BATAK CENTER: Merencanakan Membuat Buku Tokoh Pejuang dan Tokoh Teladan Batak

JAKARTA, DNT News – Buku ini nantinya menjadi salah satu inventaris BATAK CENTER untuk dikumpulkan sebanyak-banyaknya para tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak. Ini menjadi kebanggaan kita juga bahwa orang-orang Batak memiliki andil sekecil apapun itu bagi perjalanan sejarah perjuangan bangsa dan negara Indonesia sejak 1928.

Hal ini dikatakan Ketua Umum BATAK CENTER Ir Sintong M Tampubolon kepada dalihannatolunews.com belum lama ini menyambung apa yang disampaikan Ketua Tim penyusunan buku Tokoh Pejuang dan Tokoh Teladan Batak. “Andil tersebut membawa perubahan yang berarti bagi kehidupan dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang patut dimiliki setiap orang Batak agar bangsa dan negara kita dapat makin maju,” katanya.

Ir Sintong M Tampubolon yang pernah 4 periode duduk sebagai wakil rakyat di DPR-RI ini menyampaikan bahwa selama ini memang ada orang-orang Batak yang terdengar kisahnya tercecer di mana-mana. “Tim Buku inilah nantinya mengumpulkan dan mengompilasi dari narasi-narasi tercecer tersebut menjadi sesuatu yang bermakna dan menarik untuk dibaca, baik publik maupun orang-orang Batak,” ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal BATAK CENTER Drs Jerry R Sirait pada awal April 2021 lalu mengatakan sejauh ini belum ada dan bahkan tidak ada satu literatur pun yang mengupas kisah para tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak untuk dijadikan bahan referensi. “Hal tersebut mendorong BATAK CENTER merencanakan membuat buku Tokoh Pejuang dan Tokoh Teladan Batak,” ungkapnya.

Rapat Tim Penyusunan Buku dihadiri Ketua Umum BATAK CENTER Ir Sintong M Tampubolon, Drs Bangarna Sianipar, Hotman J Lumban Gaol, Dr Adil Ujung, Asdon Hutajulu, dan Boy Tonggor Siahaan

Tim Buku melakukan rapat di Sekretariat BATAK CENTER, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dihadiri Ir Sintong M Tampubolon (Ketua Umum BATAK CENTER), Drs Bangarna Sianipar (Ketua Tim Buku), Hotman J Lumban Gaol (Sekretaris Tim Buku), Dr Adil Ujung (Penulis), Asdon Hutajulu (Penulis), dan Boy Tonggor Siahaan (Humas BATAK CENTER).

Sebenarnya rencana pembuatan buku tersebut sudah sempat dibahas dalam Tim Buku yang dibentuk dan diketuai Drs Bangarna Sianipar pada akhir 2019 lalu. Namun, pada 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang meluas di seluruh dunia termasuk di Indonesia, maka Tim Buku ini selama 1 tahun lebih tidak melakukan pertemuan tatap muka. Namun mereka tetap berkoordinasi melalui WhatsApp (WA) Group.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 165/April 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 165/April 2021

Baru kemudian pada Minggu 21 Maret 2021 siang, Tim Buku melakukan rapat di Sekretariat BATAK CENTER, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dihadiri Ir Sintong M Tampubolon (Ketua Umum BATAK CENTER), Drs Bangarna Sianipar (Ketua Tim Buku), Hotman J Lumban Gaol (Sekretaris Tim Buku), Dr Adil Ujung (Penulis), Asdon Hutajulu (Penulis), dan Boy Tonggor Siahaan (Humas BATAK CENTER).

Dalam rapat tersebut dirumuskan mengenai kriteria apa yang dipakai untuk menentukan seseorang berdarah Batak dapat disebut sebagai tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak. Kriteria tokoh pejuang diambil dalam tonggak sejarah sejak 1928 Soempah Pemoeda di mana orang Batak turut berjuang. Berlanjut pada tonggak sejarah masa Kemerdekaan Indonesia pada 1945 dan masa angkatan 1966.

Sementara itu, kriteria tokoh teladan ditentukan berdasarkan perannya dan kiprahnya bagi kemanusiaan dan memiliki nilai-nilai heroik yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Para tokoh teladan ini dapat diidentifikasikan atas pengakuan negara kepada mereka. Seperti adanya tanda jasa, posisinya yang strategis dalam pemerintahan dan lembaga negara, serta mengharumkan nama bangsa dan negara dalam bidang profesinya (sosial, ekonomi, budaya, politik, dan olahraga).

Kedua kriteria tersebut, baik tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak, adalah orang-orang yang sudah meninggal dunia. Mengapa demikian? Karena ketika mereka sudah meninggal dunia, perjuangan dan keteladan itulah yang dapat dikenang sepanjang masa bagi generasi muda, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

“Perjuangan dan keteladan para tokoh Batak inilah yang hendak kita wariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu kita kelak, khususnya bagi orang-orang Batak. Ketika mereka sudah meninggal, kita tuliskan kisah mereka agar kita tidak melupakan sejarah sebagaimana dikatakan mendiang Presiden Soekarno: JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah),” ungkap Drs Bangarna Sianipar.

Tim Buku berusaha mengumpulkan tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak dari semua puak Batak yang ada. Sejauh ini diketahui ada Puak Angkola/Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba. Untuk memenuhi masuknya tokoh-tokoh dari puak-puak tesebut, Tim Buku dibantu 5 orang perwakilan dari masing-masing puak mengusulkan nama-nama tokoh dari puak mereka. Nama-nama tersebut nantinya akan disaring melalui kriteria yang sudah disepakati Tim Buku.

Tim Buku merencanakan membuat sekitar 100 lebih tokoh pejuang dan tokoh teladan Batak. Buku ini memiliki sekitar 500 halaman dan dicetak hard cover sebanyak 1.000 eksemplar. Pada saat ulang tahun ke-3 BATAK CENTER, buku tersebut sudah selesai. Kemungkinan BATAK CENTER akan meluncurkan buku tersebut pada momen Hari Pahlawan 10 November 2021. (BMS)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel