Abdi Siahaan: Peserta Bermarga Batak Ketiga Melanjutkan Kemesraan Lolos dari Babak-18 Besar Golden Memories Volume 2 Indosiar

JAKARTA, DNT News – Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-18 Besar persembahan Viostin DS tahap ke-4 sudah berlangsung sejak Jumat 29 September 2017 dalam 6 (enam) group. Seperti diketahui, dalam babak ini terdapat 3 (tiga) peserta bermarga Batak yakni Peniel Panjaitan (Medan), Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara), dan Abdi Siahaan (Tangerang).

Abdi Siahaan (Tangerang) merupakan peserta bermarga Batak ketiga yang lolos dari Babak-18 Besar setelah Peniel Panjaitan (Medan) di Group 3 dan Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara) juga di Group 3. Abdi yang berada di Group 6 dinyatakan Dewan Juri sebagai pemenang kedua. Dengan demikian semua peserta berdarah Batak di Babak-18 Besar berhak melaju melanjutkan kemesraan ke babak berikutnya.

Pada Babak-18 Besar Group 6 yang disiarkan live dari Studio 5 Indosiar, Jumat 06 Oktober 2017, lolos Abdi Siahaan (Tangerang) di urutan kedua dengan lagu “Anak Jalanan” ciptaan Rosyid Soemantri & Wachid Ajie dan Nur Salam (Bone) yang jauh sebelumnya mendapatkan wildcard di Babak-24 Besar di urutan pertama dengan lagu “Apa Salah dan Dosaku” ciptaan Bartje Van Houten. Sementara Winda (Bali) yang mendapatkan wildcard di Babak-18 Besar ini dengan lagu “Astaga” ciptaan James F Sundah pulang menjadi nostalgia.

Abdi Siahaan dengan tekun mendengar penilaian dari Dewan Juri pada Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-18 Besar Group 6

Penampilan Abdi Siahaan malam ini membawakan lagu “Anak Jalanan” sungguh apik. Dia lebih berkembang dengan improvisasi dari sebelumnya di Babak-45 Besar dengan lagu “Arti Kehidupan”, Babak-30 Besar dengan lagu “Dara”, dan Babak-24 Besar lagu “Nuansa Bening”. Walau dia memperoleh satu tanda merah dari Titi Dwijayati namun Dewan Juri memutuskan dia sebagai pemenang kedua.

Titi Dwijayati mengatakan Abdi sebagai favoritnya, terlepas nyanyi dengan ornamen dan improvisasi dengan kren ke kinian tapi kurang maskulin. “Di bait-bait awal, kamu nadanya masih dipanjang-panjangin. Pokoknya Abdi, buat saya kamu kurang badung, kurang bandel,” ujarnya.

Ikang Fawzi mengatakan sering membawakan lagu itu dengan kacamata dari sudut rock. Dia melihat hal lain dari Abdi yang menyanyikan lagu tersebut keluar dari karakternya, nge-grove dengan ber-improvisasi sesuai karakternya masuk dengan lagu sesuai dengan versinya. “Gua melihat itu menyatu dengan lagu. Jadi improvisasinya, gua benar-benar harus memberi nilai positif dan respon dengan band. Jadi tahu di situ ada komunikasi. Buat saya itu nilai luar biasa,” pujinya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 125/Oktober 2017. Mau berlangganan???
Hubungi kami segera

Sementara dari komentator, Soimah Pancawati menilai Abdi ganteng sekali. Dia mengatakan tidak punya catatan karena tampil keren dan bagus. “Saya menikmati. Ini justru surprise karena beda dengan penampilan sebelumnya. Saya tidak menyangka bang Abdi bisa menyanyikan lagu Anak Jalanan sebegitu bagusnya, sebegitu rileksnya, dan sebegitu santainya. Tadi itu, cukup pas,” kagumnya.

Samuel Wattimena mengatakan rambut Abdi lebih bagus dipakai Nur Salam dan sebaliknya. “Bajunya is fine. Walaupun sebagai Anak Jalanan tidak usah dipaksakan memakai peniti,” katanya.

Para penonton khususnya pendukung Abdi bertepuk tangan penuh kegembiraan menyambut pengumuman lolos dari Babak-18 Besar.

Kita nantikan penampilan Abdi Siahaan peserta bermarga Batak ini pada Golden Memories Volume 2 Indosiar babak berikutnya. Semoga dia melaju hingga ke Babak Final dan berhasil menjadi pemenang. (Fantoro)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel