Vanda Hutagalung: Peserta Bermarga Batak Terus Melanjutkan Kemesraan dengan Lolos dari Babak-4 Besar Menuju Babak Grand Final di Golden Memories Volume 2 Indosiar

JAKARTA, DNT News – Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-4 Besar Tahap ke-8 yang merupakan ajang persembahan bakat penyanyi khusus usia lanjut dengan tembang lawas era 70-90an berlangsung Rabu 18 Oktober 2017. Dalam babak ini terdapat 1 (satu) peserta bermarga Batak yakni Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara).

Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara) lolos dari Babak-4 Besar menuju babak berikutnya. Dengan himbauan “Molo dang hita, ise be. Molo dang saonari, andigan be” berhasil meraih SMS terbanyak kedua dan berhak melaju melanjutkan kemesraan ke Babak Grand Final.

Babak-4 Besar berbeda dengan babak sebelumnya dimana setiap peserta tampil berduet dengan seorang Dewan Juri. Pagelaran yang disiarkan live dari Studio 5 Indosiar, Rabu 18 Oktober 2017 malam ini, lolos Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara)-Hetty Koes Endang urutan kedua dengan lagu “Cinta” ciptaan Titiek Puspa meraih 24,38 persen, Nur Salam (Bone)-Iis Sugianto urutan pertama dengan lagu “Kisah Sedih di Hari Minggu” ciptaan Tonny Koeswoyo meraih 28,73 persen, dan Stevy Crestian (Manado)-Ikang Fawzi lagu “Ku Jemu” ciptaan Yok Koeswoyo meraih 23,80 persen.

Sementara Mery Gaspersz (Jakarta)-Titi Dwijayati lagu “Jangan Biarkan” ciptaan Hanny Tuheteru hanya meraih 23,09 persen pulang menjadi nostalgia.


Vanda Hutagalung tampil malam ini membawakan lagu “Cinta” dengan kualitas yang sangat tinggi. Pembawaannya memiliki nyawa yang pantas membawanya ke Babak Grand Final dengan semakin meningkat dari sebelumnya Babak-45 Besar lagu “Ratu Sejagat”, Babak-30 Besar lagu “Bunga Mawar”, Babak-24 Besar lagu “Bing”, Babak-18 Besar lagu “Angin Malam”, Babak-12 Besar lagu “Sendiri”, Babak-9 Besar lagu“Ekspresi”, dan Babak-6 Besar lagu “Rindu”. Dia mendapat semua tanda hijau dari Dewan Juri dengan raihan SMS terbanyak kedua.

Hetty Koes Endang dari juri mengatakan Vanda sudah memiliki kualitas yang sangat tinggi. “Okey, kualitas yang tinggi, suara yang bagus. Tentu menurut Hetty, kamu layak masuk ke babak berikutnya. Mana suara pendukung Vanda semua! Gebrek, gebrek, gebrek. Bravo. Amaging,” serunya.

Sementara Titi Dwijayati mengatakan melihat penampilan Vanda seperti melihat konser penyanyi dunia. Vanda bisa mengimbangi kaliber seorang Hetty Koes Endang dengan level energi yang sama. Sangat excited mendapat teman duet yang waoh, jadi mendapat semangat dan energi. “Tapi, gestur kamu itu masih gestur sungkan kepada senior. Ada musik yang harusnya Vanda sama Hetty maju ke depan, kamu menunduk majunya, merasa ngak enak. Vanda, tidak ada lagi kesempatan kamu berduet dengan Hetty. Harusnya kamu manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 125/Oktober 2017

Soimah Pancawati dari komentator mengatakan tidak semua penyanyi bisa mempuyai taksub. Taksub adalah roh yaitu rangkaian sudah dari zaman dulu proses hingga matang. “Ketika sudah membuka mulut, mangap saja sudah ada nyawanya. Terus terang, ketika kak Vanda menyanyi, habis itu bunda Hetty, kita jadi ikut kebawa merasakan taksub tersebut,” katanya.

Menurutnya, Vanda sudah bisa mengimbangi bunda Hetty dengann taksub dan sudah benar-benar jadi. “Jadi kak Vanda ini juga luar biasa. Tadi itu nyawanya sudah nyambung dengan bunda Hetty. Keren bangat. Saya juga bisa bangga dan harus banyak belajar juga dari kak Vanda. Saya di sini sebagai komentator, bukan berarti saya hebat, bisa segala-galanya bukan. Saya juga bisa belajar dari peserta yang ada di sini. Vanda bagus bangat. Tidak ada catatan,” pujinya.

Samuel Wattimena mengatakan pada saat mengenakan costum, kalau percaya dirinya itu muncul, costum akan ngebawa sekali. Pada malam ini, pakaian yang dikenakan Vanda terlihat dramatis padahal warnanya tidak gelap. “Umumnya konotasi kita, sesuatu yang dramatis itu sesuatu yang gelap, sesuatu yang warna komposisinya jelimet,” ujarnya.

Ditambahkannya, namun kompisisi dari warna yang Vanda kenakan, dramatis itu muncul dari motif manik-manik yang ada dan juga dari modelnya. Dan bahwasanya, Vanda tidak pakai kalung, tidak pakai anting yang gemerlap. Seluruhnya tampil, karena ngalir membawakan lagu tersebut. Jadi tampaknya beautiful,” pujinya.

Para penonton khususnya pendukung Vanda lepas dari ketegangan dan bertepuk tangan penuh kegembiraan menyambut pengumuman lolos dari Babak-4 Besar.

Kita nantikan penampilan Vanda Hutagalung peserta bermarga Batak ini pada Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak Grand Final. Semoga dia kelak berhasil menjadi juara. (Fantoro)

Komentar (3)

3 Comments on “Vanda Hutagalung: Peserta Bermarga Batak Terus Melanjutkan Kemesraan dengan Lolos dari Babak-4 Besar Menuju Babak Grand Final di Golden Memories Volume 2 Indosiar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (3)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel