Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Makin Tua Makin Bahagia Indahnya Hidup Pada Masa Tua (Renungan Hari Lanjut Usia Nasional 29 Mei 2021)

JAKARTA, DNT News – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati atas dasar situasi dan kondisi sejarah yang pada waktu itu Dr KRT Radjiman Widiodiningrat didaulat oleh peserta sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjadi pimpinan sidang karena memiliki pemikiran yang cemerlang sekaligus sebagai anggota paling sepuh pada tanggal 29 Mei tahun 1945.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, di Jakarta sebagai renungan Hari Lanjut Usia Nasional 29 Mei 2021, semakin tua semakin bahagia indahnya hidup pada masa tua. “Tanggal itu dicetuskan kembali dan dicanangkan tanggal 29 Mei 1996 di Semarang sebagai HLUN oleh Presiden RI pada saat itu, sebagai penghormatan atas jasa, pemikiran, dan kebijakan Dr KRT Radjiman Widiodiningrat,” katanya.

Ditanyakannya, bagaimana sikap terhadap orang sudah lanjut usia? Siapa Orang yang tidak suka umurnya panjang dan sampai menjadi tua? Siapa sekarang yang sudah tua? Orang yang sudah menjadi tua. Tepatnya, merasa tua. Merasa menjadi tua terjadi secara berbeda dari orang ke orang.

“Ada yang merasa tua ketika mempunyai menantu. Ada yang merasa tua ketika mendapat cucu atau gelarnya sudah ‘Ompung’. Ada yang merasa tua ketika rambutnya beruban. Ada yang merasa tua ketika mukanya keriput. Ada yang merasa tua  ketika pensiun. Ada yang ketika dioperasi katarak matanya. Ada yang merasa tua ketika berulang tahun ke-60. Ada pula yang hari ulang tahun ke-80. Berbeda-beda. Namun, cepat atau lambat pada suatu hari atau pada suatu peristiwa orang merasa diri menjadi tua,” jawabnya.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021

“Lalu berkatalah dia tentang dirinya, ‘Sudah tua. Sudah lansia. Para lanjut usia dalam banyak hal tergantung pada orang lain. Mereka perlu dibantu untuk menyeberang jalan dan membawa barang belanjaan. Apalagi jika di kemudian hari mereka menjadi jompo (keadaan tua renta dengan kemampuan fisik yang sangat terbatas). Ada orang jompo yang tidak bisa turun lagi dari ranjang. Untuk minum pun mereka perlu dibantu,” sambungnya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) UKI Jakarta ini mengatakan bahwa Alkitab mengagungkan usia lanjut sebagai berkat pemberian Tuhan. “Takut akan Tuhan memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek”. ”Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran”. ”Konon hikmat ada pada orang yang tua dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya. Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian”.


Namun Alkitab bersikap realistis terhadap keadaan lansia dan mengaku umur panjang dapat disertai penderitaan fisik, penglihatan menjadi kabur, panca indera melemah, kekuatan tubuh berkurang, kedua kaki terasa sakit, badan selalu kedinginan. Lalu Mazmur 90 mencatat, ”Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggannya adalah kesukaran dan penderitaan, sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap”.

Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan bahwa meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia membuat gereja terpanggil untuk memberi kesempatan kepada Lansia untuk mengadakan Pekabaran Injil. HKBP telah mengakui keberadaan Lansia dari segi pelayanan, dimana HKBP telah membuat nats untuk bahan PA untuk Lansia.


Secara struktural HKBP sudah membuat kedudukan Lansia di dalam Gereja HKBP sebagai salah satu seksi di dalam bidang Koinonia. Sudah saatnya HKBP menentukan “ARI PARHEHEON NI LANSIA” sebagaimana kategorial yang lain. Indonesia telah membuat tanggal 29 Mei menjadi HLUN. Di HKBP Taman Mini telah membuat hari ulang tahun Lansia Taman Mini setiap tanggal 19 Mei. Apakah HKBP secara ‘hatopan membuat setiap 19 Mei menjadi Hari Usia Lanjut HKBP?

“Perkembangan usia lanjut di HKBP Taman Mini sangat aktif dan berbuat, berkat pimpinan St Demak Hutasoit. Hidup sampai menjadi tua adalah berkat Tuhan yang berharga asal saja kita memandang hidup secara positif. Pohon Pinus yang tua justru memberi pengayoman dan perlindungan yang teduh. Awet tua sungguh berguna, seperti kata peribahasa, ‘Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi’. Menjadi apa? Tentunya, menjadi baik dan bijak. Bukan menjadi cerewet dan tukang ngomel,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel