Dubes Mangasi Sihombing: Partai Indonesia Damai Desak Pemerintah Memberantas Penyakit Sosial

JAKARTA, DNT News – Sebagai tindak-lanjut keputusan Pemerintah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas, dewasa ini kita saksikan gebrakan pembangunan fisik di seputar kawasan dan menuju ke arah kawasan. Seperti prasarana jalan dan proyek lumbung pangan atau agrobisnis. Dalam waktu singkat, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan beberapa kali ke kawasan yang disambut antusias oleh masyarakat.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Umum Partai Indonesia Damai (PID) Dubes Mangasi Sihombing dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, Senin 09 Nopember 2020 malam. “Ini jelas menunjukkan perhatian serius Pemerintah terhadap kemajuan kawasan. Atas prakarsa masyarakat lokal, kita juga saksikan pembangunan oleh berbagai kelompok marga seperti pembangunan tugu moyang yang dicanangkan juga sebagai modalitas untuk turisme,” katanya.

Dia mengapresiasi semua geliat pembangunan ini dan paling mutakhir dan sedang dalam proses pengerjaan adalah proyek Patung Tuhan Yesus di Kecamatan Harian, Samosir yang diprakarsai perkumpulan Gaja Toba.

Namun di balik harapan baik itu, PID menyimpan kekawatiran kalau proyek-proyek ini akan mengundang hal negatif bila tidak diambil langkah preventif. Dia menunjuk kepada kenyataan yang berkembang di kawasan seperti perilaku-perilaku tak etis berkaitan misalnya dengan tumbuhnya warung remang-remang serta konsumsi miras.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 160/Nopember 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 160/Nopember 2020

“Contoh paling nyata di kawasan Salib Kasih Bukit Siatas Barita, Tarutung yang hanya selangkah dari Kantor Pusat gereja besar yang selalu kita banggakan, HKBP Nabolon i,” ujarnya.

Dubes Mangasi Sihombing mengungkapkan, masalah-masalah sosial berkaitan dengan penyakit HIV, warung remang, miras, LGBTQ, narkotika, dan beberapa penyakit sosial lainnya sebenarnya sudah lama merangkak ke kawasan ini.

“Kita catat misalnya hal itu terjadi dengan proyek raksasa geotermal atau listrik panas bumi di Silangkitang, Sarulla. Sejalan dimualinya proyek ini lebih dua dekade yang lalu, telah bermunculan warung remang-remang di sana. Dari awal, sebenarnya sudah terdengar keprihatinan masyarakat luas terhadap soal ini. Namun terlihat usaha otoritas terkait, tidak atau kurang memadai dalam memberantasnya,” urainya.


“Hal serupa jelas juga sudah menjalar di berbagai tempat di pesisir Danau Toba. Jadi tak salah jika ada yang mempertanyakan apa yang dilakukan Pemda-pemda bersangkutan dalam mengatasi. Demikian juga orang bertanya-tanya mengenai sikap dan suara para pemuka rohaniawan dan pendidik,” sambungnya.

Mengingat hal tersebut, PID yang dipimpin Ir Apri Hananto Sukandar MPd, menyatakan keprihatinan mendalam atas hal ini. Selanjutnya mendesak Pemerintah, Pemda-pemda, dan instansi terkait untuk mengambil berbagai langkah pencegahan dan pemberantasan yang diperlukan. Bukan hanya untuk kawasan Danau Toba saja melainkan seluruh penjuru tanah air, terutama distinasi-destinasi pariwisata populer.

“Terlebih nanti pada waktu puncak arus kedatangan wisatawan mancanegara. Pasti masalah-masalah kerawanan sosial akan semakin nyata, jika tidak cukup disiapkan langkah-tanggapan yang sepadan,” pungkas Dubes Mangasi Sihombing. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel