Drs. Nikson Nababan, M.Si: Sarana Urgent Segera Resmikan Jembatan Alternatif Masyarakat Aek Siansimun Menuju Pusat Kota

TARUTUNG, DNT News – Saya tahu jembatan ini sangat urgent, sehingga begitu terkena bencana langsung saya bangun dan saya resmikan hari ini. Saya tidak mau masyarakat terlalu lama menunggu, karena proses perekonomian akan sangat terganggu.

Hal ini dikatakan Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs Indra Sahat Simaremare MSi dan beberapa Pimpinan OPD ketika meresmikan Jembatan Alternatif Masyarakat Aek Siansimun Menuju Pusat Kota, Sabtu 21 Agustus 2021, di  Tarutung.

Jembatan ini diberi nama jembatan Soekarna-Hatta di Desa Aek Siansimun, Kecamatan Tarutung sepanjang 9 meter dan lebar 5,4 meter. Konstruksi Jembatan Beton Bertulang pondasi bor pile beserta tembok penahan dengan pagu sebesar Rp 1.038.500.000,- dibangun dari Dana APBD Kabupaten Tapanuli Utara TA 2021.

“Saya berikan nama Jalan Soekarno-Hatta, karena saya ingin selalu menanamkan kepada masyarakat sejarah tentang jasa jasa Soekarno-Hatta kepada negeri tercinta ini. Bapak bangsa, sangat nasionalis, dan Marhaen. Semoga masyarakat hingga ke seluruh pelosok bisa menikmati pembangunan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi meresmikan Jembatan Alternatif Masyarakat Aek Siansimun Menuju Pusat Kota

Jembatan ini juga menghubungkan Desa Aek Siansimun dgn Kelurahan Hutatoruan X, Hutatoruan IX, dan Hutatoruan XI Tarutung.

Jembatan ini memiliki fungsi sangat penting bagi masyarakat dalam transaksi dan proses perekonomian masyarakat setempat. Jembatan lama memang sudah pernah ada tetapi kondisi rusak dan tidak dapat dilalui karena bencana alam sejak Januari 2021.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 169/Agustus 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 169/Agustus 2021

Masyarakat setempat hadir saat peresmian dan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Bupati Tapanuli Utara terhadap kesinambungan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Siansimun.

“Kita memang sudah merdeka dari penjajah. Tetapi saat ini kita harus bersatu padu memerangi pandemi Covid-19, agar kita semua bisa sehat dan memulihkan perekonomian yang saat ini terguncang. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujar Bupati mengakhiri. (MAR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel