St. Pirmian Tua Dalan Sihombing: 7 ALASAN SAYA BANGGA MENJADI ORANG BATAK

JAKARTA, DNT News – Ada kesan tersimpul yang cukup memprihatinkan bahkan agaknya meresahkan, melihat kondisi dan situasi generasi muda Batak. Terutama dari kalangan warga Kristen yang tertenggarai kurang pede alias tidak percaya diri, konon karena hakristenonna (kekristenannya) serta karena status habatahonna (kebatakannya).

Atas dasar itulah St Pirmian Tua Dalan Sihombing yang lebih dikenal dengan nama PTD Sihombing menulis buku 7 ALASAN SAYA BANGGA MENJADI ORANG BATAK” (Seven Reasons I Proud to be a Batak). Buku ini diterbitkan dan diedarkan terutama untuk kalangan generasi muda Batak.

Penulis yang merupakan Guru Besar Emeritus Missiologi dan Sejarah Gereja STT INALTA Jakarta ini mengamati tampaknya di antara generasi muda Batak masa kini memang ada yang sudah enggan, terkadang terlihat seperti merasa “malu” di depan umum terketahui dan mengaku diri sebagai orang Batak. Ini terlihat dari fakta bahwa orang seperti itu sudah lebih suka menulis atau memberitahu identitas diri tanpa menyebut nama-marganya.

Sementara terindikasi pula adanya warga generasi muda Batak yang sebenarnya bukan hanya karena ingin melagak saja, sehingga merasa malu menyebut dan memberitahu nama-batak dan marganya di ruang publik.

Sikap dan alasan lain ini agaknya bisa saja muncul karena dirasuk oleh sikap enggan, rasa takut akan terdiskriminasi di tengah masyarakat. Melihat kemungkinan alasan seperti ini, para tetua Batak perlu merenungkan secara mendalam, apakah harus membenarkan atau justru harus melawan sikap itu.


Buku 7 ALASAN SAYA BANGGA MENJADI ORANG BATAK” yang ditulis dari bilik perenungan Penulis pada hari ultah ke-82, tanggal 26 Februari 2018, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini, terdiri dari ALASAN PERTAMA: Umat Yang Terberkati. ALASAN KEDUA: Memiliki Adat Istiadat Yang Khas. ALASAN KETIGA: Memiliki Sistem Kekerabatan Yang Sangat Kental. ALASAN KEEMPAT: Memiliki Aksara, Bahasa dan Susastra Yang Mumpuni. ALASAN KELIMA: Bertalenta dan Pencinta Sejati Musik. ALASAN KEENAM: Bangso Batak Sangat Mencintai Pendidikan dan Beretos Kerja. ALASAN KETUJUH: Pencinta Kemerdekaan, Demokrat Sejati, dan Penaat Hukum.

Cukup unik pula bahwa pada sebagian warga generasi muda Batak masa kini, malah ada yang menganggap diri perlu merasa malu karena merasa terkungkung di lingkungan keluarga dan “komunitas Batak”-nya. Apalagi kalau harus ikut menjalankan kegiatan adat-istiadat dan tata-krama dalam hubungan kekerabatan yang dianggap sudah terlalu kuno.

Buku ini merupakan perwujudan dari tanggung jawab dan kontribusi yang diharapkan mampu memberi motivasi kepada generasi muda Batak dalam peran sertanya memajukan kehidupan dunia tanpa harus meninggalkan akar sejarah dan jati dirinya. Kemampuan generasi muda Batak mengenal ini dan karya generasi sebelumnya, seyogianya mampu membuat mereka bangga menjadi orang Batak.

Dalam buku ini berkenan memberikan sekapur sirih dari editor Ir Polmas Reinhard Sihombing MM. Selain itu di sampul belakang ada juga semacam testimoni dari Marsma TNI (Purn) Drs Maruhum Situmorang (Ketua Persekutuan Lansia Distrik HKBP Distrik VIII DKI Jakarta), Lea Simanjuntak (Penyanyi), Ir Togap Simangunsong M App Sc (Asisten Deputi Jaminan Sosial Kemenko Bidang PMK), Ir Jefri R Sirait (Presiden Direktur PT Astra Mitra Ventura), Ir Mangontang Simanjuntak (Pegiat Ekonomi Kerakyatan dan Ketua Komite Tani PDI-Perjuangan), Dr HP Panggabean SH MS (Ketum DPP Kerabat), dan Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM (Pimpinan Umum Majalah DALIHAN NA TOLU).

Buku bermanfaat ini layak dibaca dan dimiliki. Setelah membaca buku ini akan dapat menggugah semangat, rasa percaya diri generasi muda Batak, dan mereka pun akan mengatakan “Saya Bangga Menjadi Orang Batak”. (HTS)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel