Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Perlukah Orang Kristen Berolahraga? Apa Kata Alkitab Mengenai Kesehatan?

JAKARTA, DNT News – Kita semua ingin sehat. Namun sejak dulu sudah ada penyakit yang selalu mengganggu kesehatan kita. Akhir-akhir ini penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19 mengancam kita dan telah menelan banyak korban yang meninggal. Kesehatan adalah anugrah Tuhan bagi kita namun anugerah ini harus menjadi tanggungjawab kita.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, di Jakarta terkait perlukah orang Kristen berolahraga? Apa kata Alkitab mengenai kesehatan? Sebagai renungan Hari Olahraga Nasional 09 September. “Salah satu usaha kita untuk melindungi dan menjaga kesehatan, kita perlu meningkatkan imun daya tahan untuk melawan Covid-19 ini adalah OLAHRAGA. Kita di Indonesia telah menetapkan ‘Hari Olahraga Nasional’ (HAORNAS) setiap tanggal 09 September,” katanya.

Disampaikannya, pada tahun 2021 ini HAORNAS ke-38 diperingati di tengah pandemi Covid-19, keadaan yang membutuhkan daya tahan tubuh disamping vaksinasi. Olahraga harus menjadi kebutuhan hidup dan menjadi gaya hidup. Karena permasalahan terbesar saat ini yakni derajat kebugaran masyarakat Indonesia yang masih rendah. Karena hanya 17 persen populasi yang memiliki derajat kebugaran jasmani yang baik.

“Maka dengan berolahraga diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut. Dengan kesegaran jasmani yang bagus, dengan kesehatan yang bagus, maka akan memudahkan tumbuhnya daya tahan tubuh kepada penyakit,” ujarnya.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021

Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ditetapkan berdasarkan PON ke-1 di Surakarta pada 09-12 September 1948. PON ke-1 diresmikan Presiden Soekarno pada 09 September 1948. Seiring dengan berjalannya waktu, Presiden Indonesia ke-2 Soeharto menetapkan 09 September sebagai (HAORNAS). Tema peringatan HAORNAS tahun 2021 ini “DESAIN BESAR OLAHRAGA NASIONAL MENUJU INDONESIA MAJU”.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan bahwa di dalam 1 Timotius 4:8, Paulus menyatakan “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”


Ayat ini tidak mengatakan bahwa olahraga tidak ada gunanya. Ia menyatakan olahraga itu berguna, namun menunjukkan prioritas yang benar dengan mengatakan bahwa ibadah memiliki nilai yang lebih besar. Rasul Paulus juga menyebut tentang latihan badani dalam illustrasi mengenai kebenaran rohani. 1 Korintus 9:24-27, “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?”

“Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul,” terangnya.


Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan bahwa Allah mengingatkan dan menguatkan bangsa Israel agar senantiasa berserah dan tetap beriman kepada Allah dalam berbagai dinamika kehidupan yang terjadi, baik suka maupun duka, saat sehat maupun sakit.

Itu sebabnya Allah mengatakan kepada bangsa Israel melalui nabi Yeremia: “Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah”.

“Allah sebagai pencipta, tetapi bukan hanya Allah Pencipta. Dia juga adalah Allah yang memelihara dan mencukupkan segala kebutuhan ciptaan-Nya, secara khusus hidup manusia, jasmani, maupun rohani. Jadi kesehatan kita adalah anugerah Tuhan, tetapi sekaligus adalah tanggungjawab kita. Bagaimana kita memelihara kesehatan kita melalui olahraga,” tutupnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel