Ompu i Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing: HKBP Bangun Museum Pertama Setelah 157 Tahun

SIPOHOLON, DNT News – Sebelum saya jadi Ephorus, kami sudah pernah berbincang-bincang dengan Ompu Boru tentang program di antaranya adalah pembangunan Museum. Ketika terpilih menjadi Ephorus, kami melihat sendiri, berarti Tuhan menyetujui rencana kita.

Hal ini dikatakan Ompu i Ephorus HKBP, Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam sambutannya pada Peletakan Batu Pertama Museum HKBP, Rabu 04 Juli 2018, di Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara. “HKBP sudah berusia 157 tahun tanggal 07 Oktober 2018 nanti. Banyak peninggalan sejarah maupun dokumen dan situs-situs yang memberikan inspriasi dan menggugah hati nurani. Ternyata Tuhan itu betapa besar dan sayangnya kepada kita,” katanya.

Disampaikannya, pihaknya pernah diundang ke Korea Selatan dimana Gereja Presbyterian menunjukkan Museumnya. Di benaknya langsung muncul, kalau dokumen, situs, dan asset sejarah HKBP dikumpulkan pasti sudah lebih banyak dari yang dimiliki mereka.

“Itu semakin memotivasi untuk melaksanakan pembangunan ini. Satu hal yang perlu kita ketahui dan ini sangat penting, bahwa saya tidak akan meresmikan apa pun selama bangunan belum selesai dan tuntas agar tak mewariskan masalah ke depan. Kalau Tuhan berkehendak, maka pasti akan jadi,” tegas Ephorus HKBP.

Pimpinan HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing meletakkan batu pertama pembangunan Museum HKBP didampingi Kadep Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak, Kadep Marturia Pdt Dr Anna Vera Pangaribuan, disaksikan Unsur Muspida Tapanuli Raya, panitia, dan para pendeta
Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing menandatangani MoU dengan BPODT oleh Dirut Arie Prasetio, disaksikan Kadep Marturia Pdt Dr Anna Vera Pangaribuan, Wakil Dirut BPODT Basar Simanjuntak, dan Ketua STGH Pdt Demak Simanjuntak

Peletakan Batu Pertama ini diawali dengan Ibadah yang dilayani Pdt Donda Simanjuntak dan Pdt Samsir Hutagalung. Terlihat hadir Pimpinan HKBP, Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM, Utusan Bupati Humbang Hasundutan, Utusan Bupati Tapanuli Utara, Dandim Taput Letkol Inf Rico Julyanto Siagian, Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen, Ny Laksamana FM Parapat br Hariandja, para Praeses dan Pelayan HKBP dari beberapa distrik, mahasiswa, dosen, warga sekitar, dan lainnya.

Pembangunan Museum ini sangat penting untuk melestarikan budaya dan sejarah, yang sekaligus menjadi media pendidikan bagi semua generasi dari usia muda sampai tua. Panitia terdiri dari Mantasia Siahaan (Ompu Boru), Pdt Ebsan Hutabarat MTh, Pdt Demak Simanjuntak MTh, Pdt Mauli Aritonang STh, dan Pdt Betty Sihombing STh SH, dan lainnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 134/Juli 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 134/Juli 2018

Ketua Panitia Mantasia Siahaan mengatakan ungkapan mujizat melalui kehadiran Ny Laksamana FM Parapat br Hariandja pada saat Jumat Agung, yang saat itu justru membuatnya sudah mau berhenti membangun dikarenakan banyak yang menjelekkan pribadi.

“Namun tanpa dibuat-buat, justru Tuhan merekayasa dan membuat mujizat nyata dengan Inang br Hariandja yang mengatakan jangan berhenti. Lanjut, apa yang dilakukan Ibu bukan untuk manusia namun untuk Tuhan. Tetaplah melakukan yang baik. Dan bahkan Inang itu memberikan dukungan dengan menawarkan bantuan sebanyak Rp 500 juta,” urainya.

Dilanjutkannya, melalui mujizat, pertolongan, dan keinginan Tuhan, ada banyak cara terjadi. Peletakan batu pertama itu juga bagian dari mujizat Tuhan. Ketika dilanda kekuatiran, Tuhan mengutus Inang br Hariandja dan juga semua unsur Muspida untuk hadir di peletakan batu pertama itu.

“Museum ini akan sangat berharga, baik aspek pendidikan maupun pariwisata bagi gereja, masyarakat, dan pemerintah apalagi di kawasan Danau Toba,” ujarnya.


Ketua Panitia juga mengajak seluruh Pemerintah Daerah bahkan Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan perhatian kepada Tapanuli. Dia sangat menyesali banyaknya kecurigaan kepada pihaknya, terkait informasi pengalaman pembangunan Rumah Dinas Ephorus HKBP yang terlaksana selama 8 bulan dengan anggaran sekitar 4 milyar dari banyak simpatisan dan pemerhati.

“Kali ini, panitia pada kegiatan ini akan menunjukkan secara resmi proses pembuatan rekening dan rekening koran yang rutin diterbitkan Bendahara Panitia via Bank. Kami siap diaudit secara terang-terangan,” tegasnya. (TOR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel