Iran Ambarita: 45 Tahun Berkarya di Blantika Musik Batak

JAKARTA, DNT News – Bicara tentang karya cipta khususnya lagu-lagu tentu tidak bisa lepas dari keindahan. Keindahan lirik, keindahan melodi, dan keindahan harmonisasi vokal. Sehingga keindahan lagu itu seakan bisa membawa kita menembus waktu. Lagu bisa mewakili perasaan, mewakili kehadiran, dan juga menstimulasi kegembiraan.

Prolog inilah mengawali pagelaran Iran Ambarita 45 Tahun Berkarya di blantika musik Batak yang dipersembahkan BCI Record dengan Live di YouTube, Minggu 01 Nopember 2020, mulai pukul 18.30 WIB. Perjalanan waktu yang tidak singkat itu membutuhkan banyak energi yang hari itu dirasakan bersama. Mereka berharap perjalanan hidup ke depan semakin berjaya, sehat, bahagia, dan lagu-lagu karya Iran Ambarita bisa menjadi teman perjalanan selama-lamanya.

Dalam pagelaran itu ditampilkan video testimoni penggemar Iran Ambarita dari berbagai belahan dunia. Nelson P Sitompul SE MM Penasehat PARBI dalam testimoninya mengatakan ketika hampir satu tahun menginjakkan kaki di Jakarta mendengar sebuah lagu Batak sangat enak di telinga yang semakin dihayati syairnya semakin mengena di hati. Syair lagu itu sangat cocok bagi anak muda yang baru lulus SMA dari kampung dan sedang berjuang.

“Lagu itu ibarat orang tua yang mengirim pesan nasehat kepada anaknya di perantauan. Judul lagu itu “Paima Suda Gogokki” ciptaan Iran Ambarita. Lagu itu dikemas dalam sebuah kaset berjudul TRIO AMSISI. Itulah satu-satunya kaset lagu Batak yang suka saya dengar saat ini. Sejak tahun 1980 saya sudah penasaran ingin ketemu Iran Ambarita. Dengan berjalannya waktu dan usia pun bertambah, lagu itupun seperti hilang,” katanya.

Nelson P Sitompul SE MM merasakan terbayar lunas keinginan bertemu dengan sang legendaris Iran Ambarita
MC Rina Silalahi mewawancarai Iran Ambarita terkait perjalanan hidup sang legendaris bersama Amsisi 2000
Lopez Sitanggang membawakan lagu “Molo Jumpang Na Mardongan”, “Tangis Do Ho”, dan “Gabe Mabiar Au”

Pendiri dan Ketua Pembina “Yayasan NPS” ini kembali berkeinginan untuk bertemu Iran Ambarita setelah lagu ciptaannya di tahun 2012 berjudul “Boanokku Do Ho”. “Sian dia ma mulaionku, lao mandok tu ho… holong ni roha….” yang amat puitis. Keinginan bertemu pun menjadi kenyataan Selasa 27 Oktober 2020 pada pertemuan bersama beberapa pencipta lagu Batak dan Jumat 30 Oktober 2020 pertemuan khusus saat makan siang.

“Terbayar lunas sudah keinginanku bertemu sang legendaris. Kebetulan Minggu 01 Nopember 2020 beliau akan melakukan Live Streaming 45 Tahun Iran Ambarita Berkarya. Rugi kalau kita tidak saksikan,” imbuhnya.

Andreyandra Siahaan “Dung Hutanda Ho Ito”, “Ho Do Nampuna Au”, “Na Jolo”, dan “100 Taon”
Eva Limbong syahdu membawakan lagu “Lungun”, “Dang Boi Bulan Manghatai”, dan “Surat tu Dainang”
BCI Voice mengumandangkan “Sukkun-Sukkun Rohangki”, “Paima Suda Gogokki”, dan “Pajumpang di Pengkolan”
Anjuma Trio tampil kompak memwakan lagu “Ari Selasa”, “Supir Panjang”, “Di Bulan Nasalpu”

Selama tiga setengah jam hingga pukul 22.00 WIB, acara yang dipandu MC Rina Silalahi ini mempersembahkan 22 lagu karya cipta Iran Ambarita yang dibawakan para artis pendukung. Lopez Sitanggang mengawali dengan lagu “Molo Jumpang Na Mardongan”, disusul Andreyandra Siahaan “Dung Hutanda Ho Ito”, dan Eva Limbong dengan “Lungun”.

Setelah itu tampil BCI Voice membawakan “Sukkun-Sukkun Rohangki” dan Anjuma Trio dengan lagu “Ari Selasa”. Dilanjutkan Amsisi 2000 membawakan dua lagu “Parjolo Sahali” dan “Dos Do Nangkok Na”.

Kemudian muncul BCI Voice mengumandangkan “Paima Suda Gogokki”. Andreyandra Siahaan pun tampil dengan dua lagu “Ho Do Nampuna Au” dan “Na Jolo”. Disusul Amsisi 2000 dengan lagu “Boanokku Do Ho” dan “Molo Olo Ho”.


Lopez Sitanggang feat Amsisi 2000 mempersembahkan “Tangis Do Ho” dan dengan solo membawakan “Gabe Mabiar Au”. Eva Limbong kembali menghibur dengan “Dang Boi Bulan Manghatai” dan “Surat tu Dainang”. Anjuma Trio juga muncul dengan lagu “Supir Panjang” dan “Di Bulan Nasalpu”.

Pada akhir pagelaran kembali tampil Andreyandra Siahaan dengan “100 Taon”, BCI Voice “Pajumpang di Pengkolan”, dan Amsisi 2000 “Asa Denggan Ngolum”. Acara pun ditutup setelah All Artist dengan anggun bagai kolosal mempersembahkan lagu “Tapasada Ma Rohanta”.

Acara tersebut berlangsung sukses. Para artis berhasil membawakan karya-karya Iran Ambarita dengan baik. Mereka mampu menghibur dan memukau pemirsa. Berbagai pesan moral didapat agar selalu menjaga hubungan baik bagi sesama, keluarga, dan alam. Setiap lirik lagu menceritakan kehidupan sehari-hari. Para pemirsa pun berpartisipasi dengan memberikan donasi. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel