Demokrasi Adu Borong Partai dan Pengangguran Semakin Banyak

Oleh: Andi Siregar, ST
Ketua BPH Persatuan Muda Mudi Kecamatan Lintongnihuta (PMKL) dua periode 2012-2016

Mungkin saat ini orang sedang berada di zona nyaman yang masih memiliki pekerjaan, yang sudah dijamin negara, dan lainnya tidak terlalu perhatian akan demokrasi adu borong partai dan pengangguran semakin banyak serta menganggap biarlah itu urusan para politisi.

Tapi apakah kita harus tutup mata di sekitar dan keluarga kita? Berapa banyak orang yang menangis dalam hati karena tidak memiliki pekerjaan dan tidak punya kesempatan?

Mereka yang menganggur sangat banyak walau memiliki pendidikan tinggi bahkan lulus dari universitas terbaik. Tapi kenyataannya, mereka sangat susah mencari pekerjaan dan tidak dapat pekerjaan. Mereka sangat tertekan dengan kenyataan bahwa kenapa tidak ada kesempatan. Akhirnya mereka kerja serabutan, yang penting bisa bertahan hidup.

Arah demokrasi sangat menentukan untuk menyelesaikan persoalan ini.
Belakangan ini kelompok tertentu akan semakin besar, semakin kaya, dan semakin kuat. Mereka sudah berada di zona nyaman dan sangat bersyukur.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020

Adu borong partai akan mengarahkan kebijakan Kepala Daerah untuk menguntungkan kelompok itu. Semua lobi-lobi proyek dan investasi akan diprioritaskan terhadap kelompok itu. Maka tidak heran, bahwa ada kelompok-kelompok yang memiliki banyak perusahaan, banyak pekerjaan, tetapi sumber daya manusia yang digunakan adalah sedikit.

Hal ini terjadi, karena sumber daya manusia yang digunakan kebanyakan rangkap pekerjaan dengan satu orang menangani beberapa perusahaan. Keuntungan dan kekayaan yang dimiliki akan semakin bertambah dan semakin kuat. Sehingga menutup kesempatan buat masyarakat khususnya generasi muda karena pekerjaan itu sudah diborong.

Lalu bagaimana dengan nasib generasi muda yang menganggur itu? Mereka menangis, tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya jadi penonton. Mereka mengiba melihat orang yang sedang di zona nyaman sedang tertawa memberikan komen-komen di media sosial dengan lepas berkumpul bersama sahabat dan keluarga. Yang menganggur hanya membaca, menonton, mangiba, dan meratapi sendiri kondisi kehidupannya.


Sebagai generasi muda, saya mau menggerakkan moral demokrasi supaya dapat berproses dengan baik. Mari memilih pemimpin yang paling berkualitas, sehingga kedaulatan berada di tangan rakyat dan kebijakan akan pro rakyat.

Kalau pemimpin memborong partai karena takut kalah, maka kita tidak akan mampu memilih mana pemimpin terbaik. Karena tidak ada perbandingan untuk mengadu ide atau gagasan maupun program.

Untuk itu, langkah nyata melawan demokrasi adu borong partai adalah memenangkan kolom kosong. Maka nanti di Pilkada, masa depan demokrasi yang kita harapkan sebagai generasi muda adalah demokrasi adu gagasan, ide, dan program.

Terima kasih…..

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel