Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Apakah Perintah Mengabarkan Injil Bertolak Belakang dengan Perintah untuk Mengasihi?

JAKARTA, DNT News – Sewaktu diskusi Penelaahan Alkitab “NHKBP” (kumpulan pemuda gereja) HKBP Taman Mini, Jakarta Timur, Seksi Diakoni Sosial NHKBP mengusulkan untuk mengadakan bakti sosial di sekitar lingkungan gereja di daerah Ceger. Mereka mau mengeruk lumpur dan sampah dari parit supaya jangan banjir. Namun langsung timbul perbedaan pendapat.

Hal ini disampaikan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surat elektoniknya ke dalihannatolunews.com terkait apakah perintah mengabarkan Injil bertolak belakang dengan perintah untuk mengasihi?

“Sebagian pemuda menegaskan agar pada bakti sosial itu semua memakai kaus oblong bertuliskan NHKBP Berdiakoni, karena aksi ini sekaligus ‘Penginjilan’ sesuai dengan isi Amanat Agung Mateus 28. Pendapat itu langsung ditolak oleh para pemuda lain yang tidak ingin memakai nama NHKBP, namun memakai nama kemanusiaan,” katanya.

Disampaikannya, kedua kelompok yang berbeda pendapat itu sama-sama beriktikad baik. Namun mereka itu sama-sama telah jatuh dalam polarisasi. Kelompok pertama ingin gembar-gembor, pamer panji, dan ingin menonjolkan identitas agama. Sebaliknya, kelompok kedua ingin diam-diam, sembunyi-sembunyi, dan ingin anonim dengan menutupi identitas agama. Bagi mereka yang penting melakukan diakoni sosial melalui pengembangan masyarakat sesuai dengan pesan Mateus 22.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020

“Jelas, kedua-duanya keliru. Karena identitas bukan untuk ditonjol-tonjolkan, namun bukan pula untuk disembunyikan. Injil bukan untuk dibangga-banggakan, namun bukan pula untuk dirahasiakan. Baik pola eksibisionitas maupun pola anonimitas tidak sesuai dengan pengertian bersaksi tentang diri Kristus,” ujarnya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan, ada orang mengira bahwa Mateus 28 bertolak belakang dengan Mateus 22. Katanya, Mateus 28 menyuruh orang mengabarkan Injil sedangkan Mateus 22 menyuruh orang memperjuangkan keadilan sosial. Ada yang bilang Gereja A adalah Gereja Mateus 28, sedangkan Gereja B adalah Gereja Mateus 22. Apa duduk perkara sebenarnya?

“Mari kita bandingkan kedua bab itu. Mateus 28 berisi Perintah yang Terutama. Bunyinya, ‘… Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka… dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu…’ (Mat 28:19-20). Sekarang kita lihat Mateus 22 yang berisi Hukum yang Terutama. Bunyinya, ‘Kasihilah Tuhan Allahmu… kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’ (Mat 22:37-39). Ini sering disebut ‘Perintah Agung’,” urainya.


“Adakah perbedaan? Tentu saja berbeda, karena isinya memang berbeda. Adakah pertentangan? Adakah yang bertolak belakang? Sama sekali tidak! Perintah untuk mengabarkan Injil sama sekali tidak bertolak belakang dengan perintah untuk mengasihi. Sebab dalam mengabarkan Injil, kita pun mengasihi. Ketika mengasihi secara tidak langsung, kita pun mengabarkan Injil,” ungkapnya.

Pada akhir suratnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini menegaskan bahwa kelirulah kalau pekabaran Injil dipahami sebagai pengkristenan. Sebab pekabaran Injil adalah bersaksi tentang kasih Kristus melalui perbuatan kasih yang konkret, entah dengan atau tanpa perkataan. Pekabaran Injil dilakukan dengan menghargai, memerlukan, dan mengindahkan, bukan dengan membujuk, memaksa, atau menakut-nakuti dengan cerita neraka.

“Lebih keliru lagi, jika pekabaran Injil dipahami sebagai penambahan gereja atau penambahan jiwa. Pekabaran Injil bukan urusan kuantitas yang hasilnya diukur secara numerik, melainkan urusan kualitas perbuatan sebagai murid,” pungkasnya. (YAN)

 

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel