Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Tidak Pernah Terlalu Tua untuk Belajar dan Tidak Pernah Terlalu Muda untuk Tahu Banyak Hal

JAKARTA, DNT News – Hakekat belajar adalah berubah, bertobat, insyaf, hijrah. Berubah dari tidak tahu menjadi tahu. Bertobat dari Hotel na rumar (Hosom, Teal, Elat, Late) menjadi Hotel na pita (Holong, Tongam, Elek, Lambok). Dalam bahasa Inggris, belajar disebut repent, artinya menyesali perbuatan salah dan tidak mengulangi lagi.

Hal ini dikatakan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master & Motivator Nasional, kepada dalihannatolunews.com terkait membangun mental belajar. “Tidak pernah terlalu tua untuk belajar dan tidak pernah terlalu muda untuk tahu banyak hal,” katanya.

Diungkapkannya, orang bijak berkata tidak ada yang tetap kecuali perubahan. Oleh karena itu setiap manusia hendaknya terus belajar (berubah) menjadi sempurna sebagaimana citra atau jati diri manusia itu sendiri.

Menurutnya ada tiga faktor penghambat membuat manusia sulit belajar (berubah). Pertama, memiiliki mental block dengan menolak dan menutup diri atas semua informasi dan masukan dari luar diri. Kedua, memiliki sifat merasa lebih tinggi dari orang lain. Ketiga, merasa sudah tahu dengan merasa biasa-biasa jika ada informasi yang lebih dahulu diketahuinya.


“Jika sifat tersebut ada dalam diri kita, marilah berubah untuk meninggalkanya. Sebab orang seperti itu akan tertinggal,” ujarnya sambil mengutip John Naisbitt penulis buku “Global Paradox” yang menyatakan “Barang siapa menguasai informasi maka dia menguasai dunia.”

Hal sebaliknya juga disampaikannya, ada tiga faktor pendukung yang membuat manusia belajar (berubah). Pertama, Humble (memiliki sifat rendah hati) terhadap informasi positif dan bermanfaat, mendapatkan nilai baik dalam hidup, dan “move on” meningkatkan kualitas pekerjaan dan hidup. Kedua, Blind spot (sadar memiliki titik gelap) dengan gemar belajar hal baru. Ketiga, Suffering (mengalami penderitaan). Misalnya: Seorang karyawan ketika mendapat surat peringatan ancaman PHK, berubah untuk disiplin.

“Ada ungkapan bijak berkata: Anak-anak belajar dahulu kemudian ujian, tetapi orang dewasa ujian dahulu kemudian belajar,” ujarnya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 126/Nopember 2017 segera terbit.
Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan pimpinan PT Spirit Mahardika – Institut Darma Mahardika ini melanjutkan, ada ratusan bahkan ribuan perilaku yang perlu diubah dalam diri. Untuk itu, teruslah belajar (berubah) dari kebiasaan: (1) Mengeluh menjadi bersyukur; (2) Pesimis menjadi optimis; (3) Berpikir negatif menjadi positif; (4) Malas menjadi rajin; (5) Pamrih menjadi altruisme (berkorban dengan tulus); (6) Marah menjadi sabar; (7) Menyalahkan menjadi mengarahkan; (8) Sombong menjadi rendah hati; (9) Parguru dok (egois) menjadi kolaboratif; (10) Merasa pintar menjadi pintar merasa; (11) Lebih suka menerima menjadi lebih suka memberi; (12) Etos kerja buruk menjadi etos kerja unggul; dan lainnya.

“Selamat belajar menjadi yang terbaik. Anda adalah orang yang luar biasa, bukan orang biasa. Orang biasa hanya mau belajar dari orang pintar, tetapi orang luar biasa bisa belajar dari siapa saja untuk mendapatkan nilai positif,” pungkasnya. (Leonard)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel