Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Makna dan Relevansi Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga “Happy Ascension Day”

JAKARTA, DNT News – Perpisahan memang pedih. Hati terasa pilu. Mulut terasa bisu. Tetapi, perpisahan tidak bisa terhindar. Ada waktu berkumpul, ada waktu berpisah. Apa makna dan relevansi kenaikan Yesus Kristus ke surga? Hari Raya Kenaikan itu diperingati, untuk apa? Memperingati saat ketika Tuhan Yesus meninggalkan kita. Mengapa perpisahan diperingati.. Kenapa mesti diperingati, kan mestinya disesali. Tuhan, mengapa sih Engkau pergi juga? Kok tega-teganya sih Tuhan, Engkau meninggalkan kami.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, di Jakarta. “Peristiwa itu adalah peristiwa yang menyedihkan, yang membuat dada kita sesak. Harus kita sesali, bukan diperingati. Namun secara teologis dan dari sudut pendang penghayatan iman kita, hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga itu penting sekali, menentukan sekali, relevan sekali,” katanya.

Disampaikannya, inti Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan sebuah tonggak batas yang membedakan antara periode sebelum Kenaikan dan periode setelah Kenaikan. Antara Pre-Ascension dan Post-Ascension. Antara masa Pra-Kenaikan dan masa Pasca-Kenaikan. Doa Tuhan Yesus merupakan kesaksian makna arti perpisahan murid Yesus dengan Yesus. Dalam doa ini tampak berbagai perasaan Yesus  tentang para murid-Nya.

Pertama, Yesus mensyukuri murid-murid-Nya. Ia menyebut mereka, ”…semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku…” dan “Mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku…”. Yesus ingat bahwa Ia sendirilah yang memilih mereka tiga tahun yang lalu, namun Ia menganggap para murid ini sebagai suatu pemberian dari Allah.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 166/Mei 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 166/Mei 2021

Kedua, Yesus merasa bangga akan murid-murid-Nya. Ia berucap, ”…mereka mengenal Engkau dan mengenal Yesus Kristus. Mereka telah menuruti firman-Mu. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari pada-Mu. Mereka percaya. Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka”.

Ketiga, Yesus mempercayai murid-murid-Nya. Ia berucap, ”…Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia”. Selama tiga tahun Yesus mendidik murid-Nya supaya menjadi kader penerus pekerjaan-Nya.

Keempat, Yesus mempercayakan murid-murid-Nya kepada Allah Bapa. Ia berucap, ”Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka. Aku telah menjaga mereka. Supaya Engkau melindungi mereka. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran”.

Kelima, Yesus merasa akan kehilangan murid-murid-Nya. Ia berucap, ”…Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku…”.


Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan bahwa dari doa perpisahan ini kita dapat melihat makna dan relevansi dari kenaikan Tuhan Yesus.

Pertama, kita bisa mengatakan bahwa sebelum Kenaikan, titik berat dari kesaksian Alkitab adalah apa yang Allah lakukan atau kerjakan untuk manusia. Setelah Kenaikan titik beratnya adalah apa yang manusia lakukan atau kerjakan untuk Tuhan.

Kedua, sebelum Kenaikan dapat kita sebut sebagai masa pendidikan, masa penggemblengan, masa pembinaan untuk murid-murid Tuhan. Setelah Kenaikan, murid-murid itu tiba saatnya untuk turun gunung, terjun ke masyarakat ramai, mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. Masa edukasi telah berakhir, masa untuk misi, masa untuk aksi telah mulai.

Ketiga, sebelum masa Kenaikan merupakan masa kehadiran Tuhan Yesus secara fisik, secara tubuh, dan secara jasmani. Setelah Kenaikan-jangan sekali-kali Anda berpikir bahwa Tuhan Yesus meninggalkan kita begitu saja. O, tidak! Ia masih menyertai kita. ”Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu”. ”Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.


Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan bahwa Yesus sudah naik ke surga. Ia mau mengingatkan bahwa Ia sudah tidak di sini secara fisik. Tetapi Ia berjanji menyertai kita sampai akhir zaman. Secara rohani, Ia mengharapkan kita semakin dewasa, semakin mandiri, dan semakin tidak fisikal.

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Dengan perkataan lain, berbahagialah kita-Anda saya-bila percaya kita dan iman kita itu tidak bergantung, tidak berdasar, dan tidak berorientasi kepada yang fisikal, yang material. Jadi, Yesus tetap menyertai kita. Hanya saja setelah kenaikan-Nya ke surga, penyertaan-Nya itu tidak lagi secara fisik, tetapi secara rohani. Itu yang terjadi bila antara dua orang terjadi hubungan cinta yang amat mendalam,” imbuhnya.

Ketika Yesus naik ke surga ada dua godaan yakni terus memandang ke langit tidak melakukan apa-apa, dan langsung mau bekerja-sendiri. “Jangan! Ke Yerusalem dulu. Berdoa. Bersekutu. Perbaiki hubungan dengan Tuhan. Jalin hubungan dengan sesama. Baru ke seluruh dunia. Jadikanlah segala bangsa itu murid-Ku! Amin,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel