Maya Sitohang Pemilik Brand “May Ulos”: Melestarikan Budaya Leluhur Melalui Pagelaran Fashion Show Batak

JAKARTA, DNT News – Pada masa pandemi Covid-19 ini kita sulit melakukan aktivitas berupa hiburan. Kebetulan kita memiliki “May Ulos” yang terpikir membuat design ulos untuk mengajak masyarakat Batak khususnya anak-anak muda mencintai tenun Batak yang ready to will bisa dipakai dalam suasana kantor, menghadiri pertemuan, arisan, dan lainnya. Design pakaian ini bisa digunakan sehari-hari dengan penampilan yang simple, dinamis, dan sederhana.

Hal ini dikatakan Maya Sitohang, pemilik brand “May Ulos” ketika menggelar “Fashion Show Batak” bertajuk “TobaDream Cultural Week Music Art Fashion and Food” untuk melestarikan budaya leluhur, Kamis 03 Juni 2021, di TobaDream, Jln Dr Saharjo No 90, Menteng Atas, Jakarta Selatan. Acara bazaarnya sendiri berlangsung dari Senin 31 Mei 2021 hingga Sabtu 05 Juni 2021.

Sejatinya putri dari Alm Guntur Sitohang, Maestro Budaya Batak ini merupakan pelatih tortor di berbagai punguan marga, gereja, dan komunitas lainnya. Dia baru menggeluti busana ber-ornamen etnik Batak ini sejak Mei 2020, setelah tidak bisa melatih tortor karena sulit bertemu orang dalam kegiatan diakibatkan pandemi Covid-19.

“Saya berpikir, bagaimana ya kedepannya menjalani kehidupan dengan tidak bisa beraktivitas. Saya sudah terlahir dari darah seni, dimana bapak saya di rumah pembuat alat musik seni tradisional Batak, pelatih, dan player. Sementara saya sendiri lebih ke seninya. Saya memiliki seni men-design fashion, memainkan alat musik, dan manortor. Dari sinilah saya terpikir menggeluti seni etnik tradisional ber-ornamen Batak ini,” katanya.

Maya Sitohang pemilik brand “May Ulos” menggelar “Fashion Show Batak” bertajuk “TobaDream Cultural Week Music Art Fashion and Food” untuk melestarikan budaya leluhur

Sementara itu Irjen Pol (Purn) Drs Erwin TP Lumbantobing, Mantan Kapolda Kalimantan Barat mengatakan bahwa keterlibatannya berpartisipasi dalam pagelaran ini ketika mengetahui dan melihat ada bazaar dimana panitia menyampaikan rencana pagelaran Fashion Show Batak ini.

“Saya lantas bertanya, kenapa bermain setengah-setengah, kurang promosi, dan harus membuat sebaik mungkin? Dalam waktu singkat, mereka meminta saya berpartisipasi memberi support. Maka saya terus bersedia, karena sudah pensiun, ada waktu, dan sekaligus memberi perhatian terhadap budaya Batak. Kalau bukan kita yang melestarikan seni budaya Batak, siapa lagi?” katanya.

Maya Sitohang pemilik brand “May Ulos” menggelar “Fashion Show Batak” bertajuk “TobaDream Cultural Week Music Art Fashion and Food” untuk melestarikan budaya leluhur

Menurut Irjen Pol (Purn) Drs Erwin TP Lumbantobing yang juga merupakan mantan Anggota DPR-RI ini acara tersebut secara umum cukup bagus dan memunculkan banyak potensi. Walau di masa pandemi Covid-19, hadirin cukup ramai. “Para anak muda menunjukkan performance yang bagus. Mudah-mudahan pagelaran ini bisa kita hidupkan terus, walau di masa pandemi dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Dia juga bangga dengan penyajian lagu-lagu opera yang diringi kolaborasi musik etnik tradisional Batak dengan musik modern. Karena budaya itu juga berkembang seiring dengan perkembangan musik. “Kita akan dukung terus pagelaran bagus seperti ini demi untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Batak. Saya pun berterimakasih kepada abang Monang Sianipar dan Viky Sianipar atas support dari TobaDream atas pagelaran ini,” pungkasnya.

Maya Sitohang pemilik brand “May Ulos” menggelar “Fashion Show Batak” bertajuk “TobaDream Cultural Week Music Art Fashion and Food” untuk melestarikan budaya leluhur

Acara “Fashion Show Batak” ini merupakan ide kreatif Hardoni Sitohang dari “Rumah Gondangta” yang berperan sebagai host pada acara tersebut Sebagai 13 (tiga belas) kali para peragawan dan peragawati secara bergantian melakukan parade menunjukkan performance yang cukup apik dengan memamerkan busana berupa pakaian baju, gaun, jaket, jas, dan ulos ber-ornamen etnik Batak.

Satu yang membanggakan dari pagelaran ini dimana “May Ulos” mampu menghadirkan para pengisi acara baik peraga, pemain musik, dan penari berasal dari lintas generasi yakni generasi tua, dewasa, hingga generasi milenial dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021

Bazaaar dan Exhibition ini digelar “May Ulos” bersama Batiktak, Dalihan Na Tolu, House of Damiten, Pemuda Batak Bersatu, Rumah Gondangta, dan TobaDream Gallery. Berbagai lagu opera seperti Si Ose Padan, Leleng Sai Hupaima, Si Doli Parende, Ali Tipang, Rambadia, dan lainnya dikumandangkan dengan iringan Jegez Band dan Rumbatak Entertainment.

Pada kesempatan itu Hardoni Sitohang dengan sendu memainkan instrumentalia alat musik tradisional Batak sebagai “Spirit of Tulila”. Tulila merupakan alat musik spiritual Batak yang hampir punah dimana iramanya bagaikan bunyi suara burung yang dipakai sebagai media komunikasi dengan alam dan Tuhan.

Pada akhir acara “May Ulos” menyerahkan bunga pangku sebagai ucapan terima kasih kepada Monang Sianipar (TobaDreams) diwakilkan putranya Bismark Sianipar dan Irjen Pol (Purn) Drs Erwin TP Lumbantobing atas dukungan dan partisipasi terhadap pagelan tersebut. (TAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel