Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Selamat Merayakan Hari Pentakosta 2021

JAKARTA, DNT News – Apakah pelayanan digital dalam tuntunan Roh Kudus? Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam rumah-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Hal inilah yang dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dari kutipan ayat Alkitab, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, di Jakarta untuk ucapan Selamat Merayakan Hari Pentakosta 2021. “Dalam agama Kristen terdapat berbagai macam perayaan mengenai kebesaran Tuhan. Mulai dari Allah turun ke dunia dalam wujud manusia yang lahir dari seorang perawan hingga Tuhan hadir dalam wujud Roh Kudus,” katanya.

Disampaikannya, setiap perayaan sejatinya adalah sesuatu yang menggembirakan bagi umat Kristen. Melalui kelahiran Tuhan Yesus, umat Kristen diberi jaminan keselamatan. Melalui kematian Kristus, umat Kristen diberi pengertian bahwa Allah adalah Maha Kasih. Tuhan hadir dalam rupa Roh Kudus juga membuat manusia seharusnya sadar akan cinta kasih Allah yang tidak pernah pergi meskipun manusia tersebut sangat berdosa.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan bahwa Pentakosta merupakan suatu peristiwa dimana turunnya Roh Kudus ke atas Para Rasul. Tepat lima puluh hari setelah ‘Perayaan Kebangkitan Tuhan’ yang mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia, dan setelah sepuluh hari kenaikan Tuhan.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 167/Juni 2021

Berdasarkan sejarah, Pentakosta pertama-tama adalah suatu pesta atau hari raya bagi bangsa Israel yang dirayakan lima puluh hari sesudah Paskah untuk mengenang pemberian ‘Sepuluh Perintah Allah’ kepada Musa di Gunung Sinai. Sama seperti tubuh kehilangan roh, dan kapal yang kehilangan nahkoda. Kita tidak mungkin mampu menjalani hari sebagai pengikut Kristus, tanpa mengenal Roh Kudus.

Dingatkannya, hidup tanpa menyadari keberadaan Roh Kudus adalah sama dengan melupakan janji baptis. Inilah sesungguhnya harta kekayaan yang dimiliki dalam iman percaya. Kasih Kristus dan Roh Penghibur, Roh yang membuat tidak akan pernah jadi anak-anak yatim piatu di dalam dunia ini. Sebelum merayakan hadirnya Roh Kudus, ada baiknya pemahaman akan-Nya kembali disegarkan.

Bicara mengenai apa itu Pentakosta? Secara umum ini berarti hari kelimapuluh. Tidak bisa dilepaskan maknanya dari ‘Pesta Panen Gandum’ pada Perjanjian Lama yang merupakan perayaan syukur atas berkat Tuhan melimpah dalam panen orang Israel. Tradisi ini dilanjutkan dalam Perjanjian Baru melalui ‘Kisah Pencurahan Roh Kudus’ yang dirayakan 50 hari setelah Paskah. “Intinya kurang lebih sama, rasa syukur atas berkat dan pemeliharaan Tuhan pada hidup umat-Nya melalui kehadiran Roh yang Kudus,” ujarnya.


Ditambahkannya, hari turunnya Roh Kudus merupakan salah satu bukti nyata bahwa Allah akan selalu menepati janjiNya. Misi yang Dia rencanakan pastinya akan selalu bisa terlaksana. Sekarang timbul pertanyaan di tengah zaman era digital ini, apakah Roh Kudus dalam kehidupan pelayanan gereja yang sudah mempergunakan “live streaming” dan “zoom” ini?

“Puji Tuhan di tengah dunia sekarang dilanda epidemi Covid-19, kita dapat mempergunakan fasilitas Whatshap, Video Call, Facebook. Oleh tuntunan Roh Kudus  yang tinggal dalam hidup kita, kita harus manfaatkan pelayanan digital ini. Sebelum era digital, kita masih terbatas dengan tempat untuk mengikuti kebaktian, namun sekarang kebaktian di pelbagai gereja pun dapat kita ikuti,” ungkapnya.


Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengingatkan dengan keyakinan bahwa media teknologi online yang digunakan untuk pelayanan gereja adalah baik adanya. Dengan keyakinan teologis bahwa semua bentuk pelayanan gereja berada dalam pimpinan Roh Kudus. “Tidak perlu kita meragukan lagi dengan bertanya, apakah Roh Kudus  hadir di sana dan apakah Allah berkenan pada ibadah dan pelayanan melalui perangkat digital?” tegasnya.

“Perangkat digital ini telah memperluas pelayanan Kerajaan Allah di dunia ini. Pandemi Covid-19 telah membuat cara menggereja baru yakni menggereja digital, dimana dengan kuasa Roh Kudus para pelayan menyapa umat di berbagai tempat yang rindu berjumpa dengan Allah. Walau tidak hadir secara fisik di gereja. “…dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20),” pungkasnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel