Tim Persiapan Pembentukan Pusat Habatakon (Batak Center): Nilai-Nilai Habatakon Dalam Batak Raya Sebagai Bagian Integral Indonesia Raya

JAKARTA, DNT News – Sekat-sekat primordial sektarian mestinya tidak ada lagi. Tidak ada lagi dominasi kekuatan ideologi tertentu selain Pancasila. Aman, nyaman, dan tenteram adalah kunci keberhasilan membangun republik ini. Kita turut prihatin dengan adanya kelompok tertentu yang menganggap dirinya paling benar dan bersikap intoleran.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD-RI Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis, anggota DPD-RI mewakili Sumatera Utara ketika belum lama ini menerima kunjungan Tim Persiapan Pembentukan Pusat Habatakon (Batak Center) dengan Ketua Tim Drs Jerry Rudolf Sirait, di kantornya Senayan, Jakarta. Topik percakapan yang diangkat adalah “Nilai-Nilai habatakon dalam Batak Raya sebagai bagian integral Indonesia Raya.”

Prof Darmayanti yang sudah dua periode di DPD-RI dan masih mencalonkan diri untuk periode 2019-2024 mendatang menyampaikan pokok pikiran untuk Pusat Habatakon (Batak Center) dan dalam kaitannya dengan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Sesungguhnya sikap yang benar adalah saling menghargai sesama warga bangsa walau dalam perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika!” katanya.

Prof Darmayanti amat familiar menerima kunjungan tim yang tampak melalui raut muka dan senyum menunjukkan rasa senang. Dia menyatakan dukungan pada Batak Center. Dia juga bersedia turut sebagai Pendiri dan berusaha hadir pada acara deklarasi Batak Center dan pengukuhan kepengurusannya nanti yang direncanakan Desember 2018 di LIPI setelah badan hukumnya diterbitkan oleh Kemenkumham RI. Notarialnya sendiri sedang dalam proses saat ini.

Wakil Ketua DPD-RI Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis menerima kunjungan Tim Persiapan Pembentukan Pusat Habatakon (Batak Center)

Sebelumnya, Laksma TNI (Purn) Drs Ir Bonar Simangunsong MSc memperkenalkan Tim yang hadir serta menerangkan maksud dan tujuan. Turut serta Prof  Dr Ing K Tunggul Sirait MSME, Ir SM Tampubolon, Lambok Sianipar, Jhohanes Marbun SS MA, Tiomora br Sitanggang, Susi br Panjaitan, Edi Silaban. Sementara Prof Darmayanti didampingi staf ahli dan staf khusus.

Ketua Tim Drs Jerry Rudolf Sirait menjelaskan secara singkat Batak Center. Batak Center didirikan sejumlah tokoh masyarakat Batak, baik yang berdomisili di Jabodetabek mau pun di luar Jabodetabek. Kemudian menyusul sebagai Pendiri Batak Center beberapa orang Batak yang berdomisili di mancanegara, seperti AS, Korsel, Malaysia, Eropa, dan lainnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018

Tujuan didirikannya Batak Center antara lain mencari-temukan nilai-nilai luhur Habatakon dan mensosialisasikan dalam kehidupan-bersama di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai luhur ini sungguh saling mendukung (masitumpakan) dan berada dalam nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia dan peradaban mondial. Batak Raya adalah salah satu pilar Indonesia Raya sama seperti suku-suku lainnya di Indonesia.

Ketua Tim mengatakan bahwa Batak Center belum dideklarasikan karena masih menunggu beberapa puak Batak mengambil bagian di dalamnya supaya sungguh-sungguh Batak Raya. Yang ada sekarang masih didominasi Puak Toba. Lalu ada beberapa orang Puak Angkola/Mandailing, Puak Karo, Puak Simalungun, dan Puak Pakpak/Dairi. Belum ada Puak Alas/Gayo dan Pesisir. Tim berusaha mencari-temukan tokoh-tokoh Batak dari puak-puak itu.


Respon Prof Darmayanti sangat simpatik. Untuk itu dia bersedia membantu Tim dengan menjajaki tokoh-tokoh, terutama dari Angkola/Mandailing. Memang tokoh masyarakat Puak Angkola/Mandailing beberapa sudah berada bersama dalam pendirian Batak Center seperti Dr H Akbar Tanjung, Dr Ronsen Pasaribu, dan Prof Dr H Bomer Pasaribu. Dari Puak Simalungun Drs Djasarmen Purba, dari Puak Karo Drs Inget Sembiring dan Ir Alimin Ginting. Dari Puak Toba, banyak akademisi, politisi, pati TNI dan Polri, usahawan, serta generasi muda.

Ketua Tim Drs Jerry Rudolf Sirait juga menguraikan secara singkat capaian yang hendak diperoleh. Selain tujuan pendiriannya juga termasuk dalam kehidupan bersama dengan generasi muda Batak yang “tidak tahu lagi” apa yang dimaksud Batak dan Habatakon. “Mesti relevan pula bagi generasi milineal dan tahan uji dalam era industri digital 4.0 yang bisa menakutkan tetapi bisa juga lebih membekali generasi muda menghadapinya. Tidak mesti disrupsi,” katanya.


Batak Center tidak berafiliasi pada partai politik dan memang tidak berada pada kepentingan politik tertentu. Tidak terlibat pada politik praktis. Namun Batak Center mesti turut mengambil bagian aktif dalam pembangunan nasional, tidak terkecuali pembangunan Sumatera Utara, dan Tano Batak. Heterogenitas itu given yang perlu dirawat dan dikawal.

Mereka sepakat bahwa Batak Raya perlu dikembangkan sebagai bagian integral dan salah satu pilar penopang Indonesia Raya. (MAR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel