Belum Merdeka Rasanya Jika Tanpa Listrik

Oleh: Drs. Nikson Nababan, M.Si
(Bupati Tapanuli Utara)

Sejak memimpin di Tapanuli Utara pada 2014 yang silam, pertama saya turun ke desa desa terpencil rasanya hati sangat teriris melihat mereka yang sepertinya tidak tersentuh tekhnologi. Jalan masih setapak, listrik tidak ada, sinyal atau jaringan internet jelas tidak ada. Menuju ke sana bahkan harus jatuh bangun baik jalan kaki atau sepeda motor.

Saya bertekad harus menuntaskan ini. Saya rasakan hidup di tengah tengah mereka selama 3 hari, ada damai yang merayap di hari. Tetapi tidak akan ada jalan keluar menuju kemajuan jika terisolir seperti ini. Saya mulai turunkan alat berat untuk membuka jalan. Saya papas gunung dan bebatuan karena bagaimanapun banyaknya hasil kebun dan hutan mereka, tidak akan ada harga jika tidak ada akses keluar.

Dengan alat berat, jalan dibuka untuk dilewati kendaraan roda empat. Saya sedikit bernafas lega. Tidak tersentuh listrik… Ini juga membuat saya harus berlari cepat mengejar ketertinggalan ini. Saya data dan tata daerah mana saja yang belum ada listrik. Saya buat titik-titik nya dan saya buat data aksesnya mana yang sudah bisa dilalui roda empat untuk membawa material.

Tahun 2017 masih satu Dusun yang bisa masuk listrik karena akses yang berat, yakni Dusun Sialang, Desa Sitoli Ama, Kecamatan Pahae Julu.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020

Saya putar otak sambil jalan membuka akses roda empat untuk bisa masuk roda empat membawa material PLN untuk pemasangan listrik. Saya usahakan menciptakan listrik tenaga Surya, tenaga hidro atau apapun potensi daerah tersebut untuk jadi pembangkit listrik. Akhirnya masyarakat di desa sangat terpencil bisa menikmati listrik tenaga Surya dan hidro, tetapi saya berprinsip itu hanya sementara. Listrik dari pihak PLN harus masuk ke segala sudut di Tapanuli Utara.

Tahun 2018, akhirnya saya bisa tuntaskan lagi di 7 (tujuh) titik pada 5 kecamatan, yakni Dusun Lumban Simamora Kecamatan Parmonangan, Dusun Janggaleman Kecamatan Pagaran, Dusun Sitorngom, Dusun Sihupar, dan Dusun Parlobu-lobuan di Kecamatan Adiankoting, Dusun I Jambur Nauli Kecamatan Tarutung, dan Dusun Parpatihan Kecamatan Sipahutar.

Semakin semangat.. Itu yang saya rasakan ketika listrik mulai menerangi titik-titik gelap di Taput. Desa terisolir terus saya buka aksesnya, saya buka jalan terus dengan alat berat agar PLN bisa masuk ke desa terisolir tersebut.

Di Tahun 2019 akhirnya tuntas juga masuk listrik PLN di 18 dusun dan 4 Desa pada 6 kecamatan, yakni Dusun Sidondamon dan Dusun Simarsalaon di Kecamatan Parmonangan. Dusun Sibargot, Dusun Aekhorsik, Dusun Pagaran Padang, dan Dusun Transmigrasi Simpang Bolon di Kecamatan Garoga. Dusun Limus, Dusun Lobu Haminjon, Dusun Siantar Naipospos, Dusun Lobu Jambang, Dusun Batu Kamal, Dusun Siuban-uban, Dusun Torhonas, dan Dusun Bagot di Kecamatan Adiankoting. Dusun Idaman di Kecamatan Siborongborong. Dusun Lobusihim dan Dusun Dano Butar di Kecamatan Simangumban. Serta Dusun Nahornop di Kecamatan Sipoholon.


Saya semakin lega. Akses jalan terbuka, listrik PLN masuk, jaringan internet juga akan mengikut. Inilah jalan menuju Taput maju…

Semalam, Senin 24 Agustus 2020 di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput, saya panggil pihak PLN, yakni Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga Deny Fitrianto, Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Ramses Hutajulu, Manajer Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Tarutung Adnan Ashari untuk berdiskusi bersama menuntaskan desa dan dusun yang belum realisasi listrik PLN.

Ada 31 titik lagi (dusun) pada 9 kecamatan yang belum teraliri listrik PLN. Saya sampaikan ini harus tuntas di tahun 2020 ini. Belum merdeka rasanya kalo listrik belum ada, walaupun sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Ini harus kita tuntaskan tahun ini. Sebagian lokasi dusun tersebut sudah disurvey pihak PLN dan beberapa dalam tahap survey. Pihak PLN sudah menyahuti akan segera dituntaskan.

Bagi daerah yang sulit medan untuk kendaraan roda empat membawa material akan secara bertahap dibuka akses jalannya. Seiring PLN mengerjakan yang sudah bisa akses, kita buka akses jalan bagi dusun yang belum bisa roda empat dengan alat berat dan masyarakat setempat juga bersedia untuk gotong royong, sehingga di akhir tahun ini diharapkan bisa tuntas.

Pada rapat semalam, saya juga langsung hubungi ke pusat apakah anggaran untuk 31 titik yang tersisa ini ada dianggarkan. Saya sangat lega karena sudah dianggarkan dan akan dituntaskan tahun ini.

Dari 57 titik yang belum teraliri listrik sejak saya memimpin di Taput, akan tuntas di tahun ini secara keseluruhan. Mohon doa dan dukungan masyarakat Tapanuli Utara.

Terimakasih. Merdeka….

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel