, Pihak Tergugat II Intervensi mengusulkan akan menghadirkan Saksi Ahli setelah semua Saksi Ahli Penggugat dan Saksi Ahli tergugat selesai diperiksa. Akhirnya Sidang kembali ditunda, Majelis Hakim mengatakan akan melanjutkan persidangan pada Rabu 24 Januari 2018 mendatang.

Ada hal menarik dalam 2 kali sidang. Sidang selalu dimulai persis setelah kedatangan Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi. Hal ini tidak lazim dibandingkan sidang-sidang sebelumnya dimana setelah para pihak hadir dan terlambat biasanya dijadwalkan kembali setelah pukul 12 siang.


Sidang dipimpin Majelis Hakim, antara lain Wenceslaus SH MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi SH MH (Hakim Anggota I), dan M Arief Pratomo SH MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP).

Hadir dari Tim Litigasi YPDT sebagai Kuasa Hukum YPDT, Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua) dan Deka Saputra Saragih SH MH (Anggota). Sementara dari pihak Tergugat (BKPM) menghadirkan 1 orang Kuasa Hukumnya dan dari pihak Tergugat II Intervensi (Nusantara) diwakili Kuasa Hukumnya Dr Hotman Paris Hutapea dan rekan.

Sidang juga dihadiri Sekretaris Eksekutif YPDT Jhohannes Marbun SS MA dan rombongan pemerhati Danau Toba yang tertarik dengan perjuangan pemulihan Danau Toba. Di luar persidangan, Robert Paruhum Siahaan SH menjelaskan bahwa di danau Swiss tidak ada pencemaran. Air danaunya sangat bersih dan jernih. Ini sama keadaannya pada Danau Toba puluhan tahun lampau. Malah, Danau Toba jauh lebih fenomenal. (SP)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel