Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si: Harapkan Dukungan Pengadaan Sarpras RSUD Tarutung dari Pemerintah Pusat

TARUTUNG, DNT News – RSUD Tarutung sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan untuk daerah Tapanuli Raya namun belum memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai, termasuk perhitungan jarak dengan ibukota Provinsi apabila jalan darat butuh waktu 6 sampai 7 jam. Ini menjadi pertimbangan perlunya laboratorium. Kiranya Tapanuli Raya ini dibekali alat-alat laboratorium, sehingga pemeriksaan Swab Test dapat lebih cepat.

Hal ini disampaikan Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi saat sebagai Narasumber di acara Talkshow yang diadakan MNC Tri Jaya Network secara live streaming, Sabtu 02 Mei 2020, pukul 10.00-12.00 WIB.

“Kita berharap dukungan Pemerintah Pusat untuk pengadaan sarana dan prasarana sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19. Kita juga sedang membangun beberapa ruangan tambahan isolasi dan sedang persiapkan anggaran untuk sarpras seandainya tidak ada bantuan dari pemerintah atasan,” katanya.

Bupati Tapanuli Utara memaparkan beberapa langkah yang telah dilaksanakan Pemkab Taput dalam penanganan COVID-19. Seperti himbauan untuk tidak mudik, wajib pakai masker, membuat posko perbatasan kabupaten dan juga desa, termasuk pemberian bantuan maupun BLT.

Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi saat sebagai Narasumber di acara Talkshow yang diadakan MNC Tri Jaya Network secara live streaming

“Walaupun belum PSBB, sejak Maret kita sudah buat posko di perbatasan kabupaten dengan pengawasan melekat bersama TNI dan Polri. Kita sedang persiapkan tempat karantina per kecamatan bagi masyarakat yang terpaksa harus pulang kampung, mereka wajib isolasi mandiri,” ujarnya.

Dilanjutkannya, dalam beberapa bulan ini pihaknya sudah melakukan himbauan agar tidak ada kegiatan yang menghadirkan massa. Bersama Forkopimda melakukan sosialisasi di setiap pasar yang sudah disediakan wastafel dan membagi masker.


“Kita juga petakan mahasiswa asal Taput yang tidak mudik akan diberikan bantuan. Demikian juga sebaliknya, kita memberikan bantuan kepada mahasiswa di daerah kita yang berasal dari luar Taput yang tidak pulang kampung,” tambahnya.

Pada akhir penjelasannya, Bupati Drs Nikson Nababan MSi menyampaikan terkait Bantuan Sosial untuk masyarakat agar perlu koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Desa. “APBD boleh digunakan memberikan bantuan kepada warga yang belum tercover bantuan dari Pusat dan demikian juga Dana Desa digunakan bagi warga yang belum terbantu,” pungkasnya.


Kegiatan yang mengangkat topik “Polemik PSBB, Mudik dan Bansos” juga menghadirkan Narasumber yakni Ikshan Abdullah (Staf Khusus Wakil Presiden), Rahmat Effendy (Wali Kota Bekasi), Ade Yasin (Bupati Bogor), Yana Mulyana (Wakil Wali Kota Bandung), Sulkarnain Kadir (Wali Kota Kendari), dan Arif Sugiyanto (Wakil Bupati Kebumen).

Menanggapi pembahasan para Kepala Daerah, Ikshan Abdullah Staf Khusus Wakil Presiden menjelaskan bagaimana kebijakan pusat dapat dijalankan dan diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah. “Perhatian kita fokus pada dampak sosial dari pandemi ini agar jangan sampai ada masyarakat yang tidak makan,” ucapnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel