Sidang Lanjutan Gugatan YPDT: BKPM Mengajukan Saksi Fakta di Persidangan PTUN Jakarta Yang Justru Menguntungkan YPDT

JAKARTA, DNT News – BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) mengajukan saksi fakta bernama Ariesta Riendra RP (Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan, Humas, dan Tata Usaha Pimpinan BKPM). Dalam kesaksiannya, dia justru menyampaikan keterangan yang menguntungkan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT).

Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Lanjutan Gugatan YPDT melawan BKPM (Tergugat) dan PT Aquafarm Nusantara (Tergugat II Intervensi), Rabu 28 Februari 2018, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta.

Tampaknya Kuasa Hukum BKPM mempertanyakan bukti-bukti surat yang disampaikan YPDT (Penggugat) dengan menghadirkan Ariesta, tetapi serangan BKPM dan juga Dr Hotman Paris Hutapea SH MH sebagai Kuasa Hukum Aquafarm mampu dimentahkan oleh Kuasa Hukum YPDT, dalam hal ini, Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua Tim Litigasi YPDT) dan Deka Saputra Saragih SH MH (Anggota Tim Litigasi YPDT).

BKPM menanyakan apakah bukti-bukti Penggugat di Persidangan sama dengan bukti-bukti yang dikirimkan saksi ke YPDT? Setelah saksi melihat bukti-bukti Penggugat, saksi menyatakan berbeda dengan apa yang ia kirimkan. “Semula berbeda, tetapi setelah diteliti di hadapan Majelis Hakim ternyata benar dikirim saksi. Ini berarti keterangan saksi tidak akurat,” kata Paruhum Siahaan SH.

Pemeriksaan dokumen oleh Kuasa Hukum YPDT, Tergugat (BKPM), Tergugat II Intervensi (PT Aquafarm Nusantara) di hadapan Majelis Hakim
Kuasa Hukum YPDT bersama Johansen Silalahi, Ir Joyce Sitompul br Manik, Angelo Pardosi, Pdt Tiapul br Hutahaean, Ny Nainggolan br Manullang, Boy Tonggor Siahaan, Deacy Maria br Lumbanraja, dan Tiomora br Sitanggang

Dr Hotman Paris Hutapea SH MH mengendus jangan-jangan YPDT sudah tahu informasi izin-izin Aquafarm pada 1996 dan 2000 itu sebelumnya. Apa yang dicurigainya itu terjawab dengan pertanyaan Saragih (Kuasa Hukum YPDT): “Apakah dalam persidangan KIP, kami diperbolehkan melihat isi dari izin-izin tersebut?” Saksi menjawab: “Tidak boleh.”

Jhohannes Marbun SS MA (Sekretaris Eksekutif YPDT) yang mengikuti jalannya persidangan memberi tanggapan seusai sidang bahwa Hotman Paris Hutapea (Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi) sedang berusaha membuktikan gugatan YPDT sudah kadaluarsa melalui saksi fakta terakhir dari pihak BKPM.

“Hotman Paris Hutapea berpikir bahwa sejak awal persidangan KIP Jakarta (yaitu sekitar Februari 2017), sudah dikeluarkan obyek sengketa. Padahal obyek sengketa baru diperlihatkan kepada YPDT, beberapa waktu kemudian setelah ada Putusan dari Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat yang dibacakan pada Senin 15 Mei 2017 dan baru dikirimkan BKPM kepada YPDT pada Jumat 19 Mei 2017 (Cap Pos). Selanjutnya YPDT mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta pada 11 Agustus 2017 alias kurang dari 90 hari,” beber Marbun.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 130/Maret 2018

Dalam persidangan ini, hanya BKPM yang menghadirkan saksinya. Sementara itu, Aquafarm tidak dapat menghadirkan saksi ahlinya padahal Kuasa Hukumnya menjanjikan hal tersebut. Majelis hakim akhirnya menunda sidang dan akan melanjutkan sidang Pembacaan Kesimpulan dari para pihak pada Rabu 14 Maret 2018 pukul 09.00 WIB.

Sidang dipimpin Majelis Hakim, antara lain: Wenceslaus SH MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi SH MH (Hakim Anggota I), dan M Arief Pratomo SH MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP). Pihak Tergugat (BKPM) menghadirkan 3 orang Kuasa Hukumnya. Pihak Tergugat II Intervensi (PT Aquafarm Nusantara) diwakili Kuasa Hukumnya Dr Hotman Paris Hutapea dan rekan.

Dalam Sidang itu terlihat hadir Johansen Silalahi (Tim Ahli YPDT), Ir Joyce Sitompul br Manik, Angelo Pardosi (Mahasiswa pencinta Danau Toba), Pdt Tiapul br Hutahaean, Ny Nainggolan br Manullang, Boy Tonggor Siahaan (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia), Deacy Maria br Lumbanraja, dan Tiomora br Sitanggang. (SP)

Komentar (1)

One Comment on “Sidang Lanjutan Gugatan YPDT: BKPM Mengajukan Saksi Fakta di Persidangan PTUN Jakarta Yang Justru Menguntungkan YPDT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (1)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel